Monday, 7 September 2015

Bible Study, 04 September 2015 "IMAN"


 IMAN

Ibrani 11 : 16
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah,  ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia

Allah pertama kali melihat manusia dari iman.
Iman itu mata panahnya ke atas, iman itu kita memandang kepada Allah, yang akan membuat kita berubah dan yang membedakan kita dengan dunia ini. Bukan menarik-narik Tuhan turun ke bawah.

Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.
Berkenan itu apa? yang memandang Allah, dan punya kelebihan sehingga Allah melihat/memandang kita.

Ada 3 tingkat/titik dimana orang berkenan, menemukan tiga tempat Allah di bumi ini, yaitu
1. Alkitab

Alkitab adalah satu-satunya tempat dimana kekudusan Allah dinyatakan, dan terpelihara sempurna sampai dengan hari ini. Alkitab adalah tertinggi.

2. Gereja Kudus
Salah satu wakil Allah di bumi ini, tempat kekudusan Allah kedua dibawah Alkitab dimana orang menemukan hadirat, suara, panggilan Allah, bertemu sorga disini.
Gereja telah gagal, tetapi gereja kudus adalah para pemenang yaitu orang percaya.

3. Pribadi-pribadi orang percaya
Sudah pasti lahir baru, beriman & dipimpin oleh Roh Kudus.

Diluar ketiga ini tidak ada tempat dimana kita menemukan kekudusan Allah di muka bumi ini. Anehnya ketiga-tiganya menjadi titik bidik iblis supaya kita meninggalkan iman. Karena ketiga itu tidak populer di mata dunia ini.
Kita justru dianggap aneh ketika kita mendekat kepada wakil Allah dimuka bumi ini.

Apakah itu iman?
Ibrani 11: 4
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

Di mata Tuhan yang lebih baik adalah iman bukan persembahan yang diberikan kepada Allah berapa banyak.

Ibrani 11: 4
Iman adalah  dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Carilah perkenanan Allah. (Matius 6:33)
Milikilah iman dulu. Masalahnya siapakah yang memiliki iman? Iman tidak pernah keluar dari hati manusia. Iman selalu diberi dahulu. Tidak mungkin orang memiliki iman jika tidak pernah disentuh oleh Alkitab, Gereja Kudus, & Pribadi-pribadi orang percaya. 
Makanya, nekat sekali ketika beriman tetapi tidak pernah menyentuh  Alkitab, Gereja Kudus, & Pribadi-pribadi orang percaya. Orang percaya pasti dekat dengan Alkitab, Gereja Kudus, & Pribadi-pribadi orang percaya, tidak jauh-jauh dari itu.
Doa itu sebuah hidup dengan iman, roh itu tidak kelihatan tetapi ada.

Orang percaya adalah utusan Tuhan di muka bumi ini. 
Orang mau ketemu Tuhan yang dicari adalah gereja. Gereja adalah satu-satunya otoritas Allah di bumi ini sampai selesai nanti

11:2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.
11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah , sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
11:4 Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik  dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian  kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya  itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.


Iman itu diberi oleh Allah, bukan kita yang produksi. Iman yang kita punya adalah imannya Allah. Dengan imanNya Allah kita mampu beriman.
Iman bukan sekedar percaya sesuatu tetapi iman adalah pribadi.

Roma 10 : 17
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Apapun yang kita kerjakan tanpa iman tidak akan bisa mencapai Allah.
Unsur Alkitab, Gereja Kudus, & Pribadi-pribadi orang percaya ada. Iman hanya didapat dari sini, tidak ada di tempat lain. Iman tidak di dapat jika kita tidak pernah terluka karena ketiga hal ini. Kita semua pernah terlukai karena Alkitab, Gereja Kudus, dan orang percaya.

Amsal 6 : 29
Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorangpun, yang menjamahnya, luput dari hukuman. 

Indikator beriman bukan harta makin bertambah tetapi dari ketiga hal tersebut. 
Kita sering dilukai oleh Alkitab.Bukan tanpa alasan Alkitab menasihati awasilah dirimu, penglihatanmu, awasilah hatimu. Ada bibit yang merusak kita supaya jatuh.

Gereja tempat dilukai dan disembuhkan juga di gereja. Ketika sembuh kita lebih kuat dalam melangkah. Berbeda dengan dunia, ketika melukai tidak bisa menyembuhkan justru malah meninggalkan. 
Hanya keluarga dan gereja yang menopang menguatkan kita ketika jatuh.

Bilangan 20 : 10-12
20:10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan  jemaah itu di depan bukit batu  itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?"
20:11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air,  sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.
20:12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri  yang akan Kuberikan kepada mereka.

Musa tidak bisa masuk ke tanah kanaan karena tidak percaya, tidak menjaga kesucian, dalam hal ini (ayat 10&11) Musa gagal sebagai orang percaya, mengatakan penghukuman bagi umat Allah, Musa tidak percaya bahwa Allah mengasihi bangsa Israel, sehingga ia mengucapkan "durhaka kepada bangsa Israel.

Kekudusan adalah hidup dengan cara Allah, hidup dengan gaya hidup Allah. Semua hanya bisa dilakukan ketika kita bertemu Allah.

Ibrani 12 : 14
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

Ketaatan kita hari ini karena kita taat di masa lalu, sehingga hidup kita terarah dan taatnya kita hari ini menentukan taatnya kita di masa depan. Ingatlah itu!!

Iman itu arahnya keatas, kita yang kesana, bukan mencari di bumi ini apa yang bisa kita imani. Iman diberikan kepada kita yaitu Imannya Yesus sendiri yang diberikan kepada kita, itu yang kita hidupi, kita bisa beriman kepada Dia sehingga kita mampu beriman dan memandang Yesus. Diluar itu kita tidak bisa buat apa-apa.

Oleh karena itu, perhatikan dan percayalah kepada  Alkitab, Gereja Kudus, & Pribadi-pribadi orang percaya maka kamu mampu beriman. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena disitulah terpancar kehidupan.

1 Yoh 4 : 18
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;  sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Ketakutan itu datangnya karena kurang iman, karena tidak setara dengan Allah, karena tidak ada iman, tidak bergantung kepada Allah. Iman adalah soal menyerahkan diri & hidup kepada Allah.

Tuhan Yesus memberkati.

No comments: