No : GMIKA/SuaraPenggembalaan/130821/JW
Judul : Wujud
Kasih kepada Kristus
Bacaan : Ibrani 12:9-11 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita
beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus
lebih taat kepada segala roh, supaya kita boleh hidup?. 10 sebab mereka
mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap
baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian
dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap ganjaran pada waktu ia diberikan
tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan
buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
Tujuannya untuk mengajak untuk hidup dengan
disiplin rohani dalam wujud kasih kepada Kristus.
Apa itu Kasih kepada Allah? Pemahaman
akan kasih kepada Allah akan banyak diartikan dengan pengertian masing-masing
orang pun akan berbeda. Namun kasih kepada Allah bukan hanya perasaan tetapi
juga TINDAKAN. Tindakan yang kita lakukan adalah inti dari kasih itu
sendiri. Kematian Kristus adalah sebagai perwujudan kasih Allah bagi kita atas
dosa. Kasih kita kepada Allah hendaknya berdasarkan kepada pengorbanan Yesus
dalam bentuk kematianNya. Pembuktian kasihNya telah membuat kita sadar sehingga
atas kesadaran inilah kita mewujudkan kasih kita kepada Yesus Kristus.
PERWUJUDAN KASIH DIWUJUDKAN DALAM KEPUTUSAN
HIDUP,
ada 3 Hal penting:
- DISIPLIN
kata 'disiplin' seringkali menjadi musuh besar
bagi keinginan daging kita karna dalam mewujudkannya kita perlu melawan semua
kehendak/keinginan kita yang biasanya keinginan kita adalah hal yang tren/enak
bagi dunia. INI SULIT! karena disiplin rohani adalah dianggap sebagai penghalang
kebebasan.
2.
KOMITMEN
Komitmen secara umum dapat diartikan sebagai
kondisi dimana terjadinya sebuah perjanjian antara seseorang yang mengakibatkan
keterikatan dengan diri sendiri dan dalam hal ini dengan Tuhan, tanpa adanya
paksaan apapun. Kata 'komitmen' juga dapat berarti suatu sikap tanggung
jawab dan kesetiaan kita terhadap Allah. Kesanggupan dalam menjalankan
ketaatan, memihak dan mau terikat. Keterlibatan yang penuh, rasa loyalitas
tanpa suatu paksaan kepada Allah
3.
KONSISTEN
Konsisten artinya sesuatu yang tidak berubah,
atau selalu berbuat atau terjadi dengan cara yang sama. Kata 'konsisten' sering
kali dikaitkan dengan sikap dan kebiasaan manusia, terutama yang berhubungan
dengan komitmen kita.
CIRI-CIRI SESERORANG YANG KONSISTEN:
A.
Tidak mudah
mengubah keputusan
B.
Bekerja dengan hati-hati
C.
Pantang berhenti
D.
Memiliki pendirian teguh
E.
Tidak mengingkari
ucapannya
F.
Dapat diandalkan dalam
berbagai situasi.
Disiplin, komitmen dan konsisten harus
diperjuangkan terus menerus karena hidup itu bagaikan naik sepeda, kita tidak
akan jatuh kecuali kita berhenti mengayuh sepeda itu dan ingat bahwa Tuhan
berada di belakang kita membantu mengayuh pedal.
Dalam perlombaan iman kita harus menyadari bahwa
kita sering lengah dan gagal, namun apabila kita gagal Allah akan mendisiplin
kita walaupun rasanya tidak enak tetapi itu karena Allah mengasihi anak-anakNya
dan menjadikan kita dewasa rohani.
Cara mengaplikasikannya ; Relakan dirimu dan
lakukan disiplin, komitmen dan konsisten dengan tekun dan setia karena
mata rohani kita memandang kepada Yesus. Pandanglah Yesus yang telah tersalib
bagimu. Sebab dibalik salib itu ada mahkota yang menantimu.
No comments:
Post a Comment