No : GMIKA/SuaraPenggembalaan/060721/SA
Judul :
Kekudusan Bagian 1
Bacaan : Ibrani 12:14 (TB) Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan
kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Mazmur 24:3-5 (TB) Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN?
Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang
bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada
penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari
TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Shalom selamat pagi jemaat Kristus, hari ini
saya akan berbagi berkat mengenai satu hal esensi dalam diri Allah, yakni
kekudusan. Kekudusan adalah hakekat Allah, semua agama mengajarkan kesalehan,
kebaikan, dst. Tetapi bukan kekudusan. Kekudusan yang dimaksud adalah
proses bagaimana kita kembali kepada tujuan semula kita dicipta yakni menjadi
segambar dan serupa Allah. Kekudusan melahirkan kesalehan dan kebaikan bukan
sebaliknya. Kekudusan adalah identitas Allah kita, dan tidak bisa
ditemui di sembarang tempat.
Bagaimana menjadi kudus?
1 Petrus 3:13-15 (TB) Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap
kamu, jika kamu rajin berbuat baik? Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga
karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa
yang mereka takuti dan janganlah gentar. Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam
hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi
pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab
dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah
lembut dan hormat, Dalam bagian ini berkat
yang saya ingin sampaikan kepada kita semua di ayat 15 bahwa kuduskanlah
Kristus dalam hatimu berarti kita sedang membuat Kristus yang utama/special/
membedakan Kristus dalam hati kita ( set apart = bedakan / NIV). Dalam
bahasa aslinya PL (ibrani qadosh) atau dalam bahasa Yunani (hagios) yang
artinya bedakan. Maka bedakan dan khususkan satu tempat di hatimu,
berelasi lah denganNya, bersihkan dan jaga hanya aku dan Kristus saja
disitu.
Dibagian Perjanjian Lama di kitab Raja-Raja,
saya memiliki contoh bagaimana seseorang salah mengaplikasikan kekudusan. Yang
dia cari adalah kesalehan dan kebaikan dengan harapan dia selamat, Bukan dari
kekudusan. Yakni dari Yoab,seorang kepala pasukan di zaman Daud yang membelot
di zaman Salomo (1 raja raja 2:28-34). Kita tidak dapat menemukan Hidup
seperti yang Yoab lakukan dengan memegang tanduk-tanduk altar dengan kesalehan.
Yoab berharap hidup dari kesalehan, tapi bukan dari hidup kekudusan.
Akhirnya Yoab tetap mati dibunuh oleh Benaya bin Yoyada pasukan Salomo.
Kembali di 1 petrus 3:13-15, bagian ayat ini
mengajarkan kepada kita makna kebaikan yang berbeda dari Kekristenan, bahwa
perbuatan baik kita bukan saja menyelamatkan, namun juga mendatangkan belas
kasih dan pembelaan Tuhan sebab itulah yang Tuhan kehendaki. Meski telah
berbuat baik namun ada penderitaan datang, kita akan berbahagia, karena kita berhasil
membedakan Kristus dalam hidup kita. Sekali lagi, kekudusan melahirkan
kesalehan dan perbuatan baik. Tidak berlaku kebalikannya.
No comments:
Post a Comment