Thursday, 2 September 2021

SP 29-31 28-300721 Rancangan-KU bagi kamu.

 

No:GMIKA/SuaraPenggembalaan/28-300721/EFW

Judul : Rancangan-KU bagi kamu (Bagian 1)

 

Shalom...

Selamat Pagi Mami dan Jemaat GMI Kurios Agung...

 

Eirene bagi kita semua…

 

Yeremia 29:11 (TB) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

 

Yeremia 29 ini merupakan surat yang dikirim oleh nabi Yeremia dari Yerusalem kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada imam-imam, kepada nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat bangsa Yehuda yang telah diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar dari Yerusalem ke Babel (Yer 29:1).

 

Nasihat kepada Orang-orang Buangan di Babel. Untuk membuat orang-orang itu tenang dan tenteram di dalam pembuangan. Dalam suratnya, Yeremia memberikan mereka pengarahan berikut:

1) Mereka harus hidup secara normal, membangun rumah, menikah, dan mengusahakan kesejahteraan atau kemakmuran kota di mana TUHAN menempatkan mereka, karena mereka tidak akan kembali ke tanah perjanjian hingga genap 70 tahun (Yer 29:7,10)

 

2) Mereka tidak boleh mendengarkan para nabi palsu yang meramalkan bahwa masa pembuangan itu akan singkat (Yer 29:8-9).

 

3) Mereka yang tertinggal di Yerusalem akan menderita dengan hebat karena tetap memberontak terhadap TUHAN (Yer 29:15-19).

 

4) Dua nabi palsu akan dibunuh karena hidup dalam perzinahan dan memalsukan Firman TUHAN (Yer 29:21-23).

 

5) Pada akhir 70 tahun penawanan, kaum sisa itu akan sungguh-sungguh mencari TUHAN untuk pemulihan; Ia akan menjawab doa syafaat mereka karena rencana-rencana-Nya bagi mereka (ayat Yer 29:10-14).

 

Mereka yang hidup dalam pembuangan sesungguhnya adalah orang-orang yang TUHAN pisahkan dari bangsanya (TUHAN sendiri yang mengirim mereka dari Yerusalem ke Babel ay. 20), yang tidak mendengarkan perkataan TUHAN.

Karena ada rancangan TUHAN yang harus dinyatakan bagi bangsa Yehuda.

 

Bagi yang tetap diam di Yerusalem, TUHAN akan menghukum mereka dengan segala

kengerian sebagai ganjaran karena tidak mendengarkan perkataan TUHAN yang telah terus

menerus TUHAN sampaikan supaya mereka berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat (ay.

16-19).

 

Pembuangan itu bukan sebentar, tapi 70 tahun.

 

Sementara ada nabi-nabi yang bernubuat palsu bahwa pembuangan itu hanya sebentar,

bahkan nabi Semaya bernubuat palsu (bukan atas pengutusan TUHAN), membuat bangsa

Yehuda percaya kepada dusta yang dibuatnya dan mengajak bangsa itu murtad

(memberontak) terhadap TUHAN dengan tidak mempercayai surat Yeremia atas

pengutusan TUHAN bagi bangsa itu.

 

Nabi Semaya dan seluruh keturunannya, tidak ada seorang pun dari keluarganya akan diam

di tengah-tengah bangsa Yehuda untuk melihat yang baik yang akan TUHAN lakukan

kepada umat-Nya.

 

Bangsa Yehuda diminta TUHAN untuk menantikan TUHAN di Babel (tempat pembuangan),

setelah genap 70 tahun barulah TUHAN akan memperhatikan mereka dan mengembalikan

mereka ke Yerusalem.

 

No: GMIKA/SuaraPenggembalaan/290721/EFW

Judul : Rancangan-KU bagi kamu (Bagian 2)

Shalom...

Selamat Pagi Mami dan Jemaat GMI Kurios Agung...

 

Eirene bagi kita semua....

 

Yeremia 29:11 merupakan penekanan TUHAN bagi bangsa Yehuda bahwa TUHAN yang paling tahu rancangan-rancangan yang ada padaNya mengenai bangsa itu. Jeremiah 29:11 (UKJV) For I know the thoughts that I think toward you, says the LORD, thoughts of peace, and not of evil, to give you an expected end.

