Sunday, 11 July 2021

Kehormatan/Marwah sebagai orang yang telah ditebus

SUARA PENGGEMBALAAN *Kehormatan/Marwah sebagai orang yang telah ditebus* *2 Sam 12:1-20* Shalom eirene bagi kita semua. Hari ini kita akan belajar tentang satu kisah yang hebat dari seorang Raja Daud. Dimana Raja Daud harus dipaksa oleh Allah melalui Nabi Natan untuk mengakui *dosa dan Aib-nya* dimuka seluruh rakyat Israel. Nabi Natan datang kepada Daud dengan sebuah perumpamaan yang mengkisahkan: Dimana ada seorang miskin (maksudnya Uria) yang hanya mempunyai 1 ekor domba (maksudnya Batsyeba ) direbut oleh seorang kaya (maksudnya Daud). Gambaran keakraban antara domba dan pemiliknya dalam kehidupan sehari-hari, mencerminkan kebahagiaan perkawinan yang dirusak oleh egoisme dan kekejaman Daud. “Tamu” yang dimaksud dalam ayat 4, maksudnya adalah hawa nafsu yang datang. Pada saat kedatangan “tamu” dan hendak meladeni/menjamu “tamunya” itu si Kaya tidak mengambil domba-dombanya sendiri melainkan merampas domba satu-satunya dari si Miskin itu. Meskipun dalam perumpamaan itu tidak dikatakan apa-apa tentang pembunuhan, Daud tiba-tiba menyela dan menyatakan bahwa orang kaya itu harus mati!. Ketika ia menambahkan bahwa anak domba itu harus diganti empat kali lipat, secara tidak sengaja ia menyatakan kematian anaknya sendiri : (2 Samuel 12:18 anak pertama Batsyeba ; 2 Samuel 13:33 Amnon, 2 Samuel 19:4 Absalom; 1 Raja-Raja 2:24-25 Adonia). Alangkah terkejutnya Daud ketika mendengar ucapan Nabi Natan bahwa “ Engkaulah orang itu” (ayat 7). Dan segeralah Daud menyadari kesalahannya. Jika kita perhatikan disayat 13-20. Disinilah letak titik dimana Daud menyadari segala kesalahannya. Daud memilih untuk mengakui segala kesalahannya, bahkan Ia harus mengakuinya dihadapan seluruh umat Israel dan dan Ia-pun harus menerima semua konsekwensi atas apa yang telah dia lakukan karena telah melanggar dan mengusik kekudusan Allah. Tidak hanya dipermalukan dimuka umum. Bahkan jika kita perhatikan: *di ayat 16,* sebagai seorang Raja. Daud harus berpuasa dan berbaring ditanah memohon kekuatan kepada Allah. Hari ini kita mau belajar tentang kehebatan raja Daud. Bukan karena kehebatannya dalam berperang dan kekuasaannya tetapi karena Kerendahan hati yang dimiliki raja Daud. Sebenarnya Daud bisa saja dengan segala kekuasaan sebagai Raja untuk menyingkirkan Nabi Natan. Tetapi justru ia mengakui kesalahannya. Walaupun saat itu Kristus belum datang ke dunia. Namun Daud telah memahami bahwa Ia telah mengalami kasih Allah yang besar. *Pengampunan Allah dan Kasih Allah kepada Daud melampaui segala pelanggarannya (Kasih Karunia) yang mendorongnya untuk merendahkan hati dihadapan Allah untuk meminta pemulihan.* Hari ini Roh Kudus melalui FirmanNya dari kisah pertobatan Daud sedang membimbing kita *untuk kita belajar merendahkan hati agar kita dapat mengerti dan masuk dalam Kasih Karunia Allah.* *Dalam pertobatannya Daud menyadari bahwa Kehormatan/marwahnya bukan pada kekuasaannya namun dalam Kasih Karunia Allah.* Bagaimana dengan kita? Mengapa kita sulit mengerti dan masuk dalam Kasih Karunia Allah padahal Yesus telah datang didunia ini dan menebus kita. Mengapa kita sulit mengerti betapa dalam luas tinggi dalamnya cinta Kristus kepada kita? Karena kita hanya mengandalkan diri kita, kemampuan kita, gelar kita, titel kita untuk menjaga kehormatan kita (disini kita sedang menghina Allah) *Sebagai seorang yang telah mengalami penebusan Kristus. Kita tidak bisa menyatakan lagi ke-akuan kita melainkan kita harus berani meletakkan hidup kita kepada Kristus. Kebutuhan akan Kristus akan menolong kita menjadi pribadi yang rendah hati, lembut dan akan menjadi pribadi yang mudah mengalami pertobatan. Sebenarnya tidak mudah mengakui dosa2 kita dihadapan Tuhan terlebih dihadapan umum seperti Daud. Tetapi percayalah ketika kita hidup dalam Kasih Karunia Allah didalam Yesus kita dapat melakukan hal2 yang diluar batas kemampuan kita. Karena kita sedang membiarkan Roh Allah dengan leluasa hidup dalam diri kita. Selamat menikmati kasih Karunia Allah pastikan hidup kita didalamnya melalui keintiman dalam Roh Kudus, FirmanNya dan persekutuan yang erat dengan sesama tubuh.* *Galatia 2:20-21 (TB)* namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus. _*Amin*_ Selamat berkarya dan Tuhan Yesus memberkati kita semua🙏🕊️

No comments: