No:GMIKA/SuaraPenggembalaan/28-300721/EFW
Judul : Rancangan-KU bagi kamu (Bagian 1)
Shalom...
Selamat Pagi Mami dan
Jemaat GMI Kurios Agung...
Eirene bagi kita semua…
Yeremia 29:11 (TB) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku
mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan
bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh
harapan.
Yeremia 29 ini merupakan
surat yang dikirim oleh nabi Yeremia dari Yerusalem kepada tua-tua di antara
orang buangan, kepada imam-imam, kepada nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat
bangsa Yehuda yang telah diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar dari
Yerusalem ke Babel (Yer 29:1).
Nasihat kepada
Orang-orang Buangan di Babel. Untuk membuat orang-orang itu tenang dan tenteram
di dalam pembuangan. Dalam suratnya, Yeremia memberikan mereka pengarahan
berikut:
1) Mereka harus hidup
secara normal, membangun rumah, menikah, dan mengusahakan kesejahteraan atau
kemakmuran kota di mana TUHAN menempatkan mereka, karena mereka tidak akan
kembali ke tanah perjanjian hingga genap 70 tahun (Yer 29:7,10)
2) Mereka tidak boleh
mendengarkan para nabi palsu yang meramalkan bahwa masa pembuangan itu akan
singkat (Yer 29:8-9).
3) Mereka yang
tertinggal di Yerusalem akan menderita dengan hebat karena tetap memberontak
terhadap TUHAN (Yer 29:15-19).
4) Dua nabi palsu akan
dibunuh karena hidup dalam perzinahan dan memalsukan Firman TUHAN (Yer 29:21-23).
5) Pada akhir 70 tahun
penawanan, kaum sisa itu akan sungguh-sungguh mencari TUHAN untuk pemulihan; Ia
akan menjawab doa syafaat mereka karena rencana-rencana-Nya bagi mereka (ayat
Yer 29:10-14).
Mereka yang hidup dalam
pembuangan sesungguhnya adalah orang-orang yang TUHAN pisahkan dari bangsanya
(TUHAN sendiri yang mengirim mereka dari Yerusalem ke Babel ay. 20), yang tidak
mendengarkan perkataan TUHAN.
Karena ada rancangan
TUHAN yang harus dinyatakan bagi bangsa Yehuda.
Bagi yang tetap diam di
Yerusalem, TUHAN akan menghukum mereka dengan segala
kengerian sebagai
ganjaran karena tidak mendengarkan perkataan TUHAN yang telah terus
menerus TUHAN sampaikan
supaya mereka berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat (ay.
16-19).
Pembuangan itu bukan
sebentar, tapi 70 tahun.
Sementara ada nabi-nabi
yang bernubuat palsu bahwa pembuangan itu hanya sebentar,
bahkan nabi Semaya
bernubuat palsu (bukan atas pengutusan TUHAN), membuat bangsa
Yehuda percaya kepada
dusta yang dibuatnya dan mengajak bangsa itu murtad
(memberontak) terhadap
TUHAN dengan tidak mempercayai surat Yeremia atas
pengutusan TUHAN bagi
bangsa itu.
Nabi Semaya dan seluruh
keturunannya, tidak ada seorang pun dari keluarganya akan diam
di tengah-tengah bangsa
Yehuda untuk melihat yang baik yang akan TUHAN lakukan
kepada umat-Nya.
Bangsa Yehuda diminta
TUHAN untuk menantikan TUHAN di Babel (tempat pembuangan),
setelah genap 70 tahun
barulah TUHAN akan memperhatikan mereka dan mengembalikan
mereka ke Yerusalem.
No: GMIKA/SuaraPenggembalaan/290721/EFW
Judul : Rancangan-KU
bagi kamu (Bagian 2)
Shalom...
Selamat Pagi Mami dan
Jemaat GMI Kurios Agung...
Eirene bagi kita
semua....
Yeremia 29:11 merupakan
penekanan TUHAN bagi bangsa Yehuda bahwa TUHAN yang paling tahu
rancangan-rancangan yang ada padaNya mengenai bangsa itu. Jeremiah 29:11 (UKJV)
For I know the thoughts that I think toward you,
says the LORD, thoughts of peace, and not of evil, to give you an expected end.
