Thursday, 16 September 2021

69 SP 140921 Menjadi Jemaat yang Mengalami Kekudusan/Keterpisahan untuk melihat Allah

No       : GMIKA/SuaraPenggembalaan/140921/JK

Judul   : Menjadi Jemaat yang Mengalami Kekudusan/Keterpisahan untuk melihat Allah

 

 

Shalom, Eirene untuk kita semua

 

Secara Etimologis (Tata bahasa) Pengertian kekudusan ~ Pengudusan atau "Sanctification" menunjuk kepada istilah bahasa Ibrani, yaitu kata kerja "qadash" yang berarti "menyucikan/memisahkan", dengan kata sifat "qados" serta kata benda "qodes". Kata "qadash" dianggap berhubungan dengan istilah "khadash" yang berarti "bersinar". Istilah "qadash" ini berasal dari akar kata "qad"(Bhs. Inggris : "Cut") yang arti dasarnya ialah "memotong".

 

Secara Rohani Penggunaan istilah ini menunjuk kepada arti "adanya pemisahan yang menghubungkan dengan TUHAN kepada kedudukan istimewa, yaitu persatuan atau persekutuan dengan-Nya".

 

Pengudusan dalam hal ini, menegaskan tentang adanya pemisahan kepada Allah yang olehnya ada penyucian dan kesucian atau kekudusan hidup dengan kualitas rohani, etika serta moral yang pasti berlandaskan hubungan dengan Allah itu.

 

Dalam Perjajian Lama :

1. Allah telah menyatakan diriNya sebagai Allah yang Kudus dan Ia mau agar Umat-Nya Juga hidup Kudus.

Keluaran 15:11-12 (TB) Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban ? Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumi pun menelan mereka.

 

Keluaran 19:6 (TB)

Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kau katakan kepada orang Israel."

 

2. Kekudusan Allah mengajar Umat :

Yesaya 5:24 (TB)  

Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.

Yesaya 10:17 (TB)

Maka Terang Israel akan menjadi api, dan Allahnya, Yang Mahakudus, akan menyala-nyala dan akan membakar dan memakan habis puteri malu dan rumputnya pada satu hari juga.

 

Dalam Perjanjian Baru :

Kata Kekudusan dikenal dengan istilah bahasa Yunani "hagiazo" yang berasal dari kata "hagios". Kata hagios ini dianggap idiom dengan istilah qadosh yang telah dikemukakan di atas, yang keduanya berarti "pemisahan",

Secara Teologis, dalam hubungannya dengan "pengudusan/pemisahan", istilah ini dapat diartikan sebagai: "Tindakan Allah oleh peneguhan Roh Kudus yang memisahkan orang percaya yang telah diselamatkan-Nya dari diri dosa dan dikhususkan bagi Allah".

Pengertian ini didasarkan atas fakta bahwa Allah adalah Kudus (terpisah dengan Dosa) sehingga orang yang dikhususkan bagi-Nya masuk ke dalam persekutuan Kudus(terpisah dari dosa) bersama diri-Nya.

Dengan kata lain, hubungan atau relasi kita dengan Allah adalah relasi yang Kudus Itu sebabnya, kita diminta untuk menjalani hidup di dunia ini dengan komitmen Kudus untuk hidup bagi Allah yang Kudus. Setiap bentuk yang tidak Kudus harus dibereskan dan diselesaikan secara tuntas di dalam dan melalui darah Yesus yang kudus. Melalui cara itulah kita didamaikan dengan Allah, hubungan Persekutuan yang kudus dibangun kembali dan ketaatan untuk hidup Kudus menjadi bagian hakiki di dalam totalitas hidup kita.

 

2 Korintus 7:1 (TB)

Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

 

Ibrani 12:14 (TB)

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

 

Hanya Melalui Kekudusan kita dapat Melihat Tuhan, Tanpa kekudusan hidup, kita tidak layak di hadapan Allah.

 

Mari minta kepada Allah untuk kita secara total dibereskan atas semua kejahatan dan dosa kita. Dan untuk mengalami proses pemberesan itu hanya bisa terjadi bila kita datang kepada Yesus dengan hati hancur dan pengakuan jujur di hadapan-Nya dan memohon Roh Kudus menginsafkan kita dari semua dosa dan pelanggaran yang kita lakukan, sehingga kita dapat melihat Allah.

 


No comments: