No:GMIKA/BS/030616/21.30wib/AEP/PisangGoreng
Judul :
Banyak orang (dunia/ beragama) lebih memilih dan mintakan jalan hidup yang lurus/ rata, karena saat harus melewati hidup yang "tidak rata" kuatir akan terjatuh dan menderita. Semua agama minta tidak menderita.
Sayangnya, banyak orang tidak sadar bahwa daging kita selalu ingin menjauhi Allah, tapi hidup di jalan yang rata. Ternyata sekarang hidup di jalan yang "rata" banyak yang jatuh. Tetapi di jalan tak rata orang lebih hati-hati dan tambah bijak.
Apalagi sama seperti orang yang berlari cepat akan lebih banyak "luka" saat jatuh, daripada yg berjalan lalu jatuh. Itulah mengapa, jika pemimpin kelompok /gereja yang "jatuh" akan menimbulkan banyak luka bagi sekitarnya. Sebab setelah seseorang diurapi, tidak menjadi jaminan orang itu tidak jatuh dalam dosa. Ingat kisah Daud jatuh dalam dosa. (Lihat dibawah).
Mazmur 23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ayat ini tidak bercerita tentang persoalan yang di bumi. Namun disini bicara kekekalan. Kita berbaring (tak mungkin jatuh) dan tanpa ancaman hanya ada dalam pelukan Allah.
Segala sesuatu tidak ada yang kebetulan. Sedangkan Kebetulan adalah jalan Allah untuk membiarkan diriNya tetap tidak dikenal.
Yesaya 55:6-11 8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Jalanku maunya :rata, dan Jalan-KU: bisa tidak rata
2 Sam 11:1,2 1 Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang,... sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
Tangan Tuhan menyertai mereka yang mengikuti jalanNya. Saat Daud sudah mapan jadi Raja yang jaya ada waktu Daud tidak ikut berperang dan mau tetap hanya di Yerusalem. Di Yerusalem pada saat itu hanya ada anugerah Allah umum pada Daud, sedangkan Tangan Tuhan khusus tidak menyertai Daud. Tangan Tuhan yang khusus ada di medan perang untuk mengalahkan bangsa sekitar,sesuai perintahNya.
Secara organisasi dunia, sebenarnya saat pemimpin mengutus anak buahnya sah-sah saja bukan hal yang salah, tetapi berbeda dengan gereja. Gereja adalah organisme pimpinan dengan Roh Allah.
Di 2 Sam 11, para panglima di medan perang kembali dengan selamat (termasuk Uria/suami Batsyeba) karena memang saat itu Tangan Tuhan yang khusus menyertai mereka.
2 Sam 11: 2 "Sekali peristiwa pada waktu petang, " Menandakan beberapa kali Daud sudah tidak ikut berperang dengan pemikiran sudah sering berperang dan pasti menang.
Di sekali peristiwa iblis bisa memfasilitasi Daud sehingga terjadi kejatuhan. Potensi kejatuhan bukan datang dari hal-hal baru, tetapi kepada mereka/ orang-orang/ hal-hal yang bukan baru/ sering kita temui / kenal.
Ingatlah Iblis selalu mendatangi orang-orang yang selalu SEDANG keluar dari garis Anugerah Kasih Karunia. Sebab orang-orang yang keluar dari garis ini mereka memiliki kesombongan karena dalam keadaan selalu baik /rata saja.
Dalam hal ini dosa memiliki pengaruh besar mendiamkan suara Tuhan. Kesuperioran/ keutamaan kita dapat membuat kita jatuh karena kita tidak aware (sadar). Berawaslah juga setiap orang selalu memiliki potensi menjual diri, membeli hidup rata, karena hal ini berasal dari dosa taman eden.
Yesaya 55:11 "demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya." FirmanNya selalu berhasil sekalipun kita salah membaca/ mengerti ayat tersebut
Yohanes 7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.
Mengapa Tuhan "seolah-olah " membiarkan kita jatuh? Ketaatan kita itu selalu akan membawa kita kepada kehendak . Tetapi kejatuhan dapat membuat kita mengetahui maksud Allah, tetapi itu bukan kehendak Allah. Maksud tidak sama dengan kehendak. Dalam kehendak Tuhan ada cinta/ kasih. Kehendak Allah lebih besar dari sekedar uang, pekerjaan dan lain-lain. Ada yang lebih besar dari itu semua.
Dalam Kejadian 49: 8-10 perihal keturunan Yehuda adalah nubuatan tentang Yesus. Yusuf dan Benyamin adalah anak dari cinta Yakub dari Rahel. Yusuf menjadi penyelamat bagi Israel saat kelaparan. Perkawinan yang didasari tanpa cinta akan membuat hati anak "luka". Makanya 10 anak Yakub di luar Rahel, punya hati iri dengki terhadap Yusuf.
Yusuf yang menikah dengan Mesir adalah gambaran gereja (karena itu sampai saat ini Israel iri dengan gereja) tetapi telah yang menyelamatkan Israel. Dan Israel tetap berjasa kepada gereja karena menurunkan "Mesias". Keduanya Allah cintai, karena Sulung dan Bungsu tetap Anak Bapa.
Inilah Kehendak Allah: Bapa mencari pasangan bagi AnakNya yg terkasih maka diciptakanlah langit dan dan bumi sebagai tempat bagi manusia supaya didapatnya pasangan Anak Bapa itu
Jangan pernah menolak matahari dan sebagainya (Hal yang Tuhan beri), karena Allah memiliki kehendak menghasilkan pasangan terbaik melalui waktu yg berjalan samp hari ini.
No comments:
Post a Comment