No : GMIKA/SuaraPenggembalaan/070721/SA
Judul : Kekudusan Bagian 2
Bacaan : 1 Petrus 1:15-16 (TB) tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
Kekudusan merupakan bagian penting dalam Kekristenan,sebab Allah mau supaya kita pun juga mengkhususkan diri kita dari dunia, dan hanya berpaut kepada Nya. Kitalah Umat Pilihan Allah yang telah dikuduskanNya sendiri dengan Darah AnakNya,supaya kita terpisah dari dosa. Setiap orang percaya yang telah dipanggil dan dikuduskan memiliki tanggung jawab untuk menguduskan dirinya bagi Tuhan Yesus saja.
Yosua 1:6-7 ….. 7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. 1 Tesalonika 4:1 (TB) Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.
Tulisan sungguh-sungguh dari kedua bagian Firman tersebut saya efek tebal diatas karena kita perlu usaha yang lebih untuk mencapai kekudusan, kita tidak bisa mendapat perkenanan Allah hanya dari perbuatan kita saja. Yosua bin Nun tahu bahwa dia harus menguduskan dirinya sebelum menggantikan Musa utk memimpin Israel. Bukan saja supaya Yosua mampu memimpin bangsa yang tegar tengkuk ( ngeyel, bebal ) tapi Yosua tahu panggilannya dan Siapa yang mengutusnya, Yakni Allah Israel. Oleh karena nya, kekudusan harus disertai pengudusan yakni satu usaha/effort yang lebih lagi dari kita utk mencariNya.
Contoh konkrit dalam PL banyak sekali hamba Tuhan yang baik sebagai teladan untuk menguduskan dirinya :
1. Para pahlawan Daud selalu loyal/setia kepada Daud, bukan karena personal seorang Daud saja,tapi mereka mau mengenal dan melayani Allah Abraham,Ishak dan Israel, yakni Allah yang Daud sembah dan layani, bahkan mengabdi turun temurun sampai kepada Raja Salomo anak Daud. Misalnya Benaya bin Yoyada seorang imam yang juga kepala pasukan Daud. Juga ada Amasai seorang kepala pasukan yang saya kutib ikrar setianya kepada Allah,dan kepada Daud . 1 Tawarikh 12:18 (TB) Lalu Roh menguasai Amasai, kepala ketiga puluh orang itu: Kami ini bagimu, hai Daud, dan pada pihakmu, hai anak Isai! Sejahtera, sejahtera bagimu dan sejahtera bagi penolongmu, sebab yang menolong engkau ialah Allahmu! Kemudian Daud menyambut mereka dan mengangkat mereka menjadi kepala pasukan.
2. Hanya Kaum Lewi yang dikhususkan melayani Altar Tuhan,dan setiap tata letak atau perabotan Kemah Suci dibuat khusus dan dikuduskan bagi Allah oleh umat Israel. Dan banyak lagi contoh. Demikian pula konteks hari ini kita sebagai orang-orang percaya dalam masa anugerah akhir ini, pengudusan harus terus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari lebih sungguh lagi, sebagai contoh: mengkhususkan dan menghargai lebih serta utamakan waktu dan tempat ibadah, berdoa, saat-saat merenungkan Firman pribadi/persekutuan, mengerjakan panggilan keluarga dan melayani. Sebab Dialah Allah Tritunggal yang kita layani,kudus. Kitapun juga harus kudus. Dan Ingatlah ada bagian Roh Nya yang Kudus telah tinggal dalam setiap kita. Jaga dan peliharalah tubuh jiwa roh kita!
3.
Yohanes 13:5-8 (TB) kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."
Pada akhirnya kita harus membuka diri dan merendahkan hati kita supaya Allah yang masuk dan bertindak. Pemikiran Petrus hanya didasari oleh pikiran secara etika/kesopanan/adat/agama. Kekudusan lebih dari itu semua. Kekudusan adalah milik Allah dan Tuhan yang punya dan berbuat. Tuhan Yesus mau supaya kita membuka diri dan membiarkan/mengizinkan Allah berbuat dalam hidup kita.
Tidak ada sukacita lebih daripada di dalam kasih karunia karena kita dibedakan. Hanya dari, oleh dan untuk Allah Israel,didalam Kristus Yesus saja hidup ini kita bawa dan persembahkan. Amin
No comments:
Post a Comment