No : GMIKA/SuaraPenggembalaan/240821/JK
Judul : "Gereja Yang Taat dan Takut akan Tuhan"
Bacaan : 2 Raja-raja 4:1-7, 8-37
Dalam kisah ini diceritakan tentang 2 Orang Perempuan yang berbeda Status Sosial, namun mendapatkan Keselamatan dan Pertolongan Tuhan Tepat pada Waktunya.
Perempuan Pertama, adalah Seorang Janda Miskin, Isteri dari seorang Nabi. Sepeninggal Sang Suami, ia mengalami kesusahan dalam hal ekonominya yang mengakibatkan kesusahan yang sedemikian rupa. Kematian suaminya meninggalkan hutang yang banyak sehingga mengakibatkan datangnya penagih hutang yang akan mengambil anak-anaknya untuk dijadikan budak sebagai pelunas hutangnya. Perempuan ini datang kepada orang yang tepat, yaitu kepada Nabi Elisa, yang pada masa itu dipilih Tuhan sebagai Penyambung Lidah Allah.
Dan pada waktu itu ia datang kepada Nabi Elisa, meminta pertolongan Tuhan melalui Nabi Elisa. Perempuan ini datang kepada otoritas yang tepat untuk mendapatkan pertolongan dan Tuhan Berkenan kepada Perempuan ini. Perempuan ini adalah isteri yang takut akan Tuhan, ia menghormati Nabi Elisa, dan ia Taat kepada Tuhan melalui melakukan apa yang Nabi Elisa katakan kepadanya, dan apa yang terjadi Tuhan membuat Mukjizat melalui sedikit Buli-buli minyak yang ia miliki, diubahkan menjadi banyak, sehingga dapat dijual dan dapat menolong Perempuan itu untuk melunasi hutang-hutangnya bahkan nabi Elisa mengatakan kepada Perempuan itu, bahwa ia dan anak-anaknya mendapatkan kelebihan uang dari penjualan minyak, kemudian ia dan anak-anaknya dikatakan dapat hidup melalui sisa uang yang ia dapatkan dari penjualan minyak itu.
Perempuan yang Kedua, adalah seorang perempuan kaya yang berasal dari daerah Sunem, Ia adalah "Perempuan yang takut akan Tuhan." Perempuan ini dan suaminya beberapa kali bahkan sering menerima kedatangan Elisa dan menyambutnya serta memberi makan dan bahkan sampai menyediakan kamar khusus bagi Elisa untuk beristirahat, sebab ia tahu bahwa Elisa adalah Abdi Allah yang Kudus(Nabi).
Karena Kebaikkan Perempuan ini Elisa tergerak hatinya oleh belas kasihan kepada perempuan ini dan bertanya apa yang bisa ia bantu untuk membalas Kebaikkan dari perempuan ini, dan perempuan ini tidak mengharapkan balasan apapun dari Elisa, sebab ia menganggap dirinya hanya hamba saja, yang menghormati Nabi Elisa sebagai utusan Tuhan.
Sikap perempuan ini sangat dihargai oleh Nabi Elisa sehingga sikap Nabi Elisa pun sama, Ia hanya mau berbuat kebaikan bagi perempuan ini, dan Elisa mendapatkan jawaban dari Gehazi bujangnya, bahwa perempuan ini belum mempunyai keturunan, lalu Nabi Elisa memanggil perempuan ini dan berkata bahwa perempuan ini tahun depan akan memiliki seorang anak laki-laki, dan Ternyata memang benar bahwa perempuan ini merindukan seorang anak/keturunan bagi keluarga mereka, namun sepertinya perempuan ini menyadari bahwa ia tidak mungkin memiliki keturunan sebab jika mereka memiliki seorang anak pun, ia takut bahwa akan kehilangan anak, sehingga ia berkata kepada Nabi Elisa, jika memang ia dipercaya untuk memiliki anak, ia tidak ingin diberi "harapan kosong" dengan berkata kepada Nabi Elisa : "Janganlah Tuanku ya Abdi Allah, janganlah berdusta kepada hambamu ini !"
Dan ternyata betul bahwa tahun depannya Nabi Elisa ketika datang kembali ke rumah perempuan ini ia mendapatkan bahwa ia telah memiliki seorang anak laki-laki dan setelah beberapa tahun kemudian anak itu bertambah besar, namun disuatu siang tiba-tiba anak itu mengalami sakit kepala dan mati. Lalu sedihlah perempuan Sunem itu dan teringat kepada Nabi Elisa, bahwa ia tidak ingin diberikan "harapan kosong" sebab ia tidak ingin kehilangan anak itu.
Lalu perempuan itu pergi mencari Nabi Elisa dan menjumpai Nabi Elisa serta memohonkan agar Nabi Elisa untuk ikut bersama Perempuan itu dan berharap Anak itu dapat dibangkitkan dari kematiannya. Singkatnya Elisa pergi bersama perempuan itu dan akhirnya Anak laki-laki dari perempuan itu dapat hidup kembali.
Dari 2 Kisah perempuan ini kita dapat 2 pengertian/pelajaran :
1. Bahwa perempuan-perempuan (isteri) yang taat dan takut akan mendapatkan pembelaan Tuhan serta mendapatkan Anugerah Keselamatan dan pertolongan Tuhan tepat pada Waktunya.
2. Perempuan (seorang isteri) adalah gambaran Gereja, Artinya setiap Gereja (Kaya atau Miskin) asalkan Gereja mau Taat dan Takut akan Tuhan sebagai Esensi dari Keberadaannya Ditengah-tengah dunia ini, maka Gereja akan mendapatkan Perkenanan dan Keselamatan serta pertolongan Tuhan tepat pada waktuNya.
Amin. Selamat Berkarya bagi DIA dan menjadi Gereja yang Taat dan Takut akan Tuhan.🙏🏻🙂
No comments:
Post a Comment