Friday, 17 September 2021

71 SP 160921 Hormati Kekudusan Allah

 

No : GMIKA/Suara Penggembalaan/160921/HTS

Judul : Hormati Kekudusan Allah

Bacaan :

- 2 Samuel 6:3-7

- Efesus 5:27-30

 

Eirene,

Selamat pagi Ibu Gembala dan Seluruh Jemaat Tuhan.. πŸ™πŸΌπŸ’’

 

1.  Dalam Perjanjian Lama, Tabut Perjanjian/Tabut Allah merupakan tempat di mana Allah dapat bertemu dengan umat-Nya. Selain itu juga merupakan tanda kehadiran Allah, kekudusan Allah, dan Kemuliaan Allah di antara bangsa Israel.

 

Keluaran 25:22 (TB)

"Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau, ...Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel."

 

Kehadiran Tabut Allah membawa hadirat Tuhan kemanapun bangsa Israel berjalan. Hal itu membuat mereka menyadari bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah dimana Tuhan sendiri yang memimpin perjalanan mereka dan hadir ditengah-tengah mereka. 

Oleh sebab itu, dalam 2 Samuel 6:7 (TB) 

"Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu."

πŸ”ΉUza mencoba menjamah kekudusan Allah dengan kekuatan manusia. Namun Allah tidak berkenan dengan cara itu, lalu Allah membunuh Uza.

Allah sangat menjaga Kekudusan/KesucianNya.

 

2. Dalam Perjanjian baru, Keberadaan Tabut Allah menjadi sebuah pengingat bagi orang percaya bahwa

- Sejak awal Tuhan ingin berada di tengah-tengah umatNya.

- Dia ingin sebuah hubungan yang intim dengan manusia,

- Dia ingin berbicara langsung kepada umatNya.

 

Itulah sebabnya Allah menjadi manusia dalam wujud Yesus Kristus, dan menebus manusia di kayu salib. Supaya yang percaya kepadaNya diselamatkan dan Tuhan kembali tinggal di tengah-tengah kehidupan manusia melalui kehadiran Roh Kudus.

 Jadi, dalam PB Kekudusan Allah/Kemuliaan Allah/Harga diri Allah/ sudah dinyatakan sempurna dalam diri Tuhan Yesus Kristus.

 

Mulai karyaNya di bumi, mati, bangkit, dan naik ke Sorga, pada akhirnya kini Tuhan Yesus telah berdiam dalam diri percaya/jemaat.

 

3. Lalu, sekarang bagaimana kita dapat menghormati Kekudusan Allah?

Efesus 5:29 (TB)

"Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,"

 

Yesus Kristus sebgai perwujudan Kekudusan Allah sekarang berdiam dalam diri orang percaya / jemaat yang ada tubuhNya sendiri.

Jadi,

Menghormati Kekudusan Allah = Menghormati Kristus = Menghormati tubuhNya Menghormati jemaat/GerejaNya

 

Selamat beraktivitas..

Tuhan Yesus memberkati.. πŸ™πŸΌπŸ’’

No comments: