Thursday, 2 September 2021

SP 56 300821 "Allah Tahu Membedakan"

No   : GMIKA/SuaraPenggembalaan/300821/SA

Judul  : "Allah Tahu Membedakan"

 

Bacaan:

Kejadian 4:3-4 (TB) Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

 

📝Peristiwa Kain dan Habel diatas memiliki banyak makna yang dalam. Setidaknya dari bagian ini, untuk kali pertama Alkitab mencatat bagaimana manusia ciptaan memberikan persembahan kepada Allah meski belum ada hukum yang menetapkan. Dalam bahasa ibrani, persembahan memakai kata minchâh yang berarti hadiah, suguhan atau pemberian.

 

📝Konteks hari ini, ketika kita memberikan hadiah atau berkorban kepada seseorang dimulai dengan inisiatif dari kita. Selanjutnya pasti kita mengenal dan berhubungan dengan orang tersebut. Demikian halnya Kain dan Habel, persembahan mereka didasari dengan bagaimana Allah terlebih dahulu menolong mereka meski mereka telah dibuang dari Taman Eden karena dosa.

Kejadian 4:1 (TB)  Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."

Adam Hawa serta anak-anak nya, Kain dan Habel masih diijinkan untuk mengusahakan tanah yang baik dimana Adam diciptakan dari debu tanah tersebut diluar Taman Eden

Kejadian 3:23 (TB)  Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

Pekerjaan Kain dan Habel menghasilkan buah yang baik, untuk itu mereka mempersembahkan korban syukur kepada Allah.

 

Lalu mengapa Allah hanya berkenan kepada persembahan Habel dibanding Kain?

📖 bacalah : Lukas 21:4 (TB)  Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.

📝Kain dan Habel sama-sama berinisatif berkorban sebagai tanda ucapan syukur bagi Allah, tetapi Kain gagal mengenal dan berhubungan dengan Allah. Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya. Akibatnya, Kain dikuasai amarah dan membunuh Habel sehingga Allah membuat semua usaha Kain sulit

Kejadian 4:12 (TB)  Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi."

Tetapi oleh pengenalan dan hubungan yang benar akan Allah Habel mempersembahkan anak sulung kambing dombanya, lemak-lemaknya, yang berarti bagian terbaik dari apa yang Habel usahakan sebagai bukti keberpihakan Habel kepada Allah. Inilah Iman Habel

Ibrani 11:4 (TB)  Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

sama seperti kesaksian iman seorang janda tersebut, bahwa sebenarnya dia kekurangan dan memerlukan uang serta perlu ditolong, namun memilih mempersembahkan seluruh nafkahnya (hidup, kepentingan, kebutuhan) bagi Bait Suci Tuhan. Habel dan juga Janda tersebut adalah teladan bagi kita supaya mempercayakan seluruh hidup kepada pemeliharaan Allah. Yang terpenting bagi Allah adalah bukan seberapa banyak kita mampu mempersembahkan dan memberi, tetapi bagaimana kita mempercayakan seluruh hidup dan kesungguhan kita dihadapanNya, setia mengusahakan yang terbaik, memberikan dampak berkat bagi diri kita dan berbuah juga menolong memberkati sesama kita dalam seluruh pengenalan kita akan Allah dalam Kristus.

Hosea 6:6 (TB)  Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.

 

📖 bacalah: Imamat 27:30 (TB)  Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.

📝Sesungguhnya Allah tidak kurang suatu apapun sehingga manusia sanggup mengusahakan memberikan sesuatu untuk menyenangkan Hati Nya. Sebab Dialah Allah sumber segalanya yang Maha memiliki. Namun melalui Kejadian Kain dan Habel, mengajarkan kepada kita bahwa Allah tahu membedakan setiap sikap hati dan ketaatan kita. Manusia seringkali salah menilai, palsu dan tidak mampu melihat, tetapi Dia Allah yang menguji ketulusan kita. Maka siapapun kita, apapun latar belakang kita, bersyukurlah dan persembahkanlah seluruh bagian terbaik hidup kita dihadapanNya sebagai kesaksian Iman dan Bukti Kasih Allah didalam Kristus tinggal dalam kita, bukan supaya dilihat manusia. Tetapi bawalah diri kita dalam ketaatan dan kerendahan hati dihadapan Allah yang menyelidiki setiap hati yang paling dalam supaya persembahan kita berasal dari pengenalan akan Allah dan ucapan syukur atas pemeliharaan Nya, sehingga berbuah ketaatan bagi diri kita dan apa yang kita miliki (baik itu berkat rohani maupun persembahan materiil) memberi dampak buah yang baik bagi sesama Tubuh Kristus, bagi Hormat Kemuliaan NamaNya. Amin


No comments: