Shalom, Selamat Pagi dan Eirene Ibu Gembala Sidang serta jemaat Tuhan.
Suara Penggembalaan
Selasa, 21 September 2021
Bacaan Firman :
- Mazmur 119:164:176
- Yohanes 14:13-14;
*"Berdoa dengan benar"*
_"Aku berpegang pada titah-titah-Mu dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu. Biarlah teriakku sampai ke hadapan-Mu, ya Tuhan; berilah aku pengertian sesuai dengan firman-Mu."_
Mazmur 119:168-169 TB
Doa dalam istilah umum bahasa Ibrani disebut "tefilah" dalam bahasa Yunani "proseukhomai" / "deomenoi" / "aiteo" yang secara umum diartikan :
- meminta
- memohon belas kasihan
- mengemis
- memuji
- bersyukur
- mengagungkan
Di dalam pengertian doa secara umum di atas, hampir semua agama memiliki "perangkat" yg sama sebagai wujud upaya "berhubungan" diri nya dengan yg "ilahi" (lebih dari dirinya);
Lalu apa yg membedakan dengan doa dalam Iman Kristen!!!
> Ditujukan kepada satu2 nya Allah yg Benar dan Hidup.
(Mazmur 119:169)
> Dalam pengertian seturut kehendakNYA
(Mazmur 119:168b)
Daud adalah tokoh dalam Perjanjian Lama yg mewarisi teladan doa yg intens dan dinamis, tercatat mayoritas dalam 150 pasal kitab Mazmur berisi doa Daud kepada Allah;
Tujuh kali dalam sehari kehidupan Doa Raja Daud, bukan hanya secara hurufiah; tujuh kali, tujuh jam atau tujuh menit (durasi); tetapi dalam pengertian yg dalam sebab angka 7 dalam tradisi Yahudi adalah angka yg sempurna _*(milik dan bagi Allah)*_ yg artinya Daud memiliki pengalaman Doa yg sempurna di dalam pengertian sepenuhnya kepada dan bagi Allah tidak hanya dalam kondisi baik/tenang namun juga dalam kondisi sulit/mengalami pergumulan;
Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dalam Alkitab, tetapi jika jemaat semua membaca dengan perlahan dan seksama ayat demi ayat dalam pasal ini dapat kita lihat bersama rahasia dan porsi unsur/bagian2 doa yg keluar dari pribadi yg merindukan dan bergantung penuh kepada Tuhan.
Dapat kita temukan unsur doa dalam pasal tsb :
> Kerinduan mencariNYA
> Kesadaran diri dan pengakuan dosa
> Pengakuan dan Pujian kepada Allah
> Permohonan di dalam ketundukan kepada kehendakNYA melalui FirmanNYA;
Sejak Perjanjian Lama dan seterusnya maka Doa yg benar ditujukan dan di dalam kesadaran akan kehendakNYA di dalam nama AnakNYA, Yesus Kristus;
Hambatan Doa :
> bertemu diri sendiri
> terperangkap kepada keinginan dan list permohonan pribadi (bertele-tele);
Inti Berdoa adalah sebuah proses mengalami "persekutuan" dengan Kristus Yesus Tuhan kita, sebab kepada Dia lah, Bapa telah menyerahkan baik pengenalan dan segala sesuatunya;
Di dalam doa lah kita belajar mempertemukan kerelaan kita *selaras* dengan Kerelaan Allah bagi kita supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak melalui hidup kita.
Selamat berlatih dan hidup dalam Doa dan FirmanNYA.
Selamat dan Semangat berkarya bagiNYA.
Tuhan Yesus Menolong dan Memberkati kita.
_Tim Penggembalaan_
No comments:
Post a Comment