Thursday, 2 September 2021

SP 3 300621 Kehormatan/Marwah sebagai orang yang telah ditebus

 No : GMIKA/SuaraPenggembalaan/300621/DK

Judul : Kehormatan/Marwah sebagai orang yang telah ditebus

Bacaan : 2 Samuel 12:1-20


Shalom eirene bagi kita semua.

Hari ini kita akan belajar tentang satu kisah yang hebat dari seorang Raja Daud. Dimana Raja Daud harus dipaksa oleh Allah melalui Nabi Natan untuk mengakui dosa dan Aib-nya dimuka seluruh rakyat Israel.

Nabi Natan datang kepada Daud dengan sebuah perumpamaan yang mengisahkan:  Dimana ada seorang miskin (maksudnya Uria) yang hanya mempunyai 1 ekor domba (maksudnya Batsyeba ) direbut oleh seorang kaya (maksudnya Daud).

Gambaran keakraban antara domba dan pemiliknya dalam kehidupan sehari-hari, mencerminkan kebahagiaan perkawinan yang dirusak oleh egoisme dan kekejaman Daud.

2 Samuel 12 :4 Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu." 

Tamu” yang dimaksud dalam ayat 4, maksudnya adalah hawa nafsu yang datang. Pada saat kedatangan “tamu” dan hendak meladeni/ menjamu “tamunya” itu si Kaya tidak mengambil domba-dombanya sendiri melainkan merampas domba satu-satunya dari si Miskin itu.

Meskipun dalam perumpamaan itu tidak dikatakan apa-apa tentang pembunuhan, Daud tiba-tiba menyela dan menyatakan bahwa orang kaya itu harus mati!. Ketika ia menambahkan bahwa anak domba itu harus diganti empat kali lipat, secara tidak sengaja ia menyatakan kematian anaknya sendiri : (2 Samuel 12:18 anak pertama Batsyeba ; 2 Samuel 13:33 Amnon, 2 Samuel 19:4 Absalom; 1 Raja-Raja 2:24-25 Adonia).

2 Samuel 12 : 7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! q  Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi r  engkau s  menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.

Alangkah terkejutnya Daud ketika mendengar ucapan Nabi Natan bahwa “ Engkaulah orang itu” (ayat 7). Dan segeralah Daud menyadari kesalahannya.

2 Samuel 12 : 13-20 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan f  dosamu  itu  : engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati. Kemudian pergilah Natan ke rumahnya . Dan TUHAN menulahi j  anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring  di tanah. Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; l  juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.  Pada hari yang ketujuh matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai Daud takut memberitahukan kepadanya, bahwa anak itu sudah mati. Sebab mereka berkata: "Ketika anak itu masih hidup, kita telah berbicara kepadanya, tetapi ia tidak menghiraukan perkataan kita. Bagaimana kita dapat mengatakan kepadanya: anak itu sudah mati? Jangan-jangan ia mencelakakan diri!"Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya berbisik-bisik, mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu Daud bertanya kepada pegawai-pegawainya: "Sudah matikah anak itu?" Jawab mereka: "Sudah”. Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi n  dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.

Jika kita perhatikan di ayat 13-20. Disinilah letak titik dimana Daud menyadari segala kesalahannya. Daud memilih untuk mengakui segala kesalahannya, bahkan Ia harus mengakuinya di hadapan seluruh umat Israel dan dan Ia-pun harus menerima semua konsekuensi atas apa yang telah dia lakukan karena telah melanggar dan mengusik kekudusan Allah.

Tidak hanya dipermalukan dimuka umum. Bahkan jika kita perhatikan: di ayat 16, sebagai seorang Raja. Daud harus berpuasa dan berbaring di tanah memohon kekuatan kepada Allah.

Hari ini kita mau belajar tentang kehebatan raja Daud. Bukan karena kehebatannya dalam berperang dan kekuasaannya tetapi karena Kerendahan hati yang dimiliki raja Daud. Sebenarnya Daud bisa saja dengan segala kekuasaan sebagai Raja untuk menyingkirkan Nabi Natan. Tetapi justru ia mengakui kesalahannya.

Walaupun saat itu Kristus belum datang ke dunia. Namun Daud telah memahami bahwa Ia telah mengalami kasih Allah yang besar. Pengampunan Allah dan Kasih Allah kepada Daud melampaui segala pelanggarannya (Kasih Karunia) yang mendorongnya untuk merendahkan hati dihadapan Allah untuk meminta pemulihan.

Hari ini Roh Kudus melalui FirmanNya dari kisah pertobatan Daud sedang membimbing kita untuk kita belajar merendahkan hati agar kita dapat mengerti dan masuk dalam Kasih Karunia Allah. Dalam pertobatannya Daud menyadari bahwa Kehormatan/ marwahnya bukan pada kekuasaannya namun dalam Kasih Karunia Allah. Bagaimana dengan kita?

Mengapa kita sulit mengerti dan masuk dalam Kasih Karunia Allah padahal Yesus telah datang didunia ini dan menebus kita. Mengapa kita sulit mengerti betapa dalam luas tinggi dalamnya cinta Kristus kepada kita? Karena kita hanya mengandalkan diri kita, kemampuan kita, gelar kita, tittle kita untuk menjaga kehormatan kita (disini kita sedang menghina Allah)

Sebagai seorang yang telah mengalami penebusan Kristus. Kita tidak bisa menyatakan lagi ke-akuan kita melainkan kita harus berani meletakkan hidup kita kepada Kristus. Kebutuhan akan Kristus akan menolong kita menjadi pribadi yang rendah hati, lembut dan akan menjadi pribadi yang mudah mengalami pertobatan. Sebenarnya tidak mudah mengakui dosa2 kita dihadapan Tuhan terlebih dihadapan umum seperti Daud. Tetapi percayalah ketika kita hidup dalam Kasih Karunia Allah didalam Yesus kita dapat melakukan hal2 yang diluar batas kemampuan kita. Karena kita sedang membiarkan Roh Allah dengan leluasa hidup dalam diri kita. Selamat menikmati kasih Karunia Allah pastikan hidup kita didalamnya melalui keintiman dalam Roh Kudus, FirmanNya dan persekutuan yang erat dengan sesama tubuh.

Galatia 2:20-21 (TB) namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Amin

Selamat berkarya dan Tuhan Yesus memberkati kita semua


No comments: