Thursday, 2 September 2021

Menjadi Manusia Yang Berkarater

 No: GMIKA/IPS/120621/YunastriUtutP

Judul: Menjadi Manusia Yang Berkarater 

Matius 8 : 5-13 dan Lukas 7:1-10, dengan judul perikop Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum

Kapernaum adalah kota yang terletak di barat Danau Galilea. Kapernaum disebut Kota Yesus (The Town of Jesus) karena Tuhan banyak melakukan mujizat disana. Beberapa murid Tuhan Yesus berasal dari kota ini seperti Andreas, Petrus, Yakobus, Yohanes, Matius. Sedangkan Perwira Romawi adalah seorang komandan kompi Romawi, dia memimpin seratus tentara. Perwira di Kapernaum ini bukan orang Israel, tetapi ia berasal dari Bangsa Romawi.  Perwira ini sedang bertugas / berdinas di Kapernaum, dan dia datang kepada Yesus. Matius 8 : 5-6  Ketika Yesus masuk ke Kapernaum datanglah seorang perwira mendapatkan Yesus (A centurion came to Him, asking for help) Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita. Dalam Lukas 7  : 2 Hamba itu sakit keras dan hampir mati 

Ketika Yesus ada di Kapernaum perwira memutuskan untuk datang kepada Yesus. Perwira ini begitu bersemangat meluangkan waktunya pergi kepada Yesus demi hambanya.  Sebetulnya perwira ini hanya mendengar berita saja  dan tidak tahu persis siapa Yesus karena memang ia bukan bangsa Yahudi. Tetapi ia berharap Yesus bisa menolongnya. Sebelumnya mungkin sang perwira sudah membawa hambanya ke tabib, dikasih obat dan lain-lain. Seberapa dekat perwira kepada hambanya tidak ada yang tahu, mungkin hambanya seorang yang menyenangkan perwira itu sehingga waktu hambanya sakit dia berusaha untuk menolongnya. 

Perwira ini tahu bahwa ada seorang tabib, guru, penyembuh yaitu Yesus. Perwira berharap dan memohon belas kasihan Tuhan untuk hambanya yang sakit keras tadi.  Perwira ini berharap dan percaya kepada Yesus yang tidak dikenalnya untuk menyembuhkan hambanya dan  bukan dirinya sendiri. Disini kita bisa melihat karakter dari si perwira, yaitu; murah hati, setia, memiliki cinta kasih, peduli, rendah hati dan bertanggung jawab. 

A. MURAH HATI

Lukas 7: 5 Ia mengasihi bangsanya dan mendirikan rumah ibadat bagi mereka. Perwira ini murah hati, cinta kasih, pengertian dan punya rasa simpati tinggi kepada orang lain. Kalau tidak murah hati dan kasih kepada bangsanya tidak mungkin ia mau mendirikan rumah ibadat (synagogue) untuk mereka. Bahkan perwira mau berkorban untuk hambanya bukan anak, bukan juga istri, bukan keluarga, bukan kerabat, tetapi hamba.

Perwira Roma itu tahu bagaimana menjadi manusia yang berintegritas berkualitas berkarakter. Seorang pemimpin yang memikirkan bawahannya, memikirkan dan memiliki beban  bagi orang lain

B.PEDULI

Perwira ini  seorang yang peduli kasih, peduli, setia, dan bertanggung jawab kepada hambanya. Perwira tidak hanya duduk manis menikmati fasilitas yang ada tetapi mau repot atas hambanya yang sakit keras dan hamper mati.  Cinta kasihnya, kepeduliannya kepada hambanya sangat besar. Hambanya sakit lumpuh masih dipakainya masih diurusnya masih dipikirkannya masih dirawatnya. Hebat ya. Itu bukti kepeduliannya kepada hambanya.

Bisa saja perwira itu menyampaikan kepada hambanya sudah selesai, kamu tidak boleh bekerja lagi ikut saya. Dengan begitu hambanya tidak menjadi tanggungannya lagi. Kasih aja pesangon selesai. Tetapi ia tidak mau melakukan itu. Saya tidak tahu berapa lama hambanya itu ikut dan bekerja kepada perwira itu sehingga menciptakan sebuah hubungan yang indah diantara mereka. Perwira itu menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap hambanya. Kepercayaannya kepada Yesus juga luar biasa. Dia mau datang dan mencari Yesus. Respon Yesus begitu luar biasa kepada perwira itu

Bagaimana RESPON YESUS?

Matius 6: 7 Yesus berkata : Aku akan datang menyembuhkannya ( I will go and heal him ). Yesus begitu interest untuk  pergi dan menyembuhkan hambanya.  Tuhan tahu hati perwira itu dan Yesus memberikan harapan akan menyembuhkannya. Dalam Lukas 14: 12-14 …..Undanglah perjamuan siang atau malam kepada orang miskin, cacat, lumpuh, buta. Di mata Yesus perwira ini telah melakukan yang benar. Dia memiliki hati kepada hambanya.  Matius 25:35-40 TB Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; …… Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Kepeduliannya kepada hambanya ternyata Tuhan Yesus lihat sebagai sesuatu yang patut diperhitungkankan. Oleh sebab itu, Yesus begitu respect kepada perwira karena ia memiliki kerinduan menolong hambanya yang susah. Itulah yang Allah mau dan ajarkan. Kita harus belajar dari perwira Roma ini, dia orang asing tetapi dia belajar memahami dan melakukan kebenaran yaitu menjadi orang yang berkualitas, berkarakter.

C.RENDAH HATI

Perwira ini punya karakter yang rendah hati. Ketika Yesus mau datang ke rumahnya dan menyembuhkan hambanya dia mengatakan Lukas 7 : 5 Tuan, janganlah bersusah-susah (don’t trouble yourself), sebab  aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.

Ini menunjukkan sikap rendah hati perwira, dia menyadari bahwa dia berdosa dan tidak layak menerima Yesus. Perwira memanggil Yesus, Tuan Kurios Tuhan ; Yang dimuliakan

Kata Tuan menunjukkan bahwa perwira ini hormat dan memposisikan Yesus lebih tinggi. Perwira ini tahu bagaimana ia harus merendahkan dirinya, menempatkan dirinya di bawah Yesus dan mengatakan bahwa ia  tidak layak. Perwira merasa dirinya tidak layak menerima tamu agung yaitu Yesus. Padahal kalau dilihat secara pakaian pasti perwira ini lebih rapi, lebih gagah dari Yesus. Pasti perwira ini orang kaya. Yesus hanya anak tukang kayu pasti cara berpakaian juga sangat sederhana. Hebat ya perwira ini tidak memandang Yesus dari sisi fisik penampilannya,  tetapi ia tahu kemuliaan Tuhan.

D.IMAN YANG BESAR

Lukas 7:7b Katakan saja sepatah kata maka hambaku itu akan sembuh. Inilah iman perwira itu. Roma 10: 17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Allah. Perwira ini tahu bahwa Yesus bisa menyembuhkan dari manapun. Yesus Maha Kuasa itulah yang perwira itu percaya. Dia percaya bahwa perkataan Yesus adalah perkataan hidup yang kekal. Kemahakuasaan yang dimiliki Yesus dipahaminya diimaninya diyakininya padahal ia hanya mendengar dan tidak mengenal Yesus.

ANALOGI ATASAN BAWAHAN

Perwira ini tahu hierarki yang benar sehingga ia menganalogikan seperti seorang  bawahan dan seorang atasan. Ia seperti seorang bawahan yang jika ia berkata kepada prajuritnya datang, pergi, kerjakan ini, itu maka prajuritnya akan mengerjakan tepat seperti yang ia perintahkan. Semua tunduk pada hirarki itu. Terlebih Yesus yang jauh lebih tinggi tidak bisa dibandingkan dengan perwira. Pasti Yesus bisa melakukan apa saja Yesus  mau sesuai kerelaan hatiNya. Kalau Engkau berkata sembuh maka sembuhlah. Engkau tidak perlu menginjak rumahku karena aku tidak layak. Perwira ini mau menaklukkan diri pada kedaulatan Allah bukan mengatur Allah.

Lukas 7 : 9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyakyang mengikuti Dia, Ia berkata “ Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel”. Perkataan perwira “katakan saja sepatah kata maka hambaku itu akan sembuh” ternyata membuat Tuhan Yesus heran, kagum , astonished, amazed. Dan Yesus mengatakan bahwa “iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel”

Kerendahan hatinya ternyata dilihat Yesus. Yesus meninggikannya dengan melihat imannya lebih dari orang Israel.  Diantara orang Israel, Ahli Taurat,  Ahli Farisi, orang unggul dalam keagamaan Yahudi tidak ada yang punya iman seperti ini. Ternyata perwira memiliki iman di atas bangsa Israel. Kebanyakan dari orang Israel iman mereka sebatas datang membawa si sakit kepada Yesus untuk dilayani tetapi belum pernah ada yang memiliki iman ‘katakan saja sepatah kata maka hambaku itu akan sembuh”

Banyak orang berbondong-bondong membawa orang sakit lumpuh sakit lain untuk dibawa bertemu Yesus secara langsung untuk disembuhkan. Tetapi perwira ini datang mewakili hambanya, tidak membawa hambanya yang sakit lumpuh karena perwira ini percaya kalau Yesus mau  hambanya pasti sembuh.

Iman orang Israel sembuh itu ditunjukan dengan Yesus harus menjamah menumpangkan tangan dan si sakit harus ketemu Yesus paling tidak dijamah Yesus. Iman perwira ini berbeda; Si sakit tidak dibawa untuk bertemu Yesus. Yang memiliki iman adalah perwira / tuan/ majikannya dan orang lain yang menerima kesembuhan. 

Perwira ini bukan hanya mendapatkan kesembuhan bagi hambanya tetapi ia mendapat yang lebih besar yaitu Yesus meninggikan dia dan ia ikut  diselamatkan karena imannya. Betapa bahagia hambanya telah sembuh, betapa bahagianya perwira bertemu Yesus. Perwira itu menunjukkan kualitas dan karakter seperti yang Tuhan mau dan Tuhan berkenan kepadanya.

KESIMPULAN

1. (How) Menjadi manusia yang berkarakter (membawa karakter Yesus dalam hidup kita). Karater Yesus dapat di dilihat dalam Galatia 5:22 tentang Buah Roh.  Contoh : kita bisa lemah lembut dan rendah hati karena Roh kudus dalam kita.Jadi, apakah kita bisa demikian tanpa Roh kudus? Tidak.

2. (Why) Menjadi manusia berkarakter supaya hidup kita berkenan kepada Allah. Menjadi manusia yang berkarakter hanya mungkin kalau kita bergaul karib dengan Yesus.  Lama-lama karakter kita akan seperti Yesus. Lebih banyak intim dan bergaul dengan siapa itulah yang membentuk karakter kita. Karakter Yesus harus terasa dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Bukan hanya berdampak buat kita tetapi juga berdampak dan dirasakan orang lain di sekitar kita terutama gereja kita.

Memang susah ternyata menjadi pengikut Kristus yang berkarakter dan berkenan di hatiNya. Seringkali kita masih menilai orang lain dari sisi penampilan yang kelihatan saja, kita lupa bahwa Tuhan melihat  bukan dari yang kelihatan tetapi kualitas karakter iman kita dihadapan Tuhan itulah yang Tuhan lihat.

3. Rendahkanlah diri dan hati dihadapan Tuhan supaya kita ditinggikanNya. 1 Petrus 5: 6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikannya pada waktunya. Kita tidak usah memusingkan diri di depan manusia, tetapi pusingkanlah diri kita dengan hidup berkenan berkualitas berkarakter Kristus. Tuhan meninggikan orang-orang yang dikasihiNya tanpa kita harus membela diri menunjukkan diri.

Milikilah kesadaran bahwa kita tidak layak supaya kita mengerti bahwa hidup kita hanya anugerah semata.


No comments: