No :
GMIKA/SuaraPenggembalaan/090721/MS
Judul :
Bacaan : - Matius 25:1-13
- I Tesalonika 5:1-11;
1 Tesalonika 5:8 TSI "Tetapi kita adalah anak-anak terang,
jadi hendaklah kita menguasai diri kita sendiri. Karena kita sedang berperang
melawan iblis. Dan hendaklah kita memakai alat-alat perang yang ada pada kita.
Biarlah keyakinan kita kepada Yesus dan kasih kepada saudara-saudari seiman
menjadi seperti baju besi yang melindungi hati kita. Dan biarlah keyakinan
bahwa kita pasti diselamatkan menjadi seperti topi perang."
Sering kita mendengar kalimat : "Sejarah akan selalu berulang" tapi berbicara waktu dan kesempatan tidaklah
demikian; Waktu kronos di bumi yang kita jalani tidak lah berputar dan berulang
(reinkarnasi) melainkan seperti garis linear (lurus)
yang sedang dan pasti menuju kepada titik akhir. Alkitab jelas mengatakan bahwa
akan ada hari akhir di bumi ini menuju pada waktu Kekekalan dimana Anak Allah,
Yesus Kristus akan menyatakan diriNYA yang kedua sebagai Raja dengan
PenghakimanNYA.
Pelita dan minyak sama-sama tersedia bagi semua orang,
namun yang membedakan adalah apakah mengambilnya dan memastikannya cukup dimiliki
sebab ada konsekuensi waktu yang terbatas Matius 25:8 (TB) Gadis-gadis yang bodoh
berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari
minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Matius 25:10 (TB)
Akan
tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan
mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan
kawin, lalu pintu ditutup. Posisi kita sebagai murid adalah berjaga-jaga artinya
mengetahui fokus dan tujuan
hidupnya bagi Dia yang akan
datang, tidak peduli pada waktu kita masih ada atau setelah kita selesai di
bumi ini, tetapi yang Allah mau adalah kita tetap dalam posisi menantikan dan kedapatan sedang mengerjakan
kehendakNYA.
Tidak ada satu manusia pun yang tau hari Tuhan tersebut,
yang artinya berakhir waktu dan kesempatan manusia untuk meresponi dan
mengerjakan Kehendak Tuhan. Pelita dan Minyak adalah bicara Firman dan Roh Kudus yang begitu penting harus kita miliki serta
memastikannya tersedia dalam setiap hidup dan hari-hari kita;
3 hal yang melindungi kita selama di bumi :
1 Tesalonika 5:8 (TB) Tetapi kita, yang
adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih,
dan berketopongkan pengharapan keselamatan.
1. Keyakinan pada Yesus (Iman=Percaya Penuh)
2. Kasih kepada saudara-saudara seiman
3. Pengharapan kepada Yesus.
Dua hal pertama seperti baju zirah besi yang menjaga dan
melindungi posisi dan sikap hati kita dan yang ketiga seperti topi perang yang
menjaga kepala/pikiran kita dari ketakutan dan kekuatiran selama hidup.
1. Keyakinan atau Iman Percaya Penuh kepada Kristus
adalah dasar bagi Allah mencurahkan Roh Kudus Nya bertahta dan menanggulangi
diri kita.
2. Kasih Kepada saudara adalah segala kemampuan yang
Allah telah berikan untuk kita kerjakan bagi sesama terlebih saudara seiman
untuk saling meneguhkan dan menguatkan.
3. Pengharapan
adalah pijakan-pijakan iman hari demi hari yang membawa kita bergantung sepenuhnya
kepada Allah
Oleh karenanya hendaklah kita bersemangat dan saling
membangun sebab Allah tidak menetapkan kita ditimpa murka tetapi untuk beroleh
keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
1 Tesalonika 5:9 (TB) Karena Allah tidak
menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh
Yesus Kristus, Tuhan kita, Doa kita pagi ini, semoga kita baik-baik dan sehat-sehat
saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwa kita baik-baik saja.
Amin.
3 Yohanes 1:2 (TB) Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.
No comments:
Post a Comment