Rancangan TUHAN bagi
bangsa Yehuda adalah:
- Rancangan damai sejahtera (KJV:
thoughts of peace; NIV: plans to prosper you). Rancangan TUHAN adalah
Rancangan damai sejahtera (KJV: thoughts of peace). Damai sejahtera →
peace → shalom → completeness. Shalom berasal dari Bahasa Ibrani yang
artinya sejahtera, tidak ada yang hilang, tidak ada perpecahan, kesehatan
dan kelengkapan. Kata Shalom berkonotasi tentang sebuah keutuhan hidup,
yaitu tentang "kesejahteraan, kesehatan, keamanan, kemakmuran,
keutuhan, integritas dan kesempurnaan". TUHAN mau bangsa Yehuda alami
kehidupan yang utuh sesuai kehendak TUHAN dan di dalam perlindungan TUHAN.
Keutuhan hidup, hidup yang sesungguhnya, bahkan mempunyainya dalam segala
kelimpahan (prosper). Hidup yang bergantung penuh kepada TUHAN, sebagai
Pemilik mereka.
- Bukan rancangan kecelakaan
(KJV: not of evil; NIV: not to harm you). Rancangan TUHAN bukanlah
rancangan kecelakaan dan bukan untuk mencelakakan. Berbeda dengan
rancangan si jahat (pencuri) yang hanya ingin mencelakakan manusia
(mencuri dan membunuh dan membinasakan). Yohanes 10:10 (TB) Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan
membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya
dalam segala kelimpahan.
- Memberikan hari depan yang
penuh harapan (KJV: give you an expected end; NIV: give you hope and
future). Hari depan yang penuh harapan (KJV: give you an expected end).
Expected dalam bahasa Ibrani adalah tiqvah, yang asal katanya dari Qavah.
Qavah (קוה ,(berarti harapan (berharap)), juga berarti “Menunggu”, atau
“keadaan menunggu” yang berelasi dengan kata Qav, artinya tali. Ketika
seutas tali ditarik dengan kencang, maka akan menghasilkan ketegangan
(kencang) sampai tali itu dilepaskan kembali. Maka dapat diartikan bahwa
hidup dalam Qavah atau hidup yang berpengharapan adalah Perasaan “tegang”
dan impian di dalam menanti-nanti sesuatu untuk terjadi. Qavah memiliki
arti menanti-nantikan TUHAN (melekat). Menantikan TUHAN berarti kita
berharap penuh kepada Tuhan. Tidak setengah-setengah, karena hanya
kepadaNya saja kita berharap. Ada banyak orang berharap, namun seberapa
banyak yang berharap penuh kepada TUHAN?
Expected end berarti
akhir yang diharapkan, akhir yang ditunggu, akhir yang diimpikan. Bukan akhir
seperti keinginan kita, tapi akhir versinya TUHAN, sebagai Pemilik Hidup kita.
Biarlah rohmu menyala-nyala senantiasa di dalam TUHAN dan nantikanlah Dia! Mari
menantikan TUHAN dengan sabar, yakni melakukan sesuatu dengan cara TUHAN dan
waktu TUHAN.
(Tambahan dari catatan
Kotbah Ibu Gembala Sidang Minggu, 11 April 2021)
Sikap yg harus kita
miliki sebagai orang yang menanti-nantikan TUHAN adalah:
- Kafah, melekat, bind us
together, mengikatkan diri, bersatu, saling mengikat.
- Memiliki keyakinan (kita tau
siapa yg bersama kita).
- Memiliki pengharapan.
Umat Israel dibuang ke
Babel selama 70th, karena banyak hal yang TUHAN mau kerjakan.
Supaya:
A. TUHAN mau memperkenalkan
siapa DiriNya.
B. Bangsa Yehuda
mengenal siapa TUHAN, Allah mereka dan berharap kepadaNya.
Kita tidak tau sampai
kapan pandemi ini akan berakhir. Tapi satu hal yang pasti, pengharapan kita
hanya ada di dalam TUHAN YESUS yang tahu dan telah menyediakan rancangan
terbaik bagi kita.
Jangan pernah mencurigai
TUHAN untuk setiap hal yang diperbuatNya bagi kita.
(Bersambung....)
No:
GMIKA/SuaraPenggembalaan/300721/EFW
Judul : Rancangan-KU
bagi kamu (Bagian 3_akhir)
Shalom...
Selamat Pagi Mami dan
Jemaat GMI Kurios Agung...
