Thursday, 2 September 2021

SP 43 130821 Wujud Kasih kepada Kristus

 

No       : GMIKA/SuaraPenggembalaan/130821/JW

Judul   : Wujud Kasih kepada Kristus

Bacaan : Ibrani 12:9-11 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada segala roh, supaya kita boleh hidup?. 10 sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.  11 Memang tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Tujuannya untuk mengajak untuk hidup dengan disiplin rohani dalam wujud kasih kepada Kristus.

 

Apa itu Kasih kepada Allah? Pemahaman akan kasih kepada Allah akan banyak diartikan dengan pengertian masing-masing orang pun akan berbeda. Namun kasih kepada Allah bukan hanya perasaan tetapi juga TINDAKAN. Tindakan yang kita lakukan adalah inti dari kasih itu sendiri. Kematian Kristus adalah sebagai perwujudan kasih Allah bagi kita atas dosa. Kasih kita kepada Allah hendaknya berdasarkan kepada pengorbanan Yesus dalam bentuk kematianNya. Pembuktian kasihNya telah membuat kita sadar sehingga atas kesadaran inilah kita mewujudkan kasih kita kepada Yesus Kristus.

 





PERWUJUDAN KASIH DIWUJUDKAN DALAM KEPUTUSAN HIDUP, 

ada 3 Hal penting:

  1. DISIPLIN 

kata 'disiplin' seringkali menjadi musuh besar bagi keinginan daging kita karna dalam mewujudkannya kita perlu melawan semua kehendak/keinginan kita yang biasanya keinginan kita adalah hal yang tren/enak bagi dunia. INI SULIT! karena disiplin rohani adalah dianggap sebagai penghalang kebebasan.

2.                  KOMITMEN

Komitmen secara umum dapat diartikan sebagai kondisi dimana terjadinya sebuah perjanjian antara seseorang yang mengakibatkan keterikatan dengan diri sendiri dan dalam hal ini dengan Tuhan, tanpa adanya paksaan apapun. Kata 'komitmen' juga dapat berarti suatu sikap tanggung jawab dan kesetiaan kita terhadap Allah. Kesanggupan dalam menjalankan ketaatan, memihak dan mau terikat. Keterlibatan yang penuh, rasa loyalitas tanpa suatu paksaan kepada Allah

3.                  KONSISTEN

Konsisten artinya sesuatu yang tidak berubah, atau selalu berbuat atau terjadi dengan cara yang sama. Kata 'konsisten' sering kali dikaitkan dengan sikap dan kebiasaan manusia, terutama yang berhubungan dengan komitmen kita. 

CIRI-CIRI SESERORANG YANG KONSISTEN:

A.                 Tidak mudah mengubah keputusan

B.                 Bekerja dengan hati-hati

C.                 Pantang berhenti

D.                Memiliki pendirian teguh

E.                 Tidak mengingkari ucapannya

F.                  Dapat diandalkan dalam berbagai situasi.

 

Disiplin, komitmen dan konsisten harus diperjuangkan terus menerus karena hidup itu bagaikan naik sepeda, kita tidak akan jatuh kecuali kita berhenti mengayuh sepeda itu dan ingat bahwa Tuhan berada di belakang kita membantu mengayuh pedal.

 

Dalam perlombaan iman kita harus menyadari bahwa kita sering lengah dan gagal, namun apabila kita gagal Allah akan mendisiplin kita walaupun rasanya tidak enak tetapi itu karena Allah mengasihi anak-anakNya dan menjadikan kita dewasa rohani.

 

Cara mengaplikasikannya ; Relakan dirimu dan lakukan disiplin, komitmen dan konsisten dengan tekun dan setia karena mata rohani kita memandang kepada Yesus. Pandanglah Yesus yang telah tersalib bagimu. Sebab dibalik salib itu ada mahkota yang menantimu.

 

 

No comments: