No : GMIKA/Suara Penggembalaan/080921/GS
Judul : KARAKTER MURID YANG TERBENTUK
DARI KETEKUNAN.
Bacaan : Rom 5:3-5 dan Rom 8: 28-29
Syalom dan Eirene Jemaat Kurios Agung.
KARAKTER MURID YANG TERBENTUK DARI
KETEKUNAN:
1. TAHAN UJI (Rom 5: 3-5).
Roma 5:3-5 (TB) Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam
kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan
ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan
pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah
dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada
kita.
Paulus menyebutkan "kesengsaraan
" sebagai Keselamatan dalam Kristus.
Roma 8:28 (TB) Kita tahu sekarang,
bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi
mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan
rencana Allah.
Kesengsaraan adalah bagian dr segala
sesuatu dalam Rom 8:28, yang Allah atur agar bekerja bersama untuk kebaikan.
Karena kita menerima kesengsaraan
sebagai " jelmaan" kasih karunia dan kita dapat bermegah dalam hal
itu.
Melalui kesengsaraan efek membunuh dr
Salib Kristus atas diri alamiah kita diterapkan dalam diri kita oleh Roh Kudus,
sehingga Yesus yang bangkit memiliki jalan menambahkan diriNya kedalam kita
( 2 Kor 4: 16-18).
2 Korintus 4:16-18 (TB) Sebab itu kami tidak
tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun
manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi
kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada
penderitaan kami.
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang
tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak
kelihatan adalah kekal.
2. MENJADI SEMPURNA
Waktu orang kristen mengalami
pencobaan, orang beriman sangat perlu hikmat, dan hikmat dapat terbangun dalam
diri seorang percaya yang dekat dengan Allah.
Sehingga dapat menghadapi situasi yang
menghasilkan kematangan iman, membangun kepekaan suara roh yang membuat orang
percaya mampu membedakan kehendak Tuhan atau bukan dan diberi kekuatan untuk
melaksanakannya.
Dan yang paling penting juga berdoa
memohon hikmat yang merupakan latihan iman, sebab yang benar adalah doa adalah mempercayakan
diri kepada Allah yang berkuasa dan berhikmat.
3. BERSYUKUR DAN MAMPU MELIHAT
RENCANA ALLAH (Ayub 2: 9-10).
Ayub 2:9-10 (TB) Maka
berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam
kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"
Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti
perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau
menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan
bibirnya.
Ayub memiliki karakter yang hidupnya
sungguh2 takut akan Tuhan, sekalipun ia sangat kaya dan yang sangat diberkati.
Sungguh2 dan takut akan Tuhan
tercermin dari kebiasaannya mempersembahkan korban dan menguduskan anak2nya.
Ini jelas menunjuk bahwa ayub seorang
yang tekun dan ketekunan ini menolong dia untuk tetap setia dan percaya rencana
Allah, sekalipun anak2nya mati, harta lenyap, bahkan tubuhnya juga harus
menderita, tetapi ia tidak mengutuki Allahnya seperti yang dianjurkan oleh
istrinya, karena ia mampu melihat rencana Allah dan bersyukur.
Roma 8:28 (TB) Kita tahu
sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil
sesuai dengan rencana Allah.
Pada akhirnya kita tau sekarang Allah
turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang
mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah
(Rom 8: 28).
Kebaikan dari ayat ini tidak
berhubungan dengan manusia, perkara/masalah, dan benda jasmani. Kebaikan disini
mengacu kepada, LEBIH BANYAK MENDAPATKAN KRISTUS TERGARAP DALAM DIRI KITA,
SEHINGGA KITA BISA DIUBAH DAN AKHIRNYA
DAPAT SERUPA DENGAN GAMBARNYA.(Rom 8:29).
Roma 8:29 (TB) Sebab semua
orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula
untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi
yang sulung di antara banyak saudara.
Biarlah kita terus bertekun untuk
menghasilkan kemuridan Kristus. Tuhan Yesus memberkati💒
No comments:
Post a Comment