Eirene bagi kita
semua....
Mari terus
menanti-nantikan TUHAN (Qavah, melekat kepadaNya). Menanti-nantikan TUHAN
menyatakan rencanaNya. Karena TUHAN tidak mungkin ijinkan sesuatu terjadi dalam
hidup kita jika tidak ada maksud di dalamnya.
Setiap kita mengalami
sesuatu dalam hidup kita, terutama hal yang tidak mengenakkan, kita harus
percaya bahwa semua itu pasti ada akhirnya (tidak akan berlangsung selamanya).
Kita tidak perlu tahu kapan akhirnya atau ingin segera cepat-cepat berakhir,
tetapi mari kita nikmati saja prosesnya. Karena proses tidak mungkin atau tidak
pernah menghianati hasil. Dari peristiwa itu bangsa Yehuda diberikan kesempatan
untuk memiliki pengalaman bersama TUHAN. Pengalaman mengenal, percaya, berharap
dan bergantung penuh pada TUHAN, yang
adalah Pemilik Hidup
mereka.
Pengalaman untuk
mengenal TUHAN.
Pengalaman untuk mencari
dan menemukan TUHAN Allah yang telah disembah oleh nenek moyang mereka. TUHAN
Allah yang telah membebaskan mereka dengan tanganNya yang kuat dan perkasa dari
perbudakan di Mesir. Pada akhirnya mereka berbalik mencari TUHAN dan memohon
pemulihan pada TUHAN saja. Karena mereka tahu bahwa tidak ada yang dapat
melepaskan mereka selain TUHAN sendiri (Yer 29:12-14).
Expected end yang TUHAN
mau bukan supaya penderitaan kita segera berakhir, tapi supaya kita semakin
depend kepadaNya, qavah, melekat, manunggal denganNya (mencariNya,
melibatkanNya dalam setiap aspek kehidupan kita). Tujuan tertinggi TUHAN bagi
kita adalah supaya kita:
1. MengenalNya.
2. Berharap kepadaNya.
Karena jika kita tidak
mengenal TUHAN, kita tidak mungkin bisa berharap kepadaNya.
Penderitaan/masalah/sakit penyakit pasti akan berlalu dan berakhir. Tapi jika
kita tidak belajar sesuatu (mengenal TUHAN kita) selama proses itu, maka
sesungguhnya sia-sia kesempatan yang TUHAN berikan untuk kita mengenalNya.
Sesungguhnya dalam setiap penderitaan yang kita alami, TUHAN sedang
memperkenalkan DiriNya secara Pribadi kepada setiap kita.
TUHAN mau kita membangun
hubungan denganNya. Ada mezbah doa yang dinaikkan tiap-tiap hari, untuk memohon
anugerahNya. Waktu kita berdoa kepada TUHAN, ini merupakan bukti bahwa kita
melibatkan TUHAN dalam kehidupan kita. Sebagai bukti ketergantungan kita
kepadaNya. Bahwa tanpa TUHAN, kita bukan siapa-siapa dan tidak mampu berbuat
apa-apa. Ada satu kalimat indah yang sangat memberkati saya, yang dibagikan
oleh Bpk. Daniel Widianto di rapat Tim Penggembalaan,
DOA memberikan
KEBERANIAN membuat KEPUTUSAN yang BENAR di masa sulit, dan
memberikan KEYAKINAN
untuk menyerahkan AKIBAT KEPUTUSAN itu kepada TUHAN.
Mari bangun kehidupan
doa pribadi kita dengan TUHAN YESUS. Libatkan TUHAN YESUS dalam seluruh
kehidupan kita. Apapun masalah, pergumulan kita, itu hanya alat yang TUHAN
pakai dan ijinkan untuk kita alami supaya kita semakin mengenalNya dan
menanti-nantikanNya (Qavah, melekat, berharap kepadaNya). Karena hanya mereka
yang menanti-nantikan TUHAN lah yang akan mendapatkan kekuatan baru.
Yesaya 40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan
baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya;
mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
(Tambahan catatan dari
Suara Penggembalaan Minggu, 25 Juli 2021)
DOA
Doa adalah pertemuan
dengan kebenaran, pertemuan dengan kasih, pertemuan dengan terang yang membuat
ROH menyala-nyala dan bergairah.
Tuhan Yesus menolong
kita semua 🙏🏻🙏🏻
No comments:
Post a Comment