Sunday, 9 August 2020

Ibadah Minggu

 Pengkhotbah 3:15 (TB)  Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu. 


Kepanikan sudah pernah ada yg kita alami hari ini.

Apa yg tertulis dg alkitab bisa terjadi lg dan sangat dekat dg hidup kita.

Pengkhotbah 9:11-12 (TB)  Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua. 

Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba. 

Roti bukan utk yg berhikmat

Penghiburan utk kita.

Kejadian ini akan terjadi berulang di hari ini.

Perlombaan ini bukan utk yg cepyat tp yg lambat bukan utk yg cerdik cendikia.


Dia tdk pernah bertindak sebelum memberitahukan kpd nabi dan gerejaNya.

Kita selamat bukan krn pengetahuan kita.

Geraja adalah tempat memberikan pesan kpd jemaat.

Anak2 manusia adalah Adam - natural man

Kita bisa tdk terjerat.


Gerwja adalah tempat org yg tdk mengandalkan kekuatannya sendiri


Korban pagi Korban petang

Penyaliban Yesus 6 jam pagi kemudian jam 6 sore Yesus mati

Eth - siudah selesai. Menjelang sore. Waktu Tuhan Yesus mati

Kita ada dlm berkat kematian Yesus

Semua manausia masuk perangkap masuk jebakkan

Tp kita adalah  org2 yg telah diselesaikan Tuhan


Nasib berbicara bgmn Tuhan menyelesaikan sempurna dlm kita.

Kita adalah org2 yg telah selesai

Qarah nasib dipakaii pertama kali ketika Abraham mencari mantu

Kejadian 24:12 (TB)  Lalu berkatalah ia: "TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham.

Tujuan menikah adalah mencapai tujuan Ku

Wanita sbg penolong

Pria memberi makan

Nasib itu Qarah.

Mendapatkan kebaikan mencapai tujuannya dulu

Qarah = mencapai tjuanNya

Kita mengalami waktu dan nasib yg berbeda.

Tujuan Allah harus tercapai dlm hidup kita.

Jadilah Qarah bagi anakmu, dirimu sendiri.

Ada harapan buat kita semua yg hari ini lemah dan kita bukan natural man.

Gereja telah siap dan tercapai tujuannya.

Suami harus Qarah terhadap isteri. Dan anak2mu

Lebih baik kita sekedar dan mau berkorban utk keluarga itu sedang Qarah buat Tuhan


No comments: