No : GMIKA/SuaraPenggembalaan/030721/JK
Judul : "Menentukan
Arah dan Tujuan hidup yang benar"
Bacaan : Filipi 3:7-14
Sekarang ini, banyak orang yang kehilangan arah
hidupnya, tidak jelas dan tersesat. Mereka tidak mengerti apa tujuan hidup ini.
Mereka bekerja, bersekolah atau studi, berkarir, menikah dan berkeluarga,
mencari nafkah, dan melakukan segala kegiatan tanpa mengerti untuk apa semua
itu dilakukan.
Pada umumnya, semua itu dilakukan untuk
memuaskan keinginannya sendiri dan dunia hari ini dengan arus
teknologi yang sedemikian deras dan hebatnya membawa manusia pada suatu arah
dan tujuan yang semakin jauh dari Kristus. Suatu hari, ketika menghadap takhta
pengadilan Kristus, barulah sadar bahwa hidup mereka ternyata sia-sia.
Selama di dunia, mereka menjalani hidupnya tanpa
Arah dan Tujuan yang benar. Mereka tidak hidup untuk melakukan keinginan
Kristus, tetapi keinginan diri sendiri dan Mereka bisa kelihatan sebagai
orang baik-baik, bahkan pergi bergereja, menjadi aktivis, bahkan menjadi pendeta.
Tetapi sebenarnya arah hidup mereka bukan kepada Kristus. (2 Tim. 3:2-7).
Sebab, selama seseorang merasa berhak memiliki keinginan diri sendiri, arah
hidupnya bukanlah Kristus. Ini adalah persoalan yang terbesar dalam kehidupan
kita.
Tuhan Yesus berkata, Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia
tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti
nyawanya? Maksud perkataan Tuhan
ini adalah apakah artinya seseorang dapat memuaskan diri dengan segala
pencapaiannya kalau pada akhirnya binasa. Sebagai orang percaya/ beriman kita
harus memiliki fokus hanya kepada Kristus, sehingga kita mengerti Arah
dan Tujuan hidup kita serta berjalan kearah yang benar dan dapat sampai
pada Tujuan Akhir yang benar dan sempurna.
Mari Bp/Ibu serta Sdr/i yang terkasih dalam
Kristus kita, saya mengajak agar kita senantiasa mengevaluasi kehidupan kita
apakah hidup kita sudah berkenan di hadapan Kristus ? Mari arahkan seluruh
hidup kita kepada Arah dan Tujuan yang benar agar kita sampai kepada
yang Kristus mau
No comments:
Post a Comment