No: GMIKA/IPS/040616/22.00wib/AEP
Lukas 9:57-62
Orang yang sudah berkawin dengan dunia ini, adalah orang-orang yang pasti akan sulit bercerai dengan dunia ini.
Ayat 58: "Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Pengertian sarang/liang adalah dunia.
Artinya serigala dan burung sudah menetapkan Liang dan Sarang *tempat pulang*nya. Dan tak mungkin meninggalkannya.
Itu arti dari kawin dengan dunia.
Yesus tidak pernah berkawin dengan dunia ini.
Itu sebabnya Yesus tidak pernah menetapkan sebuah Liang dan Sarang atau Bantal kepala bagi diriNya.
Ia tak membiarkan diriNya berhenti/beristirahat / menikmati dunia ini.
Sebenarnya yang membuat orang gagal mengikut Tuhan, karena kita sudah menetapkan berkawin dengan dunia ini.
Sadar tak sadar setiap hari akan lahir, orang-orang yg bisa lebih dari kita. Sebab itu jangan kita memikirkan dunia ini pasti kita akan kecewa.
Banyak orang salah berpikir, bahwa Tuhan melarang kita "perduli " kepada dunia ini. Yang Tuhan inginkan adalah kepada setiap kita jangan menetapkan hati, tetapi bagi TUHAN yang mau, yang tidak mau tidak apa2.
Ayay 59: "...Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku."
Ayat 61: "...tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku."
Disini orang ini "seolah" memikirkan keluarga, tetapi sebenarnya dia masih menginginkan penghargaan dari keluarga saja dan istiadatnya sebagai Liang dan Sarang. Ayat ini bukan mengajarkan kita melawan orang tua/keluarga , tetapi jangan kita mengejar keuntungan dari padanya.
Bekerjalah dengan baik, biarlah Tuhan yang memberikan kepadamu. Jangan mencari untung di setiap yang kita lakukan. Lakukanlah dengan hayat Kristus sebagai orang percaya.
Jangan pernah kita menikah dengan dunia, ketika kita sudah menikah dengan dunia, butuh kuasa lebih besar untuk berpisah. Sebab saat itu, kita akan susah berdoa, berkonsekrasi (red: penyerahan diri kepada Tuhan, agar Dia mempergunakan kita)
Ayat 62: "...Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."
Hanya orang yang sudah berkawin dengan dunia, ditengah2 pelayanannya akan "menoleh kebelakang" (memikirkan dunia) dan di mata Allah tidak layak untuk kerajaan Allah.
Banyak gereja juga sudah berkawin dengan dunia juga. Karena mereka merasa tidak menjadi/memiliki sesuatu seperti gereja2 lainnya (jemaat banyak, mujizat, kkr) tetapi karena gaya dunia maka
Gereja itu berusaha kawin dengan dunia walaupun tetap gereja karena ada unsur ibadah dan lain lain .
Kekeristenan itu bukan suatu yang merepotkan dengan gaya tertentu, tetapi sesuatu yang menunjukkan kasih nyata.
Saat kita tidak berkawin dengan dunia, kita akan mengerti kehendak Yesus.
Filipi 3:10
"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
Yesus mengandalkan perkabaran injil tentang Anak Manusia dengan kematianNya.
Saat kita bicara tentang PB, kita pasti akan makin tidak dikenal orang, karena PB berbicara tentang hati Yesus.
**Berdoalah agar Tuhan menjaga kita, untuk menjadi orang yang setia, dengan tidak berkawin dengan dunia ini.
No comments:
Post a Comment