Sunday, 22 March 2020

Ibadah Minggu, 22 Maret 2020

Ibrani 12:14-17 (TB)  Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Ibrani 12:25-29 (TB)  Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?
Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga."
Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.


ayt 15 jgn ada yg menjauhkan kita dr ksih karunia Allah
ayt 25 jagalah spy kita jgn menolak yg berfirman

see to it itu jagalah

kekudusab itu bukan sekedar tdk boleh ini itu
tp jngan hidup sm seprti dunia ini


jgb menggunakan kasih karunia anugrah melebihi yg km pny

kekudusan itu
sifat
karakter dan
rencana hidup

kita hidup krn kasih karunia

ayt 25 jgn menolak Dia yg berfirman
Firman ini hidup
Alam semesta dicipt oleh firman

Mazmur 94:17 (TB)  Jika bukan TUHAN yang menolong aku, nyaris aku diam di tempat sunyi.

tmpat sunyi adalh the silent of death

melihat muka org itu anugerah






No comments: