Thursday, 2 September 2021

No: GMIKA/WA/160516/SharingAEP

 No: GMIKA/WA/160516/SharingAEP

[16/5 22.33] Arinto Eko Purwantoro (Papi):

Sedikit tambahan terhadap Fenomena Gereja hari ini, saya tambahkan :

Tabut itu ditutup dengan tutup pendamaian di mana di atasnya dibuat dua patung kerub yang dibuat dari emas (lihat Kel. 25:16-18). Semua hal-hal tersebut sangat penting untuk membuat kita mengerti apa yang disimbolkan oleh tabut Tuhan. 

Dua loh batu menandakan penyertaan Tuhan melalui firman-Nya bagi Israel. Kehadiran Tuhan harus dinilai berdasarkan kerelaan-Nya menyatakan diri-Nya melalui firman-Nya. Kehadiran Tuhan tidak dirasakan dengan getaran-getaran atau sensasi-sensasi supranatural pada tubuh, tetapi dimengerti dari pernyataan diri-Nya melalui firman-Nya. Tuhan tidak pernah menyatakan kehadiran-Nya secara intim dengan umat-Nya tanpa menyatakan firman-Nya. Jika Tuhan memberikan kelimpahan firman, itu tandanya Tuhan hadir. Jika firman Tuhan tidak ada, berarti Tuhan tidak ada. Gereja yang menilai penyertaan Tuhan dari musik-musik elektronik, atau dari permainan lampu seperti diskotik adalah gereja yang sedang tersesat!   Ingat Kehadiran Tuhan ditandai dengan kerelaan-Nya berfirman.

 

[16/5 22.37] Arinto Eko Purwantoro (Papi):

Kemudian pada atas tabut terdapat tutup pendamaian. Tutup pendamaian ini adalah tanda penebusan yang Tuhan berikan bagi umat-Nya. Tuhan memanggil umat-Nya setelah terlebih dahulu menebus mereka. Tuhan memanggil Israel setelah terlebih dahulu membayar nyawa mereka dengan darah anak domba. Tuhan memanggil gereja-Nya setelah terlebih dahulu membayar nyawa mereka dengan darah Anak Domba Allah. 

Dalam Imamat 16:14-15 : 14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali. 15 Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.

Harun harus membasuh tutup pendamaian itu dengan darah. Ini menandakan bahwa darah menjadi simbol pendamaian antara Allah dengan umat-Nya. Pada tutup pendamaian itu juga diukir dua ukiran kerub. Kerub ini adalah simbol dari kekudusan Allah. Kerub adalah golongan malaikat yang bertugas menjaga kesucian Allah agar tidak dilanggar oleh manusia. Kerub berjaga di taman Eden untuk mencegah manusia melanggar batas menuju ke pohon kehidupan. Demikian juga kedua kerub pada tutup pendamaian menjadi simbol kesucian Allah. Dengan ketiga simbol ini, kita dapat menyimpulkan bahwa kehadiran Allah harus diidentikkan dengan pernyataan firman Allah, penebusan oleh darah Kristus, Anak Domba Allah, dan pengudusan umat Allah yang dipanggil untuk datang ke tahta suci Allah dan menyembah Dia. 

Tabut itu bukanlah benda keramat, tetapi benda simbolik yang melambangkan kehadiran Allah melalui firman-Nya, melalui Kristus, dan melalui kekudusan umat-Nya yang disucikan oleh penebusan Kristus dan pekerjaan Roh Kudus. Pemujaan terhadap tabut berarti penyembahan berhala. Itu sebabnya Tuhan tidak mengizinkan ada patung diri-Nya dalam bentuk apapun yang diukir pada tabut. Tetapi penghinaan terhadap tabut berarti juga pelanggaran akan kesucian Tuhan, sebab penghinaan terhadap tabut berarti penghinaan terhadap apa yang disimbolkan, yaitu kehadiran Allah. (GS)


No comments: