No:GMIKA/SuaraPenggembalaan/190821/EFW
Judul : Menjadi Bijak
Shalom...
Selamat Pagi Ibu Gembala Sidang dan seluruh jemaat GMI Kurios Agung...
Eirene bagi kita semua...
Amsal 19:20-21
Mazmur 32:8-9
Mazmur 73:24 dan 28
Hidup ditengah-tengah dunia yang semakin jahat ini, kita "butuh" menjadi bijak, sehingga kita tidak sembarangan dalam merencanakan, memilih dan memutuskan segala sesuatu.
Menjadi bijak berarti bahwa kita hidup dengan bijaksana dan berhikmat (bertindak dengan bijaksana dan menggunakan hikmat). Dan itu semua tidak terlepas dari keintiman kita dengan Sang Sumber Hikmat.
Menurut Amsal 19:20, untuk menjadi bijak kita harus:
1. Mendengarkan nasihat.
2. Menerima didikan.
1. Mendengarkan Nasihat
Nasihat yang harus kita dengarkan itu harus datang dari sumber yang tepat, bukan sembarang nasihat. Nasihat yang kita dengar harus datang dari Tuhan Yesus sendiri. Karena IA adalah Penasihat Ajaib bagi kita, Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Kita juga sudah belajar dari Alm. Bapak Gembala Sidang, bahwa Tuhan Yesus meninggalkan 3 hal di bumi ini yang bisa menjadi sumber nasihat bagi kita:
1. Roh Kudus
2. Alkitab
3. Gereja
Masing-masing memiliki peran yang sangat penting untuk menolong kita dalam merencanakan, memilih dan memutuskan segala sesuatu dalam hidup kita.
Ketiganya tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan.
2. Menerima Didikan
Menerima didikan berarti bahwa kita menyambut teguran/ajaran Tuhan untuk mendidik dan mendisiplin kita. Tidak cukup hanya menerima nasihat, kita juga harus mempraktekkannya.
Mengapa kita harus menerima didikan?
· Karena mereka yang mengindahkan didikan, sesungguhnya sedang menuju jalan kehidupan, sedangkan yang mengabaikan teguran akan tersesat, Amsal 10:17 Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.
· Karena orang yang menolak didikan adalah orang yang bodoh, Amsal 15:5 Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak.
· Karena didikan menjadikan orang menjadi bijak, Amsal 19:20 Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.
· Karena didikan yang benar bagi orang muda, di masa tuanya ia tidak akan menyimpang dari apa yang benar itu, Amsal 22:6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
· Karena tongkat didikan itu mengusir kebodohan yang melekat di hati, Amsal 22:15 Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.
· Karena didikan yang kita terima dari Tuhan membuat kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia, 1 Kor 11:32 Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.
Mendengarkan nasihat dan menerima didikan itu baik buat kita. Jadi jangan abaikan nasihat Tuhan dan jangan tolak didikanNya, karena itu semua dimaksudkanNya bagi kebaikan orang-orang yang dikasihiNya, Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Ingatlah bahwa ketaatan & kerendahan hati kita dalam mendengar nasihat dan menerima didikan Tuhan hari ini, akan menentukan masa depan kita.
Bagian kita hari ini adalah taat dan setia, jangan memberontak, jangan mengeraskan hati.
Biarkan keputusan Tuhan terlaksana bagi kita.
Karena apa yang diputuskanNya itu pasti baik bagi kita.
Tuhan Yesus menolong kita semua 🙏🏻
_Tim Penggembalaan_
No comments:
Post a Comment