No : GMIKA/SuaraPenggembalaan/070821
Judul : "Yang Terbaik
bagiku"
Bacaan : Pengkhotbah 7:12 (TB) Karena
perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang
mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.
📝Didalam
hidup terkadang kita bertanya apa yang sebenarnya paling kita butuhkan hari
ini. Setiap orang memandang berbeda prioritas kebutuhan hidupnya. Saya memiliki
contoh ketiga orang di bawah yang sama-sama
seorang percaya Kristus, sebut saja:
1. Badu sangat membutuhkan kesuksesan dalam karier pekerjaannya
sehingga nanti dappat memperoleh kemapanan.
2. Narcisca sangat membutuhkan pasangan hidup seorang pria yang
mencintainya.
3. Pak Gede sangat membutuhkan ketegasan untuk mendidik anak-anaknya
yang nakal.
📝Maka
kita belajar bahwa melalui ayat di dalam kitab pengkhotbah di atas, kita
memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melihat ketiga contoh permasalahan di
atas. Badu sebetulnya tidak perlu melihat jauh kesuksesan, yang dia
butuhkan adalah hikmat Allah untuk menunjukkan etos seorang percaya dan
kualitas pekerjaan baik. Narcisca
sebetulnya tidak perlu mengharapkan seorang pria sempurna, tetapi dia perlu
Hikmat Allah untuk memiliki karakter dan kedalaman hati seorang wanita sehingga
dia dapat menjadi pasangan yang baik bagi pria tersebut. Pak Gede pun memerlukan Hikmat Allah untuk menjadi teladan mengajar
dan mendidik, serta mengasihi anak-anaknya sesuai porsinya. Hikmat Allah sangat
penting dalam kehidupan manusia, sebab tanpa hikmat kita bisa salah jalan dan
melewatkan banyak hal penting, dan dapat merugikan menyusahkan hidup kita.
📖bacalah:
1 Raja-raja 3:12 (TB) maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan
permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat
dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau,
dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.
📝Raja
Salomo adalah teladan yang baik dalam orientasi hidupnya dihadapan Allah.
Salomo tidak meminta kerajaan,kekayaan dan umur panjang dst. Hanya satu yang
Salomo minta kepada Allah dan itu diberikan kepada Salomo, yakni Hikmat Allah.
Sebab Salomo mengerti bahwa dia akan memimpin bangsa pilihan Allah sendiri.
Dari bagian Firman di atas kita juga dibukakan bahwa ternyata Hikmat tersebut berasal dari Allah dan hanya Allah yang
memilikiNya. Hikmat Allah bukan soal
pengetahuan teori dan kepintaran, tetapi Hikmat Allah sangat berkaitan dengan
pengalaman kehidupan rohani dengan Allah, kedewasaan iman dan kedalaman hati. Sama
seperti Salomo, Hikmat Allah terletak pada sikap hati yang benar, kedekatan dengan
sumber Hikmat sehingga membuat seseorang berpengertian dan bijaksana.
Ayub 28:28 (TB) tetapi kepada manusia Ia berfirman:
Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah
akal budi."
Amsal 9:10 (TB) Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan
mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.
Mazmur 111:10 (TB) Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN,
semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya
tetap untuk selamanya.
Oleh karenanya ada banyak orang
pintar banyak yang gagal, tetapi orang yang memiliki Hikmat Allah lebih besar
peluang untuk berhasil, beruntung dalam hidupnya memutuskan banyak hal yang
penting dan perlu karena ada pertimbangan dan pertolongan Tuhan. Ini sebenarnya
definisi hikmat yang Tuhan mau kita miliki.
📖bacalah:
1 Korintus 1:30 (TB) Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus
Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan
menguduskan dan menebus kita.
📝Yesus
Kristus adalah Hikmat Allah utama, yang menjadi acuan kita berjalan. Tanpa
Kristus, manusia tidak akan mampu mengenali Allah apalagi memperoleh Hikmat.
Kita semua orang percaya membutuhkan satu hal yang benar-benar kita perlukan
dalam hidup, yakni Hikmat dan Sabda Firman, pimpinan Roh Kudus dalam otortitas
GerejaNya. Milikilah hidup persekutan yang saling meneguhkan dan mengkonfirmasi
kebenaran Firman, supaya kita memiliki kepekaan akan Hikmat Allah dan
pengalaman rohani sehingga hidup kita teratur dan terarah kepada Kristus.
📖bacalah:
Efesus 5:15-17 Karena itu, perhatikanlah
dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi
seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini
adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu
bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
📝Kata
waktu didalam bagian ayat diatas bukan kronos, tapi menggunakan kata kairos, atau saat yang tepat dan benar
yg Tuhan berikan sebagai kesempatan bagi kita. Pakailah waktu anugerah ini ini
untuk bertumbuh kearah Kristus dan berjaga jagalah sebab hari-hari ini jahat.
Jangan sia-siakan waktu kita untuk hal-hal yang merusak, sebab waktu tidak dapat terulang
kembali ! Tetapi kerjakanlah keselamatanmu. Kehendak Allah tidak selalu
sama dengan kehendak kita, tetapi percayalah bahwa kehendak Allah bagi kita
adalah yang terbaik, yang paling penting
dan paling kita perlukan, sesuai waktunya Tuhan. Hikmat Allah inilah yang
menolong kita memahami kehendak Tuhan.
No comments:
Post a Comment