Thursday, 2 September 2021

SP 23 220721 MS

No       : GMIKA/SuaraPenggembalaan/220721/MS

Judul   :

Bacaan : - 2 Tawarikh 2;, Mazmur 139:1-12;, 1 Korintus 3:16;

 

2 Tawarikh 2:6 TB "Tetapi siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku hendak mendirikan suatu rumah bagi Dia, kecuali sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya?"

 

Terlepas dari segala dosa dan pelanggaran nya, Salomo menjalankan apa yang menjadi kehendak Allah bagi umatNYA, yaitu dengan mendirikan "Rumah Tuhan" / Rumah untuk Nama Tuhan. Dalam ketaatannya tersebut, Allah memberikan pengertian pula kepada Salomo akan KeMahahadiran (Maha Berada) KeMAHAbesaran NYA Allah, Salomo sadar dan mengerti bahwa tidak ada sebuah ruangan sebesar apapun yang dapat manusia buat untuk menempatkan Allah bersemayam;

Sebab KeMAHAbesaranNYA adalah sebesar langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit. Artinya adalah Allah Maha Besar, keberadaanNYA melampaui/tak terbatas ruang dan waktu yang ada di alam semesta ciptaan ini;

Sifat keMahaan Allah (Mazmur 139) :

1.      Omniscince : Allah Maha Tahu / Allah sumber pengetahuan dan mengetahui segala sesuatu / masa (ayat 1-6);

2.      Omnipresence : Allah Maha Hadir / Allah berada di mana saja (ayat 7-10);

3.      Omnipotent : Allah Maha Kuasa / Allah berkuasa atas segala sesuatu (ayat 11-12)

 

Lalu mengapa Allah berkehendak untuk didirikan bagiNYA sebuah tempat, ternyata bukan bagi Allah, melainkan pengertiannya adalah Allah mau "tempat khusus" bagi umatNya untuk membaktikan dirinya kepada Allah. Esensi Bait Allah (Rumah Allah) adalah tubuh manusia kita dan Gereja Tuhan  1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Allah mau tubuh manusia kita dan GerejaNYA menjadi "tempat khusus" untuk membaktikan hidup kita yaitu:

Ø  Membakar ukupan dari wangi-wangian artinya pujian (sukacita) dan ucapan syukur (sejahtera) naik bagi dan dari Allah;

Ø  Tertata roti sajian artinya hidup dan menghidupi FirmanNya;

Ø  Mempersembahkan korban Bakaran pagi dan sore artinya Penyembahan dan Penyerahan diri Total bagi Allah).

Ketiga hal tersebut adalah wujud kehidupan Kekristenan kita dalam mengerjakan Keselamatan selama di bumi yang adalah gambaran kelak di sorga :

1.      Memuji dan naikkan syukur atas Keselamatan dan Pemeliharaan Tuhan.

2.      Memiliki Firman dan menghidupi FirmanNYA setiap hari.

3.      Penyeraharan diri total bagi Allah (dinikmati Allah dan sesama tubuhNYA)

 

3 Yohanes 1:2 "Doa kita pagi ini, semoga kita baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwa kita baik-baik saja."

Amin.

 


No comments: