Friday, 3 September 2021

IPS 180616 Kis 17: 16-34

 No: GMIKA/IPS/180616/21.00wib

 

Kis 17: 16-34

 

By: Ev. Daniel Setyo

Paulus mengerti Hukum Taurat sampai titik paling dasar. Hidup dalam dunia pengaruhnya sangat kuat, kalau kita tidak peka terhadap suara Tuhan dan tidak mau mengikuti suara Roh, maka kita akan lambat mengerti Firman Tuhan.Saat orang itu menangkap momen penting keselamatan, maka orang itu akan giat. Selain itu orang yang sering jatuh bangun dalam dosa, karena dia tidak merespon dengan cepat/berleha-leha .

Kisah Para Rasul 17:16 "Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena.... " Dalam ayat ini betapa sebenarnya jika dapat Paulus tentunya tidak ingin sendiri memasuki kota Athena, karena Paulus merasa begitu pentingnya hidup dalam persekutuan adalah  karena jika terjadi suatu persoalan Paulus memiliki rekan untuk menopang dan menbantu. 

Disini betapa berkumpul dalam satu Roh itu penting. Selain mengalami pengejaran dari orang Yahudi saat masuk kota Athena sebenarnya Paulus sedih, marah dan bergejolak hatinya tetapi Paulus juga memiliki kerinduan dan beban untuk berdoa bagi mereka. Sama seperti Paulus, kita juga harus mendoakan teman gereja kita (seiman). Maka kita harus menyadari adalah suatu anugrah besar bagi kita, jika kita masih bisa bersatu dengan Tuhan, sadarilah bahwa tubuh Kristus sangat penting sekali, karena hidup di luar Kristus sangat berat.

 

 

 

Kisah Para Rasul 17:17 "Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah,... " Paulus seorang yang tidak kaku, ia mampu menempatkan dirinya di antara bangsa Yahudi. Setiap penderitaan yang diizinkan Tuhan, membuat kita akan fleksibel /tidak kaku. Kita harus mampu menempatkan diri kita.

Ada roh dunia yang begitu luar biasa yang berusaha masuk ke dalam hidup kita Kisah Para Rasul 17:18 "Dan juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dengan dia dan ada yang berkata: "Apakah yang hendak dikatakan si peleter ini?........." Peleter adalah sok tahu itulah sebutan orang Athena untuk Paulus.  Bukankah kita juga sering mendapatkan julukan itu , sebagai orang percaya oleh orang dunia kita seringkali dianggap sok tau, sok suci, sok rohani.


Ada Golongan Epikuros adalah kelompok yang menekankan menikmati segala sesuatu. Karena kelompok ini tidak pernah percaya tentang adanya penghakiman akhir. Juga ada Golongan Stoa adalah kelompok orang yang ahli tentang berbicara etika. Etika yang berdasarkan hal  duniawi bukan sebuah hal yang rohani. Dalam perdebatan 2 golongan itu, Paulus masuk datang menginjili mereka, sehingga mereka menganggap Paulus sebagai ancaman.

Mereka ingin memuaskan diri mereka dengan cara membuat diskusi bagi diri mereka sendiri. Tetapi Paulus menolak ajaran dari Epikuros dan Stoa bahwa sebab ada kehidupan setelah kematian.

Dasar iman kristen yang Paulus bagikan di Athena:

1. Ayat 24, Allah sebagai pencipta

2. Ayat 25, Allah sebagai Maha Punya

3. Ayat 26-27,  Allah sangat dekat

4. Ayat 29, Allah tidak ternilai

 

Kita harus memiliki dasar Iman diatas dan terus harus mengalami pertumbuhan. Sekarang sudah tidak banyak waktu lagi mari bergegaslah kerjakan hidupmu,kejarlah upahmu. Karena kalau tidak berlari sangat mungkin kita akan mudah menoleh dengan roh dunia, seringkali kita melakukan apa yang tidak Tuhan suruh. Ingat jangan beri kesempatan dunia memalingkan kita dari Allah sebab nanti akan ada penghakiman dan tanggung jawab tentang setiap apa yang kita lakukan.

 

By: Papi

Saat kita sadar siapa kita dan bahwa kita dalam keadaan terancam, maka Firman menjadi lebih efektif. Perikop Kis 17:16-34 ini berbicara apa yang terjadi dalam dimensi rohani yg orang dunia sulit untuk menerimanya. Di bagian ini juga membuat kita mengerti bahwa kebudayan dunia itu termasuk etika itu bukan hal rohani, atau dihasilkan karena Firman Tuhan dan akan digoyang Tuhan bahkan dicabut seperti tanaman yang tak pernah ditanam akan dicabut.

Sikap kita yang sebaiknya haruslah berdasar pada yang Firman Tuhan  buat hasilkan  bukan berdasarkan karena asal suku kita dan kebiasaan kita. Kenyataan bahwa kelahiran kita yang buruk, maka jangan kita mencintai diri kita lagi. Karena semua kita terlahir dan dibesarkan oleh kepercayaan yang dihasilkan dari kebudayaan. Jika kebaikan kita karena kelahiran itu bukan hal rohani yang berkenan pada Allah.

Pemulihan itu adalah tentang kembalinya kita kepada apa yang Tuhan kehendaki. Gereja dimana kita tinggal akan dipakai untuk memperbaiki kesalahan yang didapat dari budaya yang diperkenalkan pertama kali oleh orang tua kita sebelumnya.

Hari-hari kita adalah penempatan dari TUHAN dan selagi masih ada matahari kita masih punya kesempatan. Mengertilah kita bahwa kita dipanggil Tuhan untuk menjadi kudus dan suci dihadapanNya, karena menyerupai DiriNya. Hidup kita yg kita jalani janganlah sampai melewati dari garis yang Tuhan tetapkan sebagai pagar Anugerah.


No comments: