Thursday, 2 September 2021

No: GMIKA/IM/170416/AEP/SotoSulung

 No: GMIKA/IM/170416/AEP/SotoSulung

Mazmur 62:6-8 Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.

Saat Daud bermazmur, Daud sedang menantikan Tuhan. Seperti Daud, setiap kita mempunyai hati yang menunggu sesuatu Ada 2 syarat saat kita menunggu sesuatu:

  1. Kita harus senang menunggu sesuatu

  2. harus mempunyai pengaruh positif/baik untuk diri sendiri (Kekristenan)

Israel dipanggil Tuhan dari  Mesir ke padang gurun untuk bersekutu dengan Allah. Sampai saat ini pun tidak ada panggilan tertinggi orang percaya selain bersekutu dengan Dia. Kenikmatan tertinggi kita (ciptaan) adalah saat kita dapat dinikmati Allah (Pencipta), jangan sampai kita menjadi "produk gagal" di mata Tuhan.

Menunggu itu pasti berhubungan dengan waktu

Albert. E berkata :"Banyak hal mungkin datang kepada mereka yang menunggu, tetapi hanya hal-hal yang disisakan oleh mereka yang bekerja keras."

Sebuah kebetulan jika Allah di dalamnya, bukan sebuah kebetulan. Jangan pernah melakukan suatu transaksi kehidupan (perpindahan, pertukaran) jika tidak digerakkan oleh Tuhan. Tanyakan kepada  diri kita, apakah yang sedang kita nantikan? Jika yang kita nantikan tidak memiliki  hubungan dengan Allah (sesuatu yang semu) maka kita adalah "produk gagal"

Hidup ini adalah seperti tikungan yang siap menerkam laksana beruang. "Menanti" adalah jabatan/tugas Kekristenan yang tidak bisa ditolak. Hidup tidak boleh didasari oleh ilmu matematika,  tapi biar Tuhan yang bekerja mengatasi logika.

Wahyu 2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat:Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."


No comments: