GMIKA/IPS/210516/21.15wib
Kis 17:10-15
By: Bp.Pnt Agus
Kisah Para Rasul 14:26
"...di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan...."
Para rasul bersedia membritakan Injil, didasari oleh Kasih Karunia. Para rasul tidak berpikir bahaya yang didepan mereka, dan hanya selalu bersyukur.
Alasan para rasul sangat tekun dalam melayani Yesus :
1. Kasih karunia memampukan kita mengerjakan perintah Allah. Hal itu tidak dapat nampak secara fisik, tetapi dalam roh berdampak bagi sekitar .
Seperti cara hidup seperti jemaat mula2, tidak hanya diawal pertobatan, tetapi menjadi etos hidup secara kristen.
2. Kisah Para Rasul 17:13
"... datang jugalah mereka ke sana menghasut dan menggelisahkan hati orang banyak."
Akan selalu ada pengacau yang muncul saat Firman di britakan. Dalam setiap Firman yang dinyatakan akan muncul dua jenis orang bersyukur dan para pengacau. Dimana posisi kita, saat Firman dibritakan?
Yakobus 2:14-15
"Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?..."
Ingat, kita tidak bisa memandang firman dan wibawa Allah dengan mengerti. Kita harus menangisi diri kita sendiri lebih dari sekedar pengertian saja, melainkan kita hidup di dalam pengertian itu,yaitu pengertian akan Kristus.
Dalam hidup kita, dibutuhkan "perhentian2" yang membuat kita bisa secara intim berdua dengan Allah (waktu pribadi) untuk menolong kita merecovery diri kita sendiri. Dengan begitu pelayanan kita tidak akan sia2, sama seperti para rasul yg mempunyai tujuan jelas di setiap tempat yang mereka datangi.
Mari melayani dengan penuh keberanian dan semangat. Bukan petinju yg asal memukul saja,tapi mari senantiasa melatih diri,agar kita semua dilayakan masuk dalam perjamuanNya.
By: Papi
Kisah Para Rasul 17:11
"...yahudi di berea lebih baik hatinya ,karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian."
Kharisma mampu membawa kita menuju puncak, tetapi yang membuat kita bertahan di puncak adalah karakter
Hari ini banyak orang kristen yg tidak seimbang.
Yang seimbang itu adalah saat kita menerima segala Firman,lalu di uji/diselidiki (seperti orang di Berea) (ing NIV : noble character).
Yakobus 2:19
"Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar."
Jika kita hanya sekedar percaya pada TUHAN, kita masih pada level setara setan. Terlebih lagi jika kita tidak bergetar kepada Allah,sedangkan setan bergetar, itu menunjukkan level rohani kita lebih rendah dari pada setan/roh najis.
Ada 2 tipe orang yaitu :
1. Ingin mendoakan sungguh2 kepada Tuhan untuk keinginannya. Saat kita berdoa, tetapi roh Kasih Karunia pada kita tidak sampai ke hal itu. Ini artinya Tuhan tidak ada disitu dan itu bukti kita melampaui atau keluar dari kasih karunia.
2. Keadaan orang berdoa untuk sesuatu.
Kita berdoa dan roh kita dikuatkan pada sesuatu yg digumulkan..
Damai Sejahtera TUHAN akan memimpin kita masuk ke dalam Kasih Karunia TUHAN.
Jangan anggap sepele nasihat orang tua, sekalipun orang tua kita tidak mengerti kebenaran. Sebab minimal ada sedikit kebaikan bagi kita.
Apalagi saat kita memilih kebebasan,hal itu bisa membuat kita menjadi liar tanpa arahan, dan jauh meninggalkan Kasih Karunia.
No comments:
Post a Comment