Thursday, 2 September 2021

SP 39 070821 "Yang Terbaik bagiku"

 

No       : GMIKA/SuaraPenggembalaan/070821

Judul    : "Yang Terbaik bagiku"

Bacaan :  Pengkhotbah 7:12 (TB)  Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.

 

📝Didalam hidup terkadang kita bertanya apa yang sebenarnya paling kita butuhkan hari ini. Setiap orang memandang berbeda prioritas kebutuhan hidupnya. Saya memiliki contoh ketiga orang di bawah yang sama-sama  seorang percaya Kristus, sebut saja:

 

1. Badu sangat membutuhkan kesuksesan dalam karier pekerjaannya sehingga nanti dappat memperoleh kemapanan.

2. Narcisca sangat membutuhkan pasangan hidup seorang pria yang mencintainya.

3. Pak Gede sangat membutuhkan ketegasan untuk mendidik anak-anaknya yang nakal.

 

📝Maka kita belajar bahwa melalui ayat di dalam kitab pengkhotbah di atas, kita memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melihat ketiga contoh permasalahan di atas.  Badu sebetulnya tidak perlu melihat jauh kesuksesan, yang dia butuhkan adalah hikmat Allah untuk menunjukkan etos seorang percaya dan kualitas pekerjaan baik. Narcisca sebetulnya tidak perlu mengharapkan seorang pria sempurna, tetapi dia perlu Hikmat Allah untuk memiliki karakter dan kedalaman hati seorang wanita sehingga dia dapat menjadi pasangan yang baik bagi pria tersebut. Pak Gede pun memerlukan Hikmat Allah untuk menjadi teladan mengajar dan mendidik, serta mengasihi anak-anaknya sesuai porsinya. Hikmat Allah sangat penting dalam kehidupan manusia, sebab tanpa hikmat kita bisa salah jalan dan melewatkan banyak hal penting, dan dapat merugikan menyusahkan hidup kita.

 

📖bacalah: 1 Raja-raja 3:12 (TB)  maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.

 

📝Raja Salomo adalah teladan yang baik dalam orientasi hidupnya dihadapan Allah. Salomo tidak meminta kerajaan,kekayaan dan umur panjang dst. Hanya satu yang Salomo minta kepada Allah dan itu diberikan kepada Salomo, yakni Hikmat Allah. Sebab Salomo mengerti bahwa dia akan memimpin bangsa pilihan Allah sendiri. Dari bagian Firman di atas kita juga dibukakan bahwa ternyata Hikmat tersebut  berasal dari Allah dan hanya Allah yang memilikiNya. Hikmat Allah bukan soal pengetahuan teori dan kepintaran, tetapi Hikmat Allah sangat berkaitan dengan pengalaman kehidupan rohani dengan Allah, kedewasaan iman dan kedalaman hati. Sama seperti Salomo, Hikmat Allah terletak pada sikap hati yang benar, kedekatan dengan sumber Hikmat sehingga membuat seseorang berpengertian dan bijaksana.

Ayub 28:28 (TB)  tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi."

Amsal 9:10 (TB)  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Mazmur 111:10 (TB)  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Oleh karenanya ada banyak orang pintar banyak yang gagal, tetapi orang yang memiliki Hikmat Allah lebih besar peluang untuk berhasil, beruntung dalam hidupnya memutuskan banyak hal yang penting dan perlu karena ada pertimbangan dan pertolongan Tuhan. Ini sebenarnya definisi hikmat yang Tuhan mau kita miliki.

 

📖bacalah: 1 Korintus 1:30 (TB)  Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.

 

📝Yesus Kristus adalah Hikmat Allah utama, yang menjadi acuan kita berjalan. Tanpa Kristus, manusia tidak akan mampu mengenali Allah apalagi memperoleh Hikmat. Kita semua orang percaya membutuhkan satu hal yang benar-benar kita perlukan dalam hidup, yakni Hikmat dan Sabda Firman, pimpinan Roh Kudus dalam otortitas GerejaNya. Milikilah hidup persekutan yang saling meneguhkan dan mengkonfirmasi kebenaran Firman, supaya kita memiliki kepekaan akan Hikmat Allah dan pengalaman rohani sehingga hidup kita teratur dan terarah kepada Kristus.

 

📖bacalah: Efesus 5:15-17 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.  Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

 

📝Kata waktu didalam bagian ayat diatas bukan kronos, tapi menggunakan kata kairos, atau saat yang tepat dan benar yg Tuhan berikan sebagai kesempatan bagi kita. Pakailah waktu anugerah ini ini untuk bertumbuh kearah Kristus dan berjaga jagalah sebab hari-hari ini jahat. Jangan sia-siakan waktu kita untuk hal-hal yang merusak, sebab waktu tidak dapat terulang kembali ! Tetapi kerjakanlah keselamatanmu. Kehendak Allah tidak selalu sama dengan kehendak kita, tetapi percayalah bahwa kehendak Allah bagi kita adalah yang terbaik, yang paling penting dan paling kita perlukan, sesuai waktunya Tuhan. Hikmat Allah inilah yang menolong kita memahami kehendak Tuhan.

No comments: