No: GMIKA/BS/170616/21.30wib/AEP/MieGoreng
Judul :
Kej 1:26-27
Kejadian 1:26 "Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,..." Kata "Kita" adalah bentuk pernyataan Allah dalam bentuk jamak. Salah satu dari Tritunggal adalah Anak Manusia. Allah menciptakan gambar dan rupa bentuk manusia saat itu adalah karena Allah mempunyai kehendak awal untuk diam dalam manusia. Kehendak awal Allah adalah bahwa Allah tidak ingin sendiri (Allah mencari teman di dunia) untuk dibawa dalam kekekalan KemuliaanNya
Manusia dibentuk seperti bejana dari tanah liat. Bejana secara tubuh sangat lemah, tetapi fungsinya kuat, yaitu dapat menampung benda /zat lain (sesuatu) dan apa yang akan ditampung, kita sendiri yang akan tentukan. Manusia jika bukan dari "tanah liat" akan susah bertemu Tuhan.
Kekristenan adalah Allah menjadi manusia, datang kepada manusia supaya manusia ditinggali dan mengenal Allah dan manusia menjadi manusia Allah. Kekristenan juga mengajarkan kita, bahwa manusia tidak boleh dalam keadaan tunggal, keadaan tunggal hanya saat kelahiran ,tetapi selanjutnya menjadi satu dengan Allah. Sesuatu yang bersifat selalu tunggal bukan kekristenan.
Hidup yang saleh itu adalah pilihan, seperti murid yang dihasilkan/dibentuk bukan dilahirkan. Kelahiran kita itu sifatnya buruk dan naturnya dosa, sebab itu jangan marah jika ada yang menegur kekurangan kita karena itu bagian proses pemurnian. Biarlah diri kita dimuridkan dalam Yesus agar kelahiran kita yg sifatnya dosa dapat di kikis.
Kel 3:2-4 "Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya.....semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api." Api itu adalah seperti Tuhan sendiri dalam bentuk malaikat. Semak duri itu adalah Musa/kita. Seperti bejana tanah liat yang rentan (insani), tetapi saat didiami Tuhan, tidak semena-mena dibakar/dihancurkan karena diberi hidup oleh Tuhan.
Yohanes 5:19-20 ".....Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa......" Sama seperti manusia, Yesus juga adalah manusia rohani yang mengerjakan pekerjaan di bumi.
Kegagalan kita karena sebagai manusia kita "keras". Tetapi kegagalan dapat dipakai TUHAN untuk kita bertemu Tuhan. Ada orang yang cukup ditekan 1000 Kg sudah cukup untuk ketemu TUHAN, namun ada pula harus 2000Kg baru bisa pecah dan diremukkan, tergantung kelahiran kita kerasnya seperti apa.
Halangan bertemu TUHAN bukanlah apa yang kita tidak bisa dan mampu lakukan, tapi justru apa yg kita BISA LAKUKAN adalah penghalang terbesar untuk kita bisa bertemu Tuhan. Jadi mari bersyukur kalau kita kedapatan sering lemah dan tak berdaya, sebab sesungguhnya sudah mendekati TUHAN. (GS).
No comments:
Post a Comment