 

Rancangan TUHAN bagi bangsa Yehuda adalah:

  1. Rancangan damai sejahtera (KJV: thoughts of peace; NIV: plans to prosper you). Rancangan TUHAN adalah Rancangan damai sejahtera (KJV: thoughts of peace). Damai sejahtera → peace → shalom → completeness. Shalom berasal dari Bahasa Ibrani yang artinya sejahtera, tidak ada yang hilang, tidak ada perpecahan, kesehatan dan kelengkapan. Kata Shalom berkonotasi tentang sebuah keutuhan hidup, yaitu tentang "kesejahteraan, kesehatan, keamanan, kemakmuran, keutuhan, integritas dan kesempurnaan". TUHAN mau bangsa Yehuda alami kehidupan yang utuh sesuai kehendak TUHAN dan di dalam perlindungan TUHAN. Keutuhan hidup, hidup yang sesungguhnya, bahkan mempunyainya dalam segala kelimpahan (prosper). Hidup yang bergantung penuh kepada TUHAN, sebagai Pemilik mereka.
  2. Bukan rancangan kecelakaan (KJV: not of evil; NIV: not to harm you). Rancangan TUHAN bukanlah rancangan kecelakaan dan bukan untuk mencelakakan. Berbeda dengan rancangan si jahat (pencuri) yang hanya ingin mencelakakan manusia (mencuri dan membunuh dan membinasakan). Yohanes 10:10 (TB) Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
  3. Memberikan hari depan yang penuh harapan (KJV: give you an expected end; NIV: give you hope and future). Hari depan yang penuh harapan (KJV: give you an expected end). Expected dalam bahasa Ibrani adalah tiqvah, yang asal katanya dari Qavah. Qavah (קוה ,(berarti harapan (berharap)), juga berarti “Menunggu”, atau “keadaan menunggu” yang berelasi dengan kata Qav, artinya tali. Ketika seutas tali ditarik dengan kencang, maka akan menghasilkan ketegangan (kencang) sampai tali itu dilepaskan kembali. Maka dapat diartikan bahwa hidup dalam Qavah atau hidup yang berpengharapan adalah Perasaan “tegang” dan impian di dalam menanti-nanti sesuatu untuk terjadi. Qavah memiliki arti menanti-nantikan TUHAN (melekat). Menantikan TUHAN berarti kita berharap penuh kepada Tuhan. Tidak setengah-setengah, karena hanya kepadaNya saja kita berharap. Ada banyak orang berharap, namun seberapa banyak yang berharap penuh kepada TUHAN?

 

Expected end berarti akhir yang diharapkan, akhir yang ditunggu, akhir yang diimpikan. Bukan akhir seperti keinginan kita, tapi akhir versinya TUHAN, sebagai Pemilik Hidup kita. Biarlah rohmu menyala-nyala senantiasa di dalam TUHAN dan nantikanlah Dia! Mari menantikan TUHAN dengan sabar, yakni melakukan sesuatu dengan cara TUHAN dan waktu TUHAN.

 

(Tambahan dari catatan Kotbah Ibu Gembala Sidang Minggu, 11 April 2021) 

Sikap yg harus kita miliki sebagai orang yang menanti-nantikan TUHAN adalah:

  1. Kafah, melekat, bind us together, mengikatkan diri, bersatu, saling mengikat.
  2. Memiliki keyakinan (kita tau siapa yg bersama kita).
  3. Memiliki pengharapan.

 

Umat Israel dibuang ke Babel selama 70th, karena banyak hal yang TUHAN mau kerjakan.

Supaya:

A. TUHAN mau memperkenalkan siapa DiriNya.

B. Bangsa Yehuda mengenal siapa TUHAN, Allah mereka dan berharap kepadaNya.

 

Kita tidak tau sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Tapi satu hal yang pasti, pengharapan kita hanya ada di dalam TUHAN YESUS yang tahu dan telah menyediakan rancangan terbaik bagi kita.

 

Jangan pernah mencurigai TUHAN untuk setiap hal yang diperbuatNya bagi kita.

 

(Bersambung....)

 

No: GMIKA/SuaraPenggembalaan/300721/EFW

Judul : Rancangan-KU bagi kamu (Bagian 3_akhir)

Shalom...

Selamat Pagi Mami dan Jemaat GMI Kurios Agung...

