Thursday, 2 September 2021

SP 14 110721 Harga bertekun dalam Doa

 

No : GMIKA/Suara Penggembalaan/110721/DW

Judul : Harga bertekun dalam Doa

 

Bacaan : Roma 12:12

 

Selamat Pagi Gereja Tuhan

Eirene buat Kita semua.

 

Roma 12:12

“…Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

 

Harga kepastian dari sebuah Ketekunan dalam Berdoa :

1. DOA adalah pertemuan dengan kebenaran, pertemuan dengan kasih, pertemuan dengan terang yang membuat ROH kita menyala-nyala dan bergairah.

2.Berdoa yang dilakukan dengan segenap hati akan menyentuh hati Allah dan mendatangkan api kebangunan Rohani.

3.Doa membuat Kemuliaan Allah turun dengan hadirat-NYA yang ajaib, yang menyebabkan radiasi dari kekuatan kuasa-NYA dan penyataan kebenaran-NYA yang sempurna yang dapat mengubah segalanya.

Tujuan pemberitaan saya pagi ini....

Yang sederhana dan mustahil menurut anggapan manusia itu, bahwa kita semua gereja Tuhan bertekun dalam doa pada tengah tahun 2021 ini.

Inilah yang menjadi tujuan saya karena ini merupakan panggilan Tuhan  melalui Kebenaran Firman (Alkitab) bagi kita.

Ayat 12, ini mengatakan bahwa kita hendaknya “bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan, dan bertekun (proskarterountes) dalam doa!”

Kita dapat melihat bahwa kehidupan “Kristen yang normal” itu identik dengan kehidupan yang bertekun dalam doa.

Maka dalam hal yang penuh dengan ketidakpastian ini (pandemic yang berkepanjangan) sepatutnyalah kita bertanya, “Apakah saya sudah bertekun dalam doa?”

 

Hal Itu bukan lantas berarti bahwa doa menjadi satu-satunya hal yang kita lakukan – ibarat seorang suami disebut berdedikasi jika ia menghabiskan seluruh waktunya dengan bercengkerama bersama sang istri. Sebaliknya, dedikasi sang suami kepada sang istri selayaknyalah memengaruhi segala aspek dalam hidupnya dan membuat dia memberikan seluruh keberadaannya kepada sang istri dalam beraneka cara.

Jadi, bertekun dalam doa tidak berarti bahwa berdoa kemudian menjadi satu-satunya kegiatan kita (sekalipun pada bagian lain, Rasul Paulus mengatakan, [“tetaplah berdoa” atau, “berdoalah tanpa henti”], 1 Tesalonika 5:17). Ini berarti ada sejenis pola berdoa yang memenuhi standart kebenaran menurut Alkitab untuk disebut sebagai bertekun dalam doa.

 

Dan itu tidak akan sama bagi setiap orang, sebaliknya itu pasti merupakan sesuatu yang signifikan.

Bertekun dalam doa pastilah berbeda dengan tidak bertekun dalam doa.

Dan Allah jelas memahami perbedaan itu. Ia akan meminta pertanggung jawaban kita: sudahkah kita bertekun dalam doa? Apakah Anda memiliki sejenis pola berdoa yang layak disebut sebagai “bertekun dalam doa”?

Takkan ada jawaban yang dapat diterima bagi pertanyaan MENGAPA atau BAGAIMANA kita berdoa, sekiranya Kristus tidak mati menebus kita. Itulah sebabnya kita berdoa “dalam nama Yesus.”

Oleh karena itu saya mengajak kita semua gereja TUHAN mengambil bagian dalam kesungguhan bayar harga bagi Jam DOA kita masing-masing yang akan membawa kita kepada kedekatan hati Allah, yaitu mengenai hubungan yang INTIM bersama Tuhan. (intimacy with God)

 

Selamat Berdoa dan masuk dalam hubungan yang INTIM bersama Tuhan Yesus.

Amin.

Tuhan Yesus Memberkati.

No comments: