No:
GMIKA/SuaraPenggembalaan/210821/DK
Judul : HARUM Kristus atau bau busuk dosa
Shalom eirene selamat siang Ibu Gembala Sidang dan jemaat GMI Kurios Agung.
1 Yoh 3:11-18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan
perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Tentu kita semua
mengetahui buah durian. Buah durian yang terkenal baunya yang sangat menyengat.
Dan melalui bau itu kita mengetahui buah durian itu sudah masak atau
belum.
Bapak ibu saudara
sekalian ilustrasi diatas menggambarkan tentang hidup rohani seseorang.
Kematangan rohani seseorang dapat dilihat dari hidupnya. Maka seharusnya
semakin hidup rohani seseorang dewasa dan matang maka cirinya adalah bau
Kristus itu sangat kuat dalam diri orang tersebut baik dalam berbicara maupun
dalam tindakan.
Kita semua manusia
dikandung dalam dosa dan memiliki bau dunia yaitu bau busuk kejahatan.
Bersyukur Kristus telah dipermemandikan dan membersihkan hidup kita dengan
darahNya dan Yesus telah memberikan keharuman didalam hidup kita. Mari kita
yang sudah disucikan dan dibersihkan jangan lagi kita memasukkan hal-hal busuk
dalam hidup kita. Karena hal-hal busuk itu akan membuat bau harum Kristus
berubah dalam hidup kita.
Dalam 1 Yoh 3 : 11-18
secara jelas sedang mengarahkan kita pada apa yang disebut Kasih. Kasih adalah
kata sifat namun identik dengan Kata Kerja. Kasih apabila belum menjadi sebuah
tindakan sebenarnya belum bisa disebut Kasih. Mari kita mulai menyatakan Kasih
dari tindakan-tindakan kecil yaitu memberi.
Berilah hidup kita
terlebih dahulu kepada Allah dan Allah akan menolong kita untuk dapat memberi
sesuatu kepada orang lain.
Karena manusia tidak
pernah dapat memproduksi bau Kristus jika Ia tak berada bersama sang sumber bau
itu. Maka pastikan hidup kita selalu berada didekat sang sumber bau itu yaitu
Yesus. Maka cepat atau lambat bau dia akan semakin hilang dan yang nampak
adalah bau Kristus yaitu Kasih.
Demikian Bau Kristus
adalah sebuah proses dimana seseorang semakin hari semakin serupa dengan
Kristus yang hidupnya bukan untuk diri sendiri melainkan hanya memberi memberi
dan memberi.
Amin
Selamat menikmati
FirmanNya. Dan Tuhan Yesus memberkati
No comments:
Post a Comment