No: GMIKA/BS/150416/21.30wib/AEP/Martabak
1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Kewarganegaraan kita ada 2 :
a. Indonesia
b. Kerajaan Allah (kekal), dengan "UUD" yaitu Doa Bapa Kami,
Dalam Doa Bapa Kami, berbunyi :
- Bapa kami yang di sorga,
Artinya bahwa sejak Yesus datang sebagai Anak Allah, maka semua yang percaya memanggil AllahNya sebagai Bapa, sama seperti Yesus memanggil Allah dengan sebutan Bapa.
- dikuduskanlah nama-Mu:
Dikuduskan berarti KehendakNya supaya NamaNya itu diMuliakan dan diKuduskan, bukan dilawan seperti Iblis yg tidak mengkuduskan Nama Allah.
- datanglah Kerajaan-Mu:
Orang Kristen harus merindukan/mengharapkan kedatangan Tuhan lebih dari segalanya
- jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga:
Sebagai orang percaya, kita harus selalu mengedepankan kehendak Bapa di atas segalanya diatas Bumi ini.
- Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya:
Agar kita selalu "meminta" apa yg pantas diterima dan bisa bersyukur kepada Tuhan.
- dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
Agar kita tahu, sering dalam berjalan hidup sering menyakiti lainnya ,maka saat kita membenci orang lain dan kita mengampuninya, seperti itulah perasaan Bapa
- dan janganlah membawa kami kedalam pencobaan:
Temptation/pencobaan: berhadapan dengan pribadi
Trial: tidak berhadapan dengan pribadi
Iblis ada 2 :
Dari luar yaitu; masyarakat di luar kita
Dari dalam yaitu; diri kita sendiri yang pernah jatuh dalam dosa
- tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat :
Kita harus tahu berada di dalam lingkungan yang jahat, terlebih lagi kita harus hidup seperti Yesus hidup.
- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya :
Karena Allah adalah pemilik segalanya, dan berarti kita kita tidak punya andil sedikit pun.
Hal-hal yang dominan dalam Kemah Suci :
1. Darah, karena ada dosa
2. Api, untuk membakar dan menerangi Kemah Suci
3. Air, untuk membasuh dan menyucikan
Kita harus tinggal dalam Kemah Suci, agar Allah dapat selalu melihat darah dan kita diselamatkan, jika tidak maka kita akan "dibunuh" seperti tulah kematian anak sulung di Mesir.
Dalam hidup kita, setiap keputusan yang kita buat harus memiliki alasan, dan jangan sampai kebutuhan usia yang memerintah/dasar kita
Keluaran 30:19 Maka Harun dan anak-anaknya haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Air di bejana pembasuhan menjadi pokok utama di Bait Allah, Air itu seperti Firman, saudara-saudara seiman kita, dan hal-hal yang membuat kita suci di mata Tuhan.
Keluaran 30:20 Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki dengan air, supaya mereka jangan mati. Demikian juga apabila mereka datang ke mezbah itu untuk menyelenggarakan kebaktian dan untuk membakar korban api-apian bagi TUHAN, Air itu mendahului api. Artinya pembasuhan dosa itu harus ada terlebih dulu dari pembakaran korban.
Kekristenan tanpa memiliki persekutuan dengan Allah bukan kekristenan. Tuhan hanya mencari darah agar kita dapat memiliki persekutuan dengan Allah. Jadi jangan pernah meninggalkan Kemah Suci. Saat Kemah Suci berdiri, disitu ada murka Allah yang ditahan, karena hukuman Allah mengerikan.
Tritunggal yang Esa tidak pernah berubah-rubah (bentuk) mengikuti zaman, sebelum semesta ada, sekarang dan sampai akhir. Dan juga Tritunggal tidak pernah terpisah, apalagi berubah.
Yohanes 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Matius 4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
Lukas 4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
Kebenaran itu adalah Yesus sendiri. Kapan Roh Kebenaran mendengar Yesus berbicara? Yaitu sejak semula dan sampai selama-lamanya. Hari ini Roh Kudus adalah pengatur Kemah Suci dan pengajar dalam Kemah Suci dan ajaran itu selalu tidak enak nampaknya.
Ada orang Kristen yang tinggal dalam Kemah Suci, tetapi tidak berjuang dalam Kemah Suci atau tidak berbau "darah". Seperti perumpamaan hamba yang jahat yaitu hamba yang diberi 1 talenta lalu disimpan di tanah.
Ada 3 syarat beroleh Persekutuan Sejati:
1. Roh Kudus,
Orang tersebut haruslah mengalami penebusan dan dalam pimpinan Roh Kudus
Roma 8:26-27 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Roh Kudus meliputi untuk; Penebusan,Pengampunan, Pimpinan,Ketaatan
Sebagaimana Yesus yang selalu di pimpin Roh Kudus. Untuk tahu Roh Kudus ada dalam diri kita, dapat diketahui "Apakah kita dapat percaya atau tidak pada Yesus?"
2. Persembahan Diri, meliputi:
a.Tubuh: hadir secara fisik di gereja (termasuk uang).
Di Yohanes 2:17 (TSI) “Saat itu kami murid-murid-Nya teringat bahwa dalam Firman TUHAN ada orang yang berkata kepada Allah, “Justru oleh karena rasa sayang kepada Rumah-Mu, saya siap untuk disusahkan dan dihancurkan, supaya Rumah-Mu dihormati.”
b.Jiwa: bacaan/kesukaan kita berubah
c.Roh
Di Kejadian 22:2,9-19 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu……." Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Kedua ayat diatas memiliki "kesamaan" yaitu : antara Abraham dan Allah harus menyerahkan anak tunggal. Hanya saja Ishak tidak jadi diserahkan sebagai korban karena secara daging tidak layak dan juga waktunya belum tiba.
Anak sulung kita saat ini adalah hal penting/diutamakan dalam hidup kita secara kualitas. Saat Abraham bersedia mengorbankan "anak sulung" sebagai persembahan tanpa ada kepentingan diri sendiri, Abraham menerima berkat melimpah
Arti hidup kita adalah untuk menantikan Tuhan, jadi segala yang terjadi dalam hidup kita (masalah, pekerjaan, dll) tidak berpengaruh karena kita tahu arti hidup kita hanya untuk menantikan Tuhan.
Kejadian 8: 22
Perpuluhan itu bukan paksaan, tetapi kerelaan
DOA
Memiliki hidup yang komunikatif dengan Allah dan jemaatNya. Berdoa berbicara tentang usaha untuk tetap berjalan dalam Rencana dan Kehendak
No comments:
Post a Comment