 

Eirene bagi kita semua....

 

Mari terus menanti-nantikan TUHAN (Qavah, melekat kepadaNya). Menanti-nantikan TUHAN menyatakan rencanaNya. Karena TUHAN tidak mungkin ijinkan sesuatu terjadi dalam hidup kita jika tidak ada maksud di dalamnya.

 

Setiap kita mengalami sesuatu dalam hidup kita, terutama hal yang tidak mengenakkan, kita harus percaya bahwa semua itu pasti ada akhirnya (tidak akan berlangsung selamanya). Kita tidak perlu tahu kapan akhirnya atau ingin segera cepat-cepat berakhir, tetapi mari kita nikmati saja prosesnya. Karena proses tidak mungkin atau tidak pernah menghianati hasil. Dari peristiwa itu bangsa Yehuda diberikan kesempatan untuk memiliki pengalaman bersama TUHAN. Pengalaman mengenal, percaya, berharap dan bergantung penuh pada TUHAN, yang

adalah Pemilik Hidup mereka.

 

Pengalaman untuk mengenal TUHAN.

Pengalaman untuk mencari dan menemukan TUHAN Allah yang telah disembah oleh nenek moyang mereka. TUHAN Allah yang telah membebaskan mereka dengan tanganNya yang kuat dan perkasa dari perbudakan di Mesir. Pada akhirnya mereka berbalik mencari TUHAN dan memohon pemulihan pada TUHAN saja. Karena mereka tahu bahwa tidak ada yang dapat melepaskan mereka selain TUHAN sendiri (Yer 29:12-14).

 

Expected end yang TUHAN mau bukan supaya penderitaan kita segera berakhir, tapi supaya kita semakin depend kepadaNya, qavah, melekat, manunggal denganNya (mencariNya, melibatkanNya dalam setiap aspek kehidupan kita). Tujuan tertinggi TUHAN bagi kita adalah supaya kita:

1. MengenalNya.

2. Berharap kepadaNya.

 

Karena jika kita tidak mengenal TUHAN, kita tidak mungkin bisa berharap kepadaNya. Penderitaan/masalah/sakit penyakit pasti akan berlalu dan berakhir. Tapi jika kita tidak belajar sesuatu (mengenal TUHAN kita) selama proses itu, maka sesungguhnya sia-sia kesempatan yang TUHAN berikan untuk kita mengenalNya. Sesungguhnya dalam setiap penderitaan yang kita alami, TUHAN sedang memperkenalkan DiriNya secara Pribadi kepada setiap kita.

 

TUHAN mau kita membangun hubungan denganNya. Ada mezbah doa yang dinaikkan tiap-tiap hari, untuk memohon anugerahNya. Waktu kita berdoa kepada TUHAN, ini merupakan bukti bahwa kita melibatkan TUHAN dalam kehidupan kita. Sebagai bukti ketergantungan kita kepadaNya. Bahwa tanpa TUHAN, kita bukan siapa-siapa dan tidak mampu berbuat apa-apa. Ada satu kalimat indah yang sangat memberkati saya, yang dibagikan oleh Bpk. Daniel Widianto di rapat Tim Penggembalaan,

 

DOA memberikan KEBERANIAN membuat KEPUTUSAN yang BENAR di masa sulit, dan

memberikan KEYAKINAN untuk menyerahkan AKIBAT KEPUTUSAN itu kepada TUHAN.

 

Mari bangun kehidupan doa pribadi kita dengan TUHAN YESUS. Libatkan TUHAN YESUS dalam seluruh kehidupan kita. Apapun masalah, pergumulan kita, itu hanya alat yang TUHAN pakai dan ijinkan untuk kita alami supaya kita semakin mengenalNya dan menanti-nantikanNya (Qavah, melekat, berharap kepadaNya). Karena hanya mereka yang menanti-nantikan TUHAN lah yang akan mendapatkan kekuatan baru.

 

Yesaya 40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

 

(Tambahan catatan dari Suara Penggembalaan Minggu, 25 Juli 2021)

DOA

Doa adalah pertemuan dengan kebenaran, pertemuan dengan kasih, pertemuan dengan terang yang membuat ROH menyala-nyala dan bergairah.

 

Tuhan Yesus menolong kita semua 🙏🏻🙏🏻

 

 


No comments: