Sunday, 11 July 2021

Belas Kasih Allah sebagai sumber pemulihan

SUARA PENGGEMBALAAN *Belas Kasih Allah sebagai sumber pemulihan.* 2 Raja-raja 19:1-11 Shalom eirene selamat pagi Bpk/Ibu saudara sekalian. Melanjutkan suara penggembalaan kita. Hari ini kembali kita akan belajar tentang Kasih Karunia Tuhan dari satu kisah tentang salah satu Raja Israel yaitu Hizkia. Siapakah Hizkia, Hizkia adalah putra raja Ahas. Hizkia adaah raja ke 11 yang memerintah di Kerajaan Yehuda setelah Israel terpecah menjadi dua kerajaan. Ia diangkat menjadi raja pada umur 25 th dan memerintah selama 29 th. Nama HIZKIA atau KHIZ'QIYAH (חִזְקִיָּה) yang artinya: TUHAN adalah kekuatanku. Berasal dari kata חזק - KHAZAQ yang artinya memperkuat. Hizkia adalah pribadi yang sangat mengasihi dan takut akan Tuhan. Dialah yang melapaskan Israel dari penyembahan berhala. Namun suatu saat Hizkia mengalami jatuh sakit dan hampir mati. Bahkan Nabi Yesaya bin Amos telah menubuatkan melalui Firman yang telah ia dengar dari Allah bahwa sakit raja Hizkia tidak akan sembuh dan dia akan mati. Tetapi dalam kesakitannya raja Hizkia meratap dan berdoa dihadapan Tuhan. Dan seketika itu juga melalui Nubuatan Nabi Yesaya Allah berjanji akan memulihkan bahkan memberi kesembuhan dan umur lebih panjang bagi Hizkia. Jemaat Tuhan yang terkasih hari ini kita bersama2 belajar tentang kekuatan Doa yang dapat menarik belas kasihan Allah memulihkan hidup seseorang. Dalam kisah ini seolah Allah menunjukan bahwa IA tidak konsisten dengan Firman-Nya. Sebab ternyata Hizkia tidak mati karena penyakitnya tetapi justru Hizkia disembuhkan Tuhan. *Saudara yang terkasih sebenarnya Allah kita adalah Allah yang sangat konsisten. Tetapi bagi Allah Belas KasihNya harus menjadi yang terutama diatas segala-galanya. Bagi Allah relasi/hubungan yang pulih antara Allah dan manusia jauh melebihi segalanya. Hal ini dibuktikan manakala Yesus Kristus harus mati demi pemulihan hubungan antara Allah dan manusiabyang telah rusak oleh penyakit dosa.* _*Allah kita adalah Allah yang didalamNya penuh dengan Kasih. Dan Ia bergerak dalam kasih dan merancang kan segala sesuatu didalam kasih.*_ Hizkia telah meletakkan sepenuh imannya pada Belas Kasih Allah. Ia tetap percaya dan fokus kepada belas kasian Allah bukan dari apa yang ia dengar dan ia rasakan saat itu. *Apapun yang kita alami mari kita tetap fokus pada belas kasih Tuhan. Terlebih RohNya yang Kudus sekarang telah bersemayam dalam hidup kita. Biarkan Rohnya yang memimpin kita pada kehendaNya. Sebab disana Allah telah menyediakan pemulihan dan kesembuhan bagi kita umatNya.* *Maleakhi 4:2 (TB)* Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. _*Amin*_ Selamat berkarya, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏🕊️

No comments: