No
: GMIKA/SuaraPenggembalaan/080721/MS
Judul : Allah adalah Kasih
Bacaan : Yesaya 46:1-13, Efesus 1-3-6, 9
Yesaya 46:3-4 TB ”...hai orang-orang yang Kudukung sejak
dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. Sampai
masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu.
Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan
menyelamatkan kamu.
1 Yohanes 4:8 (TB)
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah
kasih. Sehingga wujud dan penyataan Allah adalah sepenuhnya Kasih. Kutipan Firman
dari Kitab Yesaya di atas menggambarkan wujud dan penyataan Allah di dalam
rencana KasihNYA;
1. Allah yang merencanakan Kasih
2. Allah yang mengerjakan rencana KasihNYA
3. Allah yang menyelesaikan rencana KasihNYA
Di dalam KekekalanNYA (sebelum permulaan Penciptaan) Allah telah menetapkan rencana KasihNYA dalam AnakNya. Efesus 1:9
(TB) Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita,
sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula
telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus. Karya Penciptaan adalah wujud rencana
KasihNya dan manusia ditentukan sebagai Sang penerima penuh
Kasih Allah bahkan menerima berkat rohani di dalam sorga / "spiritual blessing"
Efesus 1:3 (TB) Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus
Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat
rohani di dalam sorga. Sejak Karya Penciptaan hingga sekarang Allah tetap
"bekerja" Yohanes 5:17 (TB) Tetapi Ia berkata
kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja
juga." artinya KemuliaanNYA mengerjakan rencana KasihNya sekalipun
dosa / pemberontakan baik di sorga (malaikat
jatuh), dan di bumi (Adam-Hawa),
yang bukan termasuk dalam rencanaNYA, seolah menggagalkan rencana KasihNya,
namun Allah tidak pernah membatalkan rencana KasihNYA.
Inkarnasi dan Salib Kristus Yesus adalah wujud Allah menyelesaikan sekaligus menegaskan rencana KasihNYA dan membuktikan bahwa Kasih tidak pernah gagal (love never fails). Kata "menggendong" (sabal_ibrani) artinya sama dengan seorang ibu hamil yang membawa anak nya bukan di luar dirinya, melainkan di dalam dirinya; Kasih Allah bagi kita dikatakan sejak kita sebelum, di dalam kandungan hingga masa tua/putih rambut, Dia Sang Immanuel bagi kita. Begitu mulia Kasih dari Pihak Allah, membangun Kesadaran hidup di dalam pengertian ini, sejatinya membawa diri kita setiap hari ke arah mengasihi, mencintai dan semakin bergairah untuk mengenal DIA yang telah, sedang dan senantiasa mengasihi kita.
No comments:
Post a Comment