GMIKA/IM/290516/18.00wib/YeremiaSugeng/Gulai
Kasih karunia (grace)
Adalah hal yang mulia yang Yesus percayakan, dan merupakan kehormatan.
Hormatilah kasih karunia yg Allah berikan kepada kita, terlebih lagi, kasihilah kasih karunia yg di miliki orang lain.
Anugrah adalah sebuah perkenanan Allah kepada milikNya . Karena itu, setiap kita yang di beri anugrah oleh Allah , maka malaikat pun menghormati kita.
Lukas 1:26-28
Ayat 28: "Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Anugrah ada yang bersyarat ada yang tidak.
Jika dalam konteks kesalamatan, anugrah itu tidak bersyarat, karena diantara kita, tidak ada yang mengerti mengapa kita diselamatkan.
Ketika seseorang masih menginginkan yang baik, berarti kita masih memiliki anugrah , percaya saja jangan pikirkan prosesnya.
Anugerah membuat kita melewati masalah, selama dasar hidup kita adalah rendah hati.
Anugrah terbesar adalah saat indera kita hanya memuliakan nama Tuhan dan merindukan Tuhan yang yg tidak kelihatan.
Pilihlah anugrah yang terbaik, karena dosa itu adalah salah sasaran. Normalnya sasaran hidup ini berubah, marilah kita bertumbuh. Sekalipun kita ingin sukses dalam dunia ini, itu juga membutuhkan anugerah.
Musuh utama anugrah adalah prasangka. Ketika kita hidup dengan banyak prasangka yaitu penilaian kita sendiri berdasarkan kesombongan, kita akan sulit mengerti kebenaran. Yesus tidak memiliki prasangka karena Yesus mengosongkan diriNya dengan rupa seorang hamba.
Karena itu jika kita dapat mengerti sessuatu yg ilahi, hormati sunguh2. Itu menandakan kita dipercaya. Mengerti sesuatu yg ilahi itu tidak mudah.
Sayangnya banyak orang tidak mencari ilahi, mereka lebih mencari makan dan nama (kehormatan).
Sebab, keselamatan saat ia bertumbuh dan berkembang menjadi upah.
Jika kita hanya mengerti , jika kita baik maka Allah akan baik, itu kekeristenan anak2. Saat orang itu telah disentuh oleh Roh, maka ia akan mengerti banyak. Tetapi butuh perenungan dan hati yang jernih untuk jauh dari prasangka2.
Perpecahan dalam saudara Kekeristenan mudah terjadi karena banyak prasangka. Untuk tahu itu anugrah dari Tuhan atau tidak, adalah dengan waktu dan butuh Tuhan itu sendiri
Yesaya 15
Mari belajar bersikap bodoh di dalamTuhan. Itulah sifat hamba. Dalam kehambaan ada kewaspadaan tentang posisi kita di mata Tuhan.
2 Korintus 10:3-5
Ayat 5: Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
Mengapa kita terlalh berani menilai dan berani tahu,
Karena kita makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat,tetapi yang didapat bentuknya abstrak dan bukan dari Tuhan,karena yang dari Tuhan bersifat konstan.
No comments:
Post a Comment