No: GMIKA/IPS/090416/21.15wib/AEP&Pnt.Hendri
Kis 16:13-18
BY: PNT.HENDRI
Kis 16:13-18
(Lydia's conversion in Phillippi)
Lidia adalah gambaran orang untuk masuk dalam pertobatan. Di dalam ketetapan Allah, Allah memanggil, memilih, memakai Lidia untuk mengerjakan rencana Allah.
Berikut yang dilakukan Lidia :
1. Mendengarkan
Saat Allah mulai memanggil Lidia, Allah membuka hatinya. Dia mendengarkan kotbah Paulus.
Roma 10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
2. Memperhatikan
Dalam Kisah Rasul 16;14 dalam versi TB ; membuka hati. Untuk NIV; respond, dan di versi TSI; percaya
3. Lidia mengambil sebuah tindakan /komitmen.
Disini dijelaskan, Lidia meminta untuk di baptis, bahkan seisi rumahnya.
Berikut yang dilakukan Paulus:
1. Membritakan.
Dalam hal ini berbicara tentang Paulus yang dipimpin sendiri oleh Roh Tuhan. Ini penting.
Kesimpulannya :
Lidia diceritakan dikitab ini karena Lidia dipilih oleh Allah sendiri, menjadi orang (perempuan) pertama yang bertobat di daratan Eropa. Disinilah awal mula Lidia dipakai untuk mendirikan jemaat di Filipi.
Rasa kebanggaan kita janganlah hanya sebatas karena disebut umat Allah (gereja Tuhan), Tetapi berbanggalah jika nama kita disebut secara pribadi oleh Allah (punya akses khusus dengan Allah) karena prestasi rohani kita.
Setelah peristiwa itu, di Tiatira tempat asal Lidia terjadi banyak sekali perubahan tentang ketekunan. Wahyu 2:19 TB “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.”
Mari menjadi orang percaya yang memiliki pengenalan pribadi dengan Allah. Peka dengan suara Roh Kudus, kerjakan dengan apa yang ditetapkan. Kini masih banyak lowongan untuk menjadi seperti Lidia. Silahkan mendaftar dengan melakukan tahapan-tahapan diatas.
BY: PAPI
Karya Tuhan tidak dapat digagalkan, tetapi Tuhan tetap membutuhkan orang-orang yang dapat diajak kerja sama dalam rencanaNya. Keselamatan bukan sebuah titik akhir, tetapi menjadi pertanyaan akan menjadi seperti apa keselamatan itu lebih penting.
Jangan pernah britakan Injil kepada orang lain, tetapi kita tidak pernah mempersiapkan orang itu akan menjadi seperti apa di mata Tuhan. Hidup kita yang hanya sekali, tetapi saat kita tidak pernah menjadikan apapun orang lain disekitar kita untuk takut akan Tuhan hidup kita menjadi sia-sia
Selama hidup kita, selalu tanyalah apa yang harus dilakukan dalam hidup ini. Mari kita berdoa agar di sisa hidup kita, kita menjadi perantara/akibat/dampak dari Firman yang disampaikan supaya hidup kita tidak sia-sia.
Masing-masing kita mempunyai "Tiatira" (kehidupan lama) yang harus kita tinggalkan untuk menuju Filipi (kehidupan baru yang dipanggil Allah)
Jangan kita bergairah /passion dengan yang bukan Tuhan. Tuhan hanya merekomendasikan memakai orang-orang yang memiliki passion dalam Tuhan. Jangan pernah bertanya apa yang sudah Tuhan beri untuk kita, karena kita tidak pernah "berjasa" apapun di mata Tuhan, segala sesuatu adalah hak Tuhan.
No comments:
Post a Comment