Thursday, 2 September 2021

No: GMIKA/BS/200516/21.15wib/AEP/MartabakTelor

 No: GMIKA/BS/200516/21.15wib/AEP/MartabakTelor

Judul : 

Lukas 14:16,17,23 ; 16 Tetapi Yesus berkata kepadanya: ”Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. 17 Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. 23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.

Dalam perumpamaan ini orang yang mengadakan perjamuan makan besar adalah Tuan yang maha kaya bicara tentang Allah. 

Lukas 14:17 "....Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.", artinya :
1. Dari pihak Allah (yang mengundang) sudah siap

2. Dari pihak manusia (yg diundang) marilah datang

 

Lukas 14:23 "...Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.” Allah (yang mengundang) lebih besar keperluan terhadap manusia,  dan juga Allah mengundang seluruh lapisan orang.

Jangan melihat seseorang hari ini, saat orang itu memberi diri bagi Tuhan, maka Tuhan akan memakai membuat orang itu berguna bagi sekitarnya (keluarga,lingkungan,negara). 

 

KASIH KARUNIA diberikan Tuhan kepada kita untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan, bukan untuk melakukan apa yang selalu (umum) manusia biasanya lakukan, karena jika berdasarkan apa yang biasanya manusia lakukan, hal itu akan menjadi pudar dan hilang.

Kita mau kemana lagi selain menyerahkan diri kepada Tuhan, sebab saat ini kesaksian hidup kita dapat dibaca oleh orang lain. Sama halnya seperti Pentakosta untuk semua orang, tetapi tidak semua orang menerima Pentakosta.

Lebih besarnya keperluan Allah, maka keselamatan itu "mudah" bukan murah didapatkan.  Yaitu tinggal ya dengan undangan Allah.

Kemanusiaan kita tak memerlukan Allah. Saat kita masih mementingkan diri kita (saat ada kepentingan) maka dari itu kita memerlukan Allah, sebaliknya saat kita merasa dalam keadaan cukup, kita pasti tidak memerlukan Tuhan. Sebab tidak seorang pun yg mencari TUHAN dan memerlukan Tuhan.

Yohanes 14:2 "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal...." Karena Tuhan memerlukan kita, kita menjadi mengerti bahwa kita membutuhkan keselamatan, dan Tuhan ingin mengambil kita dari hidup kita bagi tujuanNya.

Sekalipun kita berdoa setiap hari, itu bukan didasarkan karena keperluan kita akan Allah, itu hanya sebuah mekanis (red: otomatis; bergerak dengan sendirinya)

2 Korintus 12:9 "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna..." Dilemahkan itu baik, kuasa Allah menjadi sempurna bagi orang itu, saat orang itu kosong terhadap yang bukan Allah.

2 Korintus 12:8 "Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku."

Ada iblis yg diutus oleh Tuhan tak bisa untuk diusir. Maka saat kita dilemahkan/menemui kelemahan dalam diri kita, kita harus bersyukur. Pintu masuk sakit manusia adalah sebab hawa nafsu. Penyakit tidak pernah datang dari Tuhan. Tetapi bisa dipakaiNya. Kelemahan itu penting untuk mengendalikan kita dan untuk melakukan kehendak Allah. Juga tidak selalu Tuhan menggunakan iblis, tetapi bisa melalui keadaan.

KONSEKRASI sama dengan

# CON + SACRE (red:kudus) dalam bahasa latin,

# QADOSHY  dalam bahasa ibrani

Yaitu penyerahan diri kepada Tuhan dimanapun kita berdiri, atau dengan pengertian lain;

Adalah sebuah penyerahan diri kepada Tuhan, agar Dia mempergunakan kita, sehingga kita tidak sempat memikirkan diri sendiri dan yang lain selain Allah. Kita tidak perlu menjadi Paulus untuk mengetahui kita sempurna. Berdoa kepada Tuhan , tanyakan tentang "kelemahan" kita agar Tuhan dapat memakai kita sebagai "Kasih Karunia"

Firman yang dinyatakan tidak sama dengan khotbah.  Jangan berpikir, kita dipanggil Tuhan kalau selama hidup kita jauh dari Tuhan (gereja dan KebenaranNya). Jangan tunggu didatangi, tetapi datangi dan layanilah Dia.

Siapa yang bisa melihat keperluan/ kepentingan Allah,  maka ia bisa melihat sorga lebih jelas, daripada orang yg perlukan Allah. Janganlah kekristenan kita seperti anak kecil terus yang memiliki banyak kemauan. Seperti itulah pengenalan kita masih hanya sebatas banyak keinginan kita. Hiduplah dalam penyembahan dan penyerahan diri kita karena Allah mengetahuinya dan Allah mengerti siapa yg mau dipakaiNya.




No comments: