No: GMIKA/IPS/020416/21.30wib/AEP
Kasih Allah seperti jubah baru saat kita berjalan datang menemui kebenaran (Bapa).
Mari hidup kita terbungkus dalam Jubah Kasih Allah agar kita selamat. Karena jika semakin kita berani mendekat tanpa Jubah itu maka dalam KebenaranNya kita akan lebur hancur. Karena kebenaranNya seperti api yang menghanguskan. Ibrani 12:28-29
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan. Selubungilah diri kita selalu dengan Jubah Kasih Allah. Allah yang kita percaya dan datangi hari ini adalah Allah yang menghanguskan kita, karena itu pakailah Jubah Kasih Allah.
Seringkali pula kita hidup di "suhu" yang Tuhan tidak sesuai suruhanNya akhirnya kita mengalami perubahan bentuk rohani. Sehingga waktu Tuhan akan gunakan kita, kita menjadi susah untuk dipakai atau dikendalikan, karena ukuran kita mulai berubah.
Apakah Hidup sederhana itu? Yaitu saat kita tidak bergantung/menuntut pada dunia ini. Dalam saat apapun kita, itu tidak mengganggu atau merubah ukuran rohani kita.
Tuhan menghendaki hidup kita selalu dalam rencanaNya, tetapi kita lebih memilih sering mengganti dengan siasat diri kita, dengan korbankan orang lain, apalagi Gereja.
Kita sering lupa Allah tidak akan pernah sama dengan pemikiran kita yang cenderung sempit dan picik.
Banyak orang berpikir bahwa iblis akan lari dengan doa dan puasa, iblis hanya akan lari jika karena doa dan puasa itu ada perubahan sikap hidup kita.
Gereja tidak pernah terbangun karena mencapai keinginan mengejar "sesuatu". Gereja bukan sekedar sebuah ibadah, tetapi hidup untuk bersama (orang2 percaya).
Dalam bergereja, kita tidak bisa menghakimi orang lain, karena jika kita mengalami atau berada di posisi itu, kita akan dihakimi dengan cara yang sama.
No comments:
Post a Comment