Thursday, 2 September 2021

SP 44 140821 MENJADI PENA ALLAH

 

No       : GMIKA/SuaraPenggembalaan/140821/JW

Judul   : MENJADI PENA ALLAH

Bacaan : (2 Samuel 16: 1 dan 4)

 

Fungsi pena ; untuk menulis, mencatat, mengambar dan semua yang berhubungan dengan penulisan. Pena dapat di gunakan untuk 2 hal:

1.      Menulis kata-kata yang baik

2.      Menuliskan kata-kata yang tidak baik/negatif

semua tergantung pada penulisnya dan pena hanya dapat menerima dan rela seperti hamba.

 

2 Samuel 16:1 dan 4 ; 1 Ketika Daud baru saja melewatipuncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur. 4 Lalu berkatalah raja kepada Ziba: "kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset."* Kata Ziba; "Aku tunduk! biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih  di matamu, ya tuanku raja."

 

 Ziba dan Daud adalah duaorang yang memiliki hati sebagai hamba. Hati sebagai hamba terekspresi melalui sikap ketaatan untuk menerima keadaan yang tidak enak tanpa mengeluh.  Ziba adalah hamba Mefiboset, anak Yonathan. Saat Ziba menghadap Daud, Daud meminta agar dia menyerahkan seluruh  hartanya kepada Mefiboset. Bayangkanlah situasi yang dihadapi Ziba. Menyerahkan seluruh harta tidaklah mudah karena hal itu berarti bahwa Ziba taat dan melakukan perintah tersebut. dengan segenap hati tanpa mengeluh atau protes.

Ketaatan kepada kehendak Allah adalah ciri orang yang memiliki hati sebagai seorang hamba. Mudah bagi kita untuk taat saat kita diminta untuk melakukan sesuatu yang kita sukai, tetapi sulit bagi kita untuk taat saat kita diminta melakukan sesuatu yang tidak kita sukai. Hal ini membutuhkan proses waktu dan hati yang lembut untuk dapat mewujudkannya.

Daud adalah seorang raja yang memiliki sikap seorang hamba. Sebagai raja, bisa saja Daud menyuruh prajuritnya menangkap dan membunuh Simei yang mengutuki dan melemparinya dengan batu. Akan tetapi, dia malah menyatakan bahwa bila kutukan itu berasal dari Allah, dia akan menerimanya dengan senang hati

2 Samuel 16:10 (TB)  Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?"

KRISTUS adalah teladan terbaik tentang sikap seorang hamba yang rela taat sampai mati di atas kayu salib.  Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Menjadi pena Allah berarti memiliki hati seorang hamba dengan mempercayakan diri kita kepada Allah yang sedang menuliskan suatu sejarah hidup kita bersama Allah dengan penuh ketaatan sehingga apa yang hendak Allah tuliskan terlaksana dengan sempurna.

 

No comments: