By: Nk
#direvisipapidulu
GMIKA/IM/100416/18.00/SotoKudus
Wahyu 22:3
Hamba2Nya beribadah kepada Dia
Ibadah itu tidak boleh sembarangan di mata Tuhan, karena itu Kekeristenan tidak mudah
Ibadah pertama kali dilakukan dengan melakukan korban yaitu :
1. binatang yang dipakai untuk menutupi ketelanjangan adam hawa
2. Habel
3. Henokh, bergaul karib dengan Allah
4. Nuh,setelah air bah selesai
5. Abraham
Saat Pl, Tuhan menyukai korban bakaran, karena mengingat tentang AnakNya yg akan menjadi korban.
Central Ibadah adalah Yesus. Pastikan setiap ibadah ada hati yang mencari Tuhan
Roma 12:1
Amos 5:4
Setiap hari kita harus mencari Tuhan, agar kita hidup. Karena ibadah berbicara tentang cara hidup yang mempersembahkan hidup bagi Tuhan, saat kita mempersembahkan hidup, maka Allah akan mengingat kita. Dalam arti lain, ibadah adalah mencari yang Ilahi dalam hidup kita
Saat kita diberkati dan membuat kita tidak menjadi rendah hati, itu bukan dari Tuhan.
Karena berkat dari Tuhan selalu membuat kita bertobat
Dosa = hamartiah = salah sasaran
Wujud Tuhan adalah dalam bentuk Firman (gambaran/watak pribadi Allah) dan Roh Kudus
Perkara berat di dunia:
1. Berdoa, untuk mencari Tuhan. Doa bukan tindakan terakhir tetapi langkah pertama setiap hari.
Doa yang benar, adalah yang membawa kita menjadi hamba, sampai hati kita menjadi takluk akan Tuhan dan menjadi kudus (menyadari yang menarik adalah Tuhan)
Doa yang berhasil adalah saat kita mendapat jawaban
Ibrani 12:26-29
Ibrani 9:27
2. Bertobat, adalah menyadari dosa kita yang dimana kita self oriented. Bagaimana merubah orientasi hidup kita menjadi untuk Tuhan adalah bentuk pertobatan. Karena itu mencari Tuhan menjadi sangat sulit. Orang yang paling diberkati, adalah orang yang mampu melihat dosanya. Dosa dimulai dari adanya kegelapan (dalam hati saat melihat diri/Tuhan ) yaitu ketidaktahuan.
Dosa sama dengan saat kita tidak mengingini Tuhan
Cara kita mencari Tuhan:
Ada kemauan, bukan kemampuan.
Menjaga kemauan itu juga tidak mudah
Yesaya 40:
.... Orang yang menantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru
Galatia 6:3
Menyangka bahwa kita berarti, padahal kita tidak berarti, kita menipu diri kita sendiri
No comments:
Post a Comment