No :
GMIKA/SuaraPenggembalaan/140921/JK
Judul : Menjadi Jemaat yang Mengalami
Kekudusan/Keterpisahan untuk melihat Allah
Shalom, Eirene untuk kita semua
Secara Etimologis (Tata bahasa) Pengertian kekudusan
~ Pengudusan atau "Sanctification"
menunjuk kepada istilah bahasa Ibrani, yaitu kata kerja "qadash" yang berarti "menyucikan/memisahkan", dengan kata sifat "qados" serta kata benda "qodes". Kata "qadash" dianggap berhubungan
dengan istilah "khadash"
yang berarti "bersinar".
Istilah "qadash" ini berasal
dari akar kata "qad"(Bhs.
Inggris : "Cut") yang arti
dasarnya ialah "memotong".
Secara Rohani Penggunaan istilah ini menunjuk kepada
arti "adanya pemisahan yang
menghubungkan dengan TUHAN kepada kedudukan istimewa, yaitu persatuan atau
persekutuan dengan-Nya".
Pengudusan dalam hal ini, menegaskan tentang adanya
pemisahan kepada Allah yang olehnya ada penyucian dan kesucian atau kekudusan
hidup dengan kualitas rohani, etika serta moral yang pasti berlandaskan hubungan dengan Allah itu.
Dalam Perjajian Lama :
1. Allah telah menyatakan diriNya sebagai Allah yang
Kudus dan Ia mau agar Umat-Nya Juga hidup Kudus.
Keluaran
15:11-12 (TB) Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN;
siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena
perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban ? Engkau mengulurkan tangan
kanan-Mu; bumi pun menelan mereka.
Keluaran
19:6 (TB)
Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus.
Inilah semuanya firman yang harus kau katakan kepada orang Israel."
2. Kekudusan Allah mengajar Umat :
Yesaya
5:24 (TB)
Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput
kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi
busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah
menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah
Israel.
Yesaya
10:17 (TB)
Maka Terang Israel akan menjadi api, dan Allahnya, Yang Mahakudus,
akan menyala-nyala dan akan membakar dan memakan habis puteri malu dan
rumputnya pada satu hari juga.
Dalam Perjanjian Baru :
Kata Kekudusan dikenal dengan istilah bahasa Yunani "hagiazo" yang berasal dari
kata "hagios". Kata hagios
ini dianggap idiom dengan istilah qadosh
yang telah dikemukakan di atas, yang keduanya berarti "pemisahan",
Secara Teologis, dalam hubungannya dengan "pengudusan/pemisahan",
istilah ini dapat diartikan sebagai: "Tindakan Allah oleh peneguhan Roh
Kudus yang memisahkan orang percaya yang telah diselamatkan-Nya
dari diri dosa dan dikhususkan bagi Allah".
Pengertian ini didasarkan atas fakta bahwa Allah
adalah Kudus (terpisah dengan Dosa) sehingga orang yang dikhususkan
bagi-Nya masuk ke dalam persekutuan Kudus(terpisah dari dosa)
bersama diri-Nya.
Dengan kata lain, hubungan atau relasi kita dengan
Allah adalah relasi yang Kudus Itu sebabnya, kita diminta
untuk menjalani hidup di dunia ini dengan komitmen Kudus untuk hidup bagi Allah
yang Kudus. Setiap bentuk yang tidak Kudus harus dibereskan dan diselesaikan secara tuntas di dalam dan melalui darah Yesus yang kudus.
Melalui cara itulah kita didamaikan dengan Allah, hubungan Persekutuan yang
kudus dibangun kembali dan ketaatan untuk hidup Kudus menjadi bagian hakiki di
dalam totalitas hidup kita.
2
Korintus 7:1 (TB)
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki
janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran
jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam
takut akan Allah.
Ibrani
12:14 (TB)
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan,
sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Hanya
Melalui Kekudusan kita dapat Melihat Tuhan, Tanpa kekudusan hidup, kita tidak
layak di hadapan Allah.
Mari
minta kepada Allah untuk kita secara total dibereskan atas semua kejahatan dan
dosa kita. Dan untuk mengalami proses pemberesan itu hanya bisa terjadi bila
kita datang kepada Yesus dengan hati hancur dan pengakuan jujur di hadapan-Nya
dan memohon Roh Kudus menginsafkan kita dari semua dosa dan pelanggaran yang
kita lakukan, sehingga kita dapat melihat Allah.
No comments:
Post a Comment