Thursday, 16 September 2021

67 SP 110921 Ketekunan sebagai suatu energi menghadirkan Kemulian Kristus

 

No : GMIKA/Suara Penggembalaan/110921/DK

Judul : Ketekunan sebagai suatu energi menghadirkan Kemulian Kristus

Bacaan : Rom 5:1-5

 

 

Roma 5:1-5 (TB)  Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita

Shalom...

Selamat Pagi Ibu Gembala dan seluruh jemaat GMI Kurios Agung...

Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Jika ada pertanyaan seperti ini, apa sih yang menjadi impian besar orang percaya? Tentu impian besar orang percaya adalah berjumpa dengan Yesus dalam kemulianNya!

Tetapi kenyataan banyak orang Kristen yang tidak mau hidup mengkhususkan diri untuk Kristus. Sehingga ketika datang masa sulit banyak orang mengalami keguguran iman.

Surat Paulus kepada jemaat Roma bukanlah sebuah surat penggembalaan biasa. Sebab dalam isi surat itu Rasul Paulus sedang membuka dan menyingkapkan sebuah dimensi rohani yang dalam tentang bagaimana dampak seseorang mengalami perjumpaan dengan Kemuliaan Kristus sehingga memampukan seseorang memberi segalanya untuk sang Kristus sekalipun sedang menghadapi dan hidup dalam penderitaan. Dan hal itu terbukti mana kala Rasul Paulus harus menyerahkan nyawaNya untuk mati dipenggal dikota Roma.

Jika kita perhatikan bagian surat Roma diatas diayat yang ke tiga Rasul Paulus menyatakan suatu ketegasan bahwa setiap orang percaya yang akan menerima dan menyaksikan Kemulian Kristus harus bermegah dalam kesengsaraan.

 

1. Apa maksud dari bermegah dalam kesengsaraan?

Tentu kita masih ingat perkataan Yesus dibukit "Berbahagialah  orang yang dianiaya oleh karena kebenaran". Bukankah perkataan Yesus diatas adalah dua hal yang bertolak belakang.

Bermegah - καυχωμεθα (kaucomai) = sukacita

Kesengsaraan - θλιψις (thlipsis) = penganiayaan penderitaan atau masalah.

 

Bukankah kita semua orang percaya baik yang tua muda maupun anak-anak tiap tiap hari kita selalu dihadapkan pada sebuah masalah. Tetapi Rasul Paulus meminta kita dalam menghadapi berbagai persoalan kita tetap bersukacita atau jangan sampai kita kehilangan sukacita.

 

Mengapa orang percaya dalam menghadapi persoalan harus  bersukacita karena dalam sukacita ada sebuah energi yang membuat kita menjadi pribadi yang tetap antusias dan bergairah sekalipun banyak menghadapi persoalan. Bukan menjadi pribadi yang mudah menyerah.

Dan ketika kita bergairah dan antusias  maka kita akan menjadi pribadi yang Tekun.

Ketekunan menggunakan kata ὑπομονή "hupomone" artinya kesabaran, ketabahan

Jadi Rasul Paulus hendak menekankan suatau hukum bahwa bagi orang percaya semakin banyak menghadapi persoalan dan penderitaan seharusnya semakin bersungguh-sungguh mencari Tuhan itu artinya "Kesengsaraan harus membuat kita semakin dekat dengan Tuhan" atau dengan kata lain "Tuhan tak pernah meninggalkan kita dalam kesengsaraan"

 

2. Lalu apa maksudnya Ketekunan menimbulkan tahan uji ?

Tahan uji dalam bahasa Yunani  δοκιμη "dokime" yang artinya percaya, pembuktian, kesanggupan, karakter yang diinginkan.

Tahan uji erat hubungannya dengan kata percaya dan pembuktian. Maka untuk melihat kita ini adalah benar2 orang percaya atau tidak, kita harus menghadapi persoalan. Dan respon kita dalam mengahadapi persoalan dapat menunjukkan apakah kita benar-benar dekat dengan Tuhan atau tidak.

Karena sama seperti emas, untuk mendapatkan kemuliaan pada emas, emas harus diuji dalam perapian. Tetapi percayalah selama proses pengujian itu ditangan orang yang tepat.  Maka hasil akhirnya tetap sebuah kemuliaan.

Itu artinya Ketekunan dan kesabaran kita dalam mengerjakan kebenaran Firman akan membawa kita pada sebuah karakter Ilahi yaitu KEMULIAAN KRISTUS.

 

3. Lalu apa maksud tahan uji menimbulkan pengharapan

Pengharapan menggunakan kata ἐλπίς "elpis" yang artinya kepercayaan, harapan, keyakinan

Dan pada ahirnya Kemulian Kristus akan membuat kita memiliki Hope pengharapan dan keyakinan akan pemeliharaan Allah (providensia) sampai kita Mesuk dalam kekekalan bersama Kristus.

Tuhan Yesus memberkati

Tim Penggembalaan

No comments: