No : GMIKA/Suara Penggembalaan/110921/DK
Judul : Ketekunan sebagai suatu energi
menghadirkan Kemulian Kristus
Bacaan : Rom 5:1-5
Roma 5:1-5 (TB) Sebab itu,
kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah
oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih
karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam
pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam
kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan
ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan
pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah
dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada
kita
Shalom...
Selamat Pagi Ibu Gembala dan seluruh
jemaat GMI Kurios Agung...
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan
kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan
ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Jika ada pertanyaan seperti ini, apa sih yang menjadi impian besar orang
percaya? Tentu impian besar orang percaya adalah berjumpa dengan Yesus dalam
kemulianNya!
Tetapi kenyataan banyak orang Kristen
yang tidak mau hidup mengkhususkan diri untuk Kristus. Sehingga ketika datang
masa sulit banyak orang mengalami keguguran iman.
Surat Paulus kepada jemaat Roma
bukanlah sebuah surat penggembalaan biasa. Sebab dalam isi surat itu Rasul Paulus sedang membuka dan
menyingkapkan sebuah dimensi rohani yang dalam tentang bagaimana dampak
seseorang mengalami perjumpaan dengan Kemuliaan Kristus sehingga memampukan
seseorang memberi segalanya untuk sang Kristus sekalipun sedang menghadapi dan
hidup dalam penderitaan. Dan hal itu terbukti mana kala Rasul Paulus harus
menyerahkan nyawaNya untuk mati dipenggal dikota Roma.
Jika kita perhatikan bagian surat Roma
diatas diayat yang ke tiga Rasul Paulus menyatakan suatu ketegasan bahwa setiap
orang percaya yang akan menerima dan menyaksikan Kemulian Kristus harus bermegah dalam kesengsaraan.
1. Apa maksud dari bermegah dalam kesengsaraan?
Tentu kita masih ingat perkataan Yesus
dibukit "Berbahagialah orang yang
dianiaya oleh karena kebenaran". Bukankah perkataan Yesus diatas adalah
dua hal yang bertolak belakang.
Bermegah - καυχωμεθα (kaucomai) = sukacita
Kesengsaraan - θλιψις (thlipsis) = penganiayaan penderitaan atau
masalah.
Bukankah kita semua orang percaya baik
yang tua muda maupun anak-anak tiap tiap hari kita selalu dihadapkan pada
sebuah masalah. Tetapi Rasul Paulus meminta kita dalam menghadapi berbagai
persoalan kita tetap bersukacita atau jangan sampai kita kehilangan sukacita.
Mengapa orang percaya dalam menghadapi
persoalan harus bersukacita karena dalam
sukacita ada sebuah energi yang membuat kita menjadi pribadi yang tetap
antusias dan bergairah sekalipun banyak menghadapi persoalan. Bukan menjadi
pribadi yang mudah menyerah.
Dan ketika kita bergairah dan
antusias maka kita akan menjadi pribadi
yang Tekun.
Ketekunan menggunakan kata ὑπομονή "hupomone" artinya
kesabaran, ketabahan
Jadi Rasul Paulus hendak menekankan
suatau hukum bahwa bagi orang percaya semakin banyak menghadapi persoalan dan
penderitaan seharusnya semakin bersungguh-sungguh mencari Tuhan itu artinya
"Kesengsaraan harus membuat kita
semakin dekat dengan Tuhan" atau dengan kata lain "Tuhan tak pernah
meninggalkan kita dalam kesengsaraan"
2. Lalu apa maksudnya Ketekunan menimbulkan tahan uji ?
Tahan uji dalam bahasa Yunani
δοκιμη "dokime" yang artinya percaya, pembuktian, kesanggupan,
karakter yang diinginkan.
Tahan uji erat hubungannya dengan kata
percaya dan pembuktian. Maka untuk melihat kita ini adalah benar2 orang percaya
atau tidak, kita harus menghadapi persoalan. Dan respon kita dalam mengahadapi
persoalan dapat menunjukkan apakah kita benar-benar dekat dengan Tuhan atau
tidak.
Karena sama seperti emas, untuk mendapatkan kemuliaan pada emas, emas
harus diuji dalam perapian. Tetapi percayalah selama proses pengujian itu
ditangan orang yang tepat. Maka hasil
akhirnya tetap sebuah kemuliaan.
Itu artinya Ketekunan dan kesabaran kita dalam mengerjakan kebenaran Firman akan
membawa kita pada sebuah karakter Ilahi yaitu KEMULIAAN KRISTUS.
3. Lalu apa maksud tahan uji menimbulkan pengharapan
Pengharapan menggunakan kata ἐλπίς "elpis" yang artinya
kepercayaan, harapan, keyakinan
Dan pada ahirnya Kemulian Kristus akan
membuat kita memiliki Hope pengharapan dan keyakinan akan pemeliharaan Allah
(providensia) sampai kita Mesuk dalam kekekalan bersama Kristus.
Tuhan Yesus memberkati ✝
Tim Penggembalaan
No comments:
Post a Comment