Pengkhotbah 7:15-18 (TB) Dalam hidupku yang sia-sia aku telah melihat segala hal ini: ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya, ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya.
Janganlah terlalu saleh, janganlah perilakumu terlalu berhikmat; mengapa engkau akan membinasakan dirimu sendiri?
Janganlah terlalu fasik, janganlah bodoh! Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu?
Adalah baik kalau engkau memegang yang satu, dan juga tidak melepaskan yang lain, karena orang yang takut akan Allah luput dari kedua-duanya.
Menyembah kesalehan atau hikmat itu tdk boleh
Bukankah kita harus berhikmat dan saleh?
Tanda ; pada jgn terlalu berhikmat
Ada kelanjutannya.. maksudnya
Kita diajari supaya berhikmat dan supaya saleh sementara FT ini bilang jangan terlalu saleh dan berhikmat.
Artinya Alkitab tdk pernah salah
Kalau kita berjuang dg iman lalu melakukan sesuatu dg sungguh2 tp kita kerjakan dlm pengetahuan dan kesalehan kita pdhl hikat adalah Allah sendiri
Kesalehan adalah akibat bukan tujuan.
Allah lebih besar dr kata2 dan pengetahuan kita.
Mengejar hikmat dan kesalehan itu menutup Allah sendiri.
Iblis ada di hikmat dan kesalehan
Satu2nya tempat yg tdk dpt ditembus adalah Allah sendiri.
Allah adalah t4 pertolongan terakhir satu2nya yg tdk ada lagi pertolongan lain selain Allah
Ketika Allah tdk dipercaya lagi maka kita akan menemukan Allah yg dpt dipercaya dmn pertolongan hnya ada dalam Dia.
Jgn mengejar hikmat dan kesalehan membuat allah baru.
Ternyata kesalehan bisa disusupi oleh Iblis.
Gereja bukkan tdk berhikmat dan saleh. Tp kesalehan adalh akibat krn kita memiliki Allah Yesus Kristus
Dirikan iman kita diatas Yesus Kristus bukan krn kesalehan dan hikmat kita.
Kesalehan kita diuju krn kita tahu mengenal Allah kita maka kita kuat
Menyaksikan penderitaan membuat kita ikut merasakan penderitaan orla.
Lebih halus budi
Lebih berhikmat
No comments:
Post a Comment