Rapat Pleno by Ibu GS 28/1/23
Yohanes 1:10-12 (TB) Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Kita semua adalah milik kepunyaan Allah.
Ada 2 kondisi orang yg menjadi milik kepunyaanNya yaitu orang yg :
MenerimaNya
Orang yg berpikir dan berpusat kepada Yesus dan yg mengasihiNya
MenerimaNya berarti kita diberikan kuasa supaya menjadi anak2 Allah utk mengerjakan kepentingan Allah
Orang yg diberi kuasa adalah orang yg menerimaNya. Orang yg bukan apa-apa tapi mau diapa-apain dan diberi kuasa utk kerja bagi Dia.
Waktu kita menerima Tuhan menerima hajaran, menerima FT kita akan diberikan kuasa dari Allah supaya kita dimampukan utk melakukan pekerjaanNya.
Kita harus siap mengasihi orang yg kita pikir tdk layak kita kasihi.
Tidak menerimaNya
Orang2 yg tdk pernah berpikir ttg Dia dan yg tdk mengasihiNya
Orang yg hanya membesarkan diri dan hanya menerima ego kepentingan diri itu sama dg kita tdk menerima Allah.
Waktu kita menolak hajaran, firman dan perintah maka kita termasuk golongan org yg tdk menerimaNya dan tdk akan jadi apa-apa
Ketertundukan itu harus dikerjakan oleh segala usia. Perintah otoritas itu harus kita kerjakan supaya kita menjadi bagian orang yg menerima Yesus.
Harga ketertundukan adlh reputasi yg tdk jadi apa2
Hati2 dg ego dan diri kita.
Waktu kita tdk bisa mengasihiNya kita sedang tdk menerimaNya
MengasihiNya berarti membiarkan Yesus berkarya dlm diri kita dan tunduk total kepada Yesus.
Hati menunjukkan kepada kita apakah kita sudah menerima Dia apa tidak.
Hati harus kita berikan untuk Tuhan.
Mengasihi Yesus berarti menerima Dia dg semuanya (perintah hajaran didikan)
Yakinkan diri kita apakah kita menerima Dia apa bukan.
Menjadi pelayan bisa menerima Dia dan tidak.
Kemuridan kita adalah kemuridan yg menerima kuasa utk melakukan pekerjaanNya.
No comments:
Post a Comment