Thursday, 16 September 2021

64 SP 080921 KARAKTER MURID YANG TERBENTUK DARI KETEKUNAN.

 

No : GMIKA/Suara Penggembalaan/080921/GS

Judul : KARAKTER MURID YANG TERBENTUK DARI KETEKUNAN.

Bacaan : Rom 5:3-5 dan Rom 8: 28-29

 

Syalom dan Eirene Jemaat Kurios Agung.

KARAKTER MURID YANG TERBENTUK DARI KETEKUNAN:

1. TAHAN UJI (Rom 5: 3-5).

Roma 5:3-5 (TB)  Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Paulus menyebutkan "kesengsaraan " sebagai Keselamatan dalam Kristus.

Roma 8:28 (TB)  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Kesengsaraan adalah bagian dr segala sesuatu dalam Rom 8:28, yang Allah atur agar bekerja bersama untuk kebaikan.

Karena kita menerima kesengsaraan sebagai " jelmaan" kasih karunia dan kita dapat bermegah dalam hal itu.

Melalui kesengsaraan efek membunuh dr Salib Kristus atas diri alamiah kita diterapkan dalam diri kita oleh Roh Kudus, sehingga Yesus yang bangkit memiliki jalan menambahkan diriNya kedalam kita (  2 Kor 4: 16-18).

2 Korintus 4:16-18 (TB)  Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

 

2. MENJADI SEMPURNA

Waktu orang kristen mengalami pencobaan, orang beriman sangat perlu hikmat, dan hikmat dapat terbangun dalam diri seorang percaya yang dekat dengan Allah.

Sehingga dapat menghadapi situasi yang menghasilkan kematangan iman, membangun kepekaan suara roh yang membuat orang percaya mampu membedakan kehendak Tuhan atau bukan dan diberi kekuatan untuk melaksanakannya.

Dan yang paling penting juga berdoa memohon hikmat yang merupakan latihan iman, sebab  yang benar adalah doa adalah mempercayakan diri kepada Allah yang berkuasa dan berhikmat.

3. BERSYUKUR DAN  MAMPU MELIHAT RENCANA ALLAH (Ayub 2: 9-10).

Ayub 2:9-10 (TB)  Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"

Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Ayub memiliki karakter yang hidupnya sungguh2 takut akan Tuhan, sekalipun ia sangat kaya dan yang sangat diberkati.

Sungguh2 dan takut akan Tuhan tercermin dari kebiasaannya mempersembahkan korban dan menguduskan anak2nya.

Ini jelas menunjuk bahwa ayub seorang yang tekun dan ketekunan ini menolong dia untuk tetap setia dan percaya rencana Allah, sekalipun anak2nya mati, harta lenyap, bahkan tubuhnya juga harus menderita, tetapi ia tidak mengutuki Allahnya seperti yang dianjurkan oleh istrinya, karena ia mampu melihat rencana Allah dan bersyukur.

Roma 8:28 (TB)  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Pada akhirnya kita tau sekarang Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Rom 8: 28).

Kebaikan dari ayat ini tidak berhubungan dengan manusia, perkara/masalah, dan benda jasmani. Kebaikan disini mengacu kepada, LEBIH BANYAK MENDAPATKAN KRISTUS TERGARAP DALAM DIRI KITA, SEHINGGA KITA BISA DIUBAH  DAN AKHIRNYA DAPAT SERUPA DENGAN GAMBARNYA.(Rom 8:29).

Roma 8:29 (TB)  Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Biarlah kita terus bertekun untuk menghasilkan kemuridan Kristus. Tuhan Yesus memberkati💒

